Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 87 - Ekstra part 1


__ADS_3

Waktu terus bergulir,kini usia Daniyal sudah genap tiga tahun,sang ayah Vier sangat antusias dengan perkembangan sang anak yang sama sekali tak mirip dengannya walau wajah mereka bak pinang di belah dua.


Daniyal lebih suka bermain selayaknya anak laki laki pada umumnya,berbeda dengan Vier dulu yang lebih suka bermain dengan boneka dan berdandan.


Tapi hari ini,em mungkin sejak usia Daniyal 2 bulan ada yang sama dengan mereka,yaitu rambut anak dan ayah itu sama sama pendek.


Daniyal yang selalu menjambak rambut sang ayah ketika bermain,atau saat tidur bersama dengan nya dan Alisha,membuat Vier akhirnya mau tak mau memangkas rambut panjangnya,yang justru membuat Alisha sewot karena sekarang Vier terlihat lebih maco dengan dada bidang dan leher jenjangnya.



(Dan ini lah penampilan ayah Vier sekarang,hampir satu tahun ini Vier tak lagi memiliki rambut panjang berkilau bak iklan shampo.)


"Kakak enggak ada niat manjangin rambut lagi ?" Tanya sang istri yang sedang bergelayut manja di dada Vier.


Vier tertawa kecil,ia tahu Alisha mulai sering menampakan kecemburuan pada nya,apa lagi ketika banyak para pelanggan dibutik nya yang iseng menggoda Vier di media sosial yang ia miliki.


Ia cium kening Alisha sayang serta mengusap surai panjang Alisha."Keren beginikan sayang,apa kamu tidak suka jika kakak keren dan terlihat seperti laki laki pada umumnya ?"


Alisha menghela nafasnya,bukan ia tak suka.tapi semenjak Vier merubah penampilannya Alisha mulai sedikit kawatir apa lagi ketika Vier sedang sibuk dan tak bisa di hubungi.


"Sayang!" Panggil Vier lembut.


"Bukan Al enggak suka kak,tapi Al takut." Vier yang tahu kemana arah pembicaraan ini hanya menunggu Alisha menyelesaiakan kalimatnya.


"Al takut kalau kakak akan di rebut sama perempuan lain." Alisha cemberut.


Vier tertawa sambil memeluk Alisha nya erat,hatinya sudah terpaut begitu dalam mana mungkin ia bisa berpaling begitu saja hanya karena rayuan sesaat.Untuk apa sibuk meladeni wanita lain,jika sang istri sudah melakukan peran pentingnya di semua sisi.

__ADS_1


Melihat Alisha berdiri di balkon dengan wajah di terpa sinar matahari saja sudah membuat jantungnya tak beraturan.


"Kakak sayang dan cinta kamu enggak hanya dibibir tapi disemua tubuh kakak,bagian mana yang tidak merinding hanya dengan deru nafasmu sayang ?"Alisha merona,ia simpan wajah itu di ketiak suami tercintanya.


Vier selalu berhasil menenangkan Alisha hanya dengan mengungkapkan kebenaran yang ada di depan mata tanpa menambahi atau mengurangi.


Setiap si kecil Daniyal tidur siang atau lebih dulu terlelap ketika malam,mereka berdua selalu menyempatkan mengobrol dan saling melempar rayuan.


Apalagi jika Daniyal tiba tiba mengajak sang oma Widya untuk tidur dengannya,Alisha dan Vier pasti akan memanfaatkan waktu mereka untuk bergulat di atas ranjang king sizenya hingga pagi menjelang.


Sentuhan Vier serta aktif nya Alisha di sana,membuat keduanya selalu lupa akan waktu jika memiliki waktu khusus yang terkadang di buat secara sengaja oleh ibu sekaligus mertua itu.


seperti hari ini,Daniyal sedang di ajak sang oma untuk jalan jalan ke kebun binatang bersama dengan sang pembantu layaknya saudara bagi Mami Widya,Mariani serta dua babysitter yang akan membantu mereka mengawasi Daniyal yang aktifnya enggak kaleng kaleng.


Daniyal yang suka sekali dengan hewan,sangat antusias ketika oma Widya mengajaknya untuk mengunjungi dimana para hewan itu tinggal.Bahkan di kamar pribadinya ia yang sangat suka dengan dino,hampir semua jenis dinosaurus berjejer rapi memenuhi sudut kamarnya,bahkan wallpaper yang tadinya bergambar superhero kini berubah dengan macam macam gambar dinosaurus.


Ia masih trauma akan kejadian itu,Alisha yang mengerti jika Vier melakukan ini bukan karena tak ingin menambah momongan tapi demi keselamatan Alisha sendiri,ia memakluminya.


"Oh ya,Ryan minggu depan ngadain acara tujuh bulanan anak kedua mereka sayang,kita bawa Daniyal atau berdua saja ?"Alisha melepaskan rengkuhannya di tubuh sang suami.


Ia mulai membayangkan tingkah lincah Daniyal yang ia takutkan jika sang anak akan membuat kekacauan disana.Alisha memang jarang sekali mengajak Daniyal pergi jika tidak ada teman yang menemani,karena Daniyal seperti tak punya lelah,ia akan terus berlari dan berlari memutari apapun yang ada di tempat yang ia kunjungi,bahkan kejadian beberapa minggu lalu masih membekas di benaknya.


"Sepertinya berdua saja kak,atau kakak dan mami saja.Al masih trauma akan kejadian di rumah tante Nadine waktu itu." Ujarnya.


Vier tahu Alisha sangat panik waktu itu,Daniyal yang lepas pengawasam darinya karena ia membantu Ghai mengerjakan PR serta babysitter yang sedang berada di dapur untu membuatkan susu untuk sang anak,membuat jantung mereka hampir lepas.melihat Daniyal berteriak karena ia tergelincir dari tangga dekat kolam renang.jika telat sedikit saja,Daniyal pasti akan tercebur ke kolam renang jika Tira tak segera berlari untuk menangkap anak itu sebelum tenggelam.


"Ya sudah,nanti kakak saja dengan mami yang datang,kamu dirumah dengan Daniyal."Alisha mengangguk.

__ADS_1


"Tring"


Bunyi dering ponsel Vier membuat ia menoleh kearah dimana ponsel itu di letakkan.ia menyibakkan selimut dan berjalan menuju meja kerjanya.


"Mami."Gumam Vier.


"salamikum ayah ! " Daniyal memenuhi setiap sudut layar ponsel Vier.


"Kenapa boy,nakal ? hem ?"


"Endak aku aik ayah.lihat ada gajah.buesall ayah."Serunya membuat Vier tertawa.


Alisha yang mendengar suara sang anak,bangkit dari ranjang dan melihat ke arah ponsel sang suami.


"Umda,gajah!uesal anget!"Teriaknya sangat senang memamerkam hewam terberat itu kepada kedua orangtuanya.


Alisha seperti biasa langsung mengajak ngobrol Daniyal dan menanyakan apa saja yang Daniyal lakukan dan temui disana.Daniyal pun dengan sangat antusias menceritakan apa saja yang ia lakukan dan hewan apa saja yang sudah ia temui,ia juga mengatakan akan di ajak sang oma untuk melihat ikan ikan besar kalau Daniyal mau belajar tidur sendiri dan tak lagi merengek untuk tidur dengan kedua orang tuanya.


Vier yang tahu kemana arah dan maksud sang ibu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja."Mami bisa saja merayu anak itu." Benaknya


"Umda uda ya.Niyal mau makan ciang cama ikan bakal dulu.adah Umda." Tanpa menunggu ucapan salam dari sang ibu,Daniyal langsung menutup sambungan Videocallnya sepihak.


"Lah,kebiasaan kalau udah denger ikan bakar,lupa daratan." Ujar Alisha.


Walau sebenarnya Daniyal hanya suka melihat proses pembuatannya saja,ia tak mau jika disuruh memakannya.


...❤❤❤❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2