
Pukul 17.00 mereka baru sampai di kediaman Mami Widya,Alisha yang asing dengan tempat ini sedikit merasa was was,ia pun turun dari mobil setelah Vier membukakan pintu mobil untuknya.
Alisha turun ia memandang rumah berlantai dua itu,ia lihat sekeliling,banyak tanaman dari yang murah hingga yang termahal,namun bukan itu yang menjadi pikirannya.
Apakah seorang mami Widya,istri pemilik restoran yang cukup terkenal,serta sang anak yang merupakan desainer terkenal,tinggal di rumah berlantai dua yang sederhana seperti ini ?
" Kenapa cantik ? " tanya sang suami.
" Gak mas,ini rumah mami ? " Alisha menoleh ke arah mami Widya.
" Ini rumah mami sendiri sayang,kalau rumah yang dulu mami dan papi nya Vier tempati bukan di sini." kenapa Alisha ? " tanya Vier.
" Gak apa mas,sederhana sekali."batin Alisha semabri tersenyum.
Tadinya ia sudah takut,jika ia akan tinggal seperti di rumah Mami Nadine yang di penuhi dengan pelayan,namun nyatanya mami Widya hanya memiliki satu pelayan saja,itu pun hanya membantunya untuk memasak.sesuai dengan apa yang ia ceritakan sepanjang perjalanan.
Alisha sedikit tak percaya,namun sekarang kebenaran tentang mertuanya yang lebih suka kesederhanaan sepertinya nyata adanya.
" Selamat datang di rumah kami yang sederhana ini ya sayang,di sini gak ada lift kaya di rumah Ryan atau Reza ya,naik tangga biar sehat." mami Widya tertawa kecil.
" Jangan gitu mi,Alisha suka rumah sederhana apa lagi tanaman mami dan beberapa pohon itu,bikin adem."ujar sang menantu.
" Mami dari kapan tinggal disini ? " Alisha bertanya sembari melangkahkan kaki nya menuju masuk ke dalam rumah.
" Kurang lebih ya 6 tahun sayang." Alisha manggut manggut.
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam rumah,sang art yang sering di panggi Mar oleh mami Widya ternyata memyambut kedatangan mereka dengan senyum sumringah.
Ia yang mendapat kabar jika sang anak majikan,Vier telah menikah membuat bi mar bahagia,karena kabar itu menandakan bahwa Vier benar benar sudah kembali ke jalan lurusnya.
" Selamat datang bu." Sapa Mar.
" Ini oleh oleh dari besan,kamu buka semua ya mar ! " Mar yang memiliki nama lengkap,Mariani itu membawa seluruh barang yang diserahkan kepadanya.
" Mau langsung ke kamar atau mau duduk disini dulu baby ! " Alisha yang di panggil seperti itu di depan mami Widya merasa canggung.sedangkan mami Widya yang tak ingin menganggu pasangan pengantin baru itu memilih langsung ke kamarnya.
" Langsung ke kamar saja kak,Al mau langsung mandi." Vier langsung menggenggam tangan sang istri dan menarik nya pelan menuju tangga.
Cek lek
Vier membuka pintu kamarnya pelan,wangi khas seorang Vier langsung menguar masuk ke indera penciuman sang istri.bau nya khas sekali,wangi bunga mawar ?" benak Alisha.
" Dia yang selama ini nemenin kakak,sejak kamu pindah ke Solo,kakak tinggal bersama dengan mami lagi dan membawa serta dia." Vier menunjuk lukisan itu.
" Ini Al kan kak,bukanya ini gaun pengantin yang kakak buat untuk pemotreran waktu Al jadi model dadakan itu kan ? " Alisha benar benar takjub,ia benar benar tak menyangka,jika foto itu berubah menjadi sebuah lukisan seperti ini.
" Vier mengangguk," waktu itu kakak gak kepikiran untuk membuatnya jadi sebuah lukisan,tapi si Zayyan asisten kakak yang justru menyarankan di ubah jadi lukisan,dan ternyata hasilnya benar benar hidup,kakak selalu merasa kamu selalu ada disini."Vier tak lagi bisa menutupi rona merah di wajahnya dan itu tak luput dari pandangan sang istri.
" Cup ! " Alisha mencium pipi Vier tanpa permisi.
" Vier mengusap bekas itu dan menoleh ke arah Alisha." udah gak malu ya sekarang,cium kakak ? " Vier mencoba menggoda Alisha.
__ADS_1
" Maaf ya kak ! " Alisha menjeda kalimatnya.
" Maaf jika selama ini Al tidak pernah mengerti perasaan kakak,Al ..
" Sut,jangan minta maaf ! kamu gak pernah salah,justru kakak yang minta maaf,karena telah kurang ajar menyukai istri sepupu kakak sendiri,tapi jika Al tanya gimana persaan kakak sekarang,kakak sangat bahagia,bahwa Tuhan mengabulkan doa kakak agar bisa menjadikan mu istri kakak.
Vier pun mulai menjelaskan jika selama ini sebenarnya ia juga merasa tak enak dengan Reza,namun apa yang bisa ia lakukan jika rasa itu terlanjur datang dan tak bisa di bendung,namun ia sadar akan posisinya dan mencoba memedamnya saja.
Namun setelah bertemu dengan Alisha di Kota Pelajar waktu itu,membuat tekad sebelumnya yang sudah padam,justru menjadi semakin besar untuk meminang Alisha,walau setelah ini ia pasti akan berurusan dengan Reza dan keluarga besarnya,karena bagaimana pun ia juga tahu jika selama ini Reza masih sangat mengharapkan Alisha begitupun kedua orangtua Reza,tapi apapun yang terjadi kini rintangan apapun akan ia hadapi walau harus berurusan dengan keluarganya sendiri.
Alisha memandang lekat sang suami,ia merasa trenyuh dengan semua ucapannya,ia tak pernah mengira jika akan di cintai setulus itu oleh seorang Vier.
****
Satu minggu berlalu Alisha yang tadinya masih canggung kini sudah mulai terbiasa berada di rumah itu,mami Widya mengatakan jika rumah ini sekarang juga menjadi miliknya,karena ia sudah resmi menjadi istri Vier secara hukum.
Setelah dua hari di Jakarta Vier yang tak ingin ada masalah karena ia dan Al belum memiliki buku nikah,meminta orang datang ke Solo untuk mengambil berkas berkas milik Alisha dan juga mengabari jika Alisha telah menikah.
Namun sebelum seseorang yang Vier suruh itu sampai,Alisha sudah lebih dulu mengabari bude Warti agar sang bude tidak terkejut dan berpikir yang tidak tidak.
Bude Warti yang mendengar kabar tersebut sangat bahagia jika Alisha sang keponakan sudah mendapatkan jodohnya kembali,Alisha juga mengatakan akan berkunjung kesana setelah sang suami memiliki waktu luang,bude Warti juga tak lupa mendoakan agar pernikahan Alisha kali ini langgeng hingga mauy memisahkan.
Alisha pun mengamini doa bude Warti yang merupakan saudara satu satunya sang ibu.
Sedang kan dua karyawan Alisha justru merasa sedih karena Alisha tidak akan kembali menjadi bos mereka,namun apa yang terjadi,Alisha justru meminta mereka ke Jakarta agar mendapat pekerjaan yang lebih baik.
__ADS_1
Linggar dan Wati tadinya tidak mau,karena bagaimana pun Jakarta itu jauh,dan mereka tak pernah pergi kemanapun.tapi setelah Alisha mengatakn jika akan membiayai kuliah mereka berdua,mereka langsung antusias dan setuju untuk ke jakarta.