Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 25 - Ruang Baru untuk Alisha


__ADS_3

Satu minggu berlalu,dua hari lalu Alisha di perbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya,namun ia tetap di jadwalkan untuk ke psikiater,setelah dokter yang menangani Alisha bekerja sama dengan spesialis jiwa,mereka mengatakan jika Alisha terkena stress-induced cardiomyophaty atau lebih terkenal dengan sebutan sindrom patah hati.


Hal ini mengakibatkan detak jantung Alisha sedikit terganggu,dokter menyarankan untuk mengobati secara perlahan karena bagaimana pun gejala yang di timbulkan akan semakin parah jika Alisha tak di tangani dengan baik.


Dokter juga mengatakan,jangan pertemukan Alisha pada seseorang yang membuat ia terguncang apa lagi membahas hal hal seputar masalahnya,biarkan di tangani dahulu agar bisa seperti sedia kala dan berikan ia tempat tinggal baru yang tak memiliki kenangan apapun kepada seseorang yang mengganggu pikirannya,itu adalah pesan dokter sebelum Alisha pulang.


" Sayang ! " mami Nadine masuk ke dalam kamar Alisha untuk membangunkan sang menantu.


" Masih tidur ! " biasanya dia gak pernah tidur kalo waktu dzuhur kaya gini," gumamnya.


" Al ! " mami Nadine menepuk pundak Alisha yang sedang tidur menghadap ke arah kiri.Alisha menggeliat dan memindahkan posisi nya.


" Iya mi ! " lirihnya.


" Makan siang dulu yuk ! " bi Rosi udah masak tuh.belum solat juga kan ? " lanjutnya." Alisha mengangguk.


Ia bangkit dan duduk untuk mengumpulkan tenaga,Alisha juga menarik nafasnya perlahan agar ia merasa lebih relaks.


" Ya sudah mami tinggal ya." iya mih." ujar Alisha


Alisha bangun dan melangkahkan kaki nya,ia menyibak tirai berwarna maroon itu lebar lebar.ia melihat pantai buatan yang ada di hadapannya menjadi pemandangan yang sangat memanjakan mata Alisha.


Apartemen bercat biru laut di setiap sudut ruangannya kini menjadi tempat ia beristirahat dan melepas semua beban yang ada padanya,tentunya ini bukan milik sang suami namun milik si pria cantik,ibu perinya.


Mami Nadine yang sudah tahu kejadian sebenarnya dari papi Raja dua hari sebelum Alisha pulang pun sempat syok dan tensi darahnya kembali naik bahkan sempat tak sadarkan diri.


Setelah sehari semalam di rawat di rumah sakit yang sama dengan sang menantu dan mengetahui kondisi Al dari dokter yang bersangkutan mami Nadine pasrah ia sangat terpukul namun ia menyadari satu hal menantunya membutuhkan dukungan nya,walau di benak nya terus bergumam kenapa hal seperti ini bisa terjadi.


Ia juga sangat marah dengan sang anak,bahkan mami Nadine tak mengatakan apapun ketika Reza menjelaskan kronologinya.hingga detik ini,ia masih tak mau melihat apa lagi bertemu dengan Reza.

__ADS_1


" Dret Dret ! " 🎶 " Bunyi ponsel Alisha berdering.


" Assallamualaikum." Alisha menjawab telponnya.


" Walaikumsalam Al,sudah makan ? " Tanya sang suami.ya Reza yang menghubunginya.


" Belum,Al mau solat dulu setelah itu makan siang." jawabnya singkat.


" Ya sudah mas juga ingin makan siang,mas merindukanmu." ujar nya lirih.


" Ya sudah,Alisha tutup telponnya." tut.." panggilan terputus sepihak.


Reza memang tidak di perbolehkan menemui Alisha sampai Alisha benar benar menerima keadaan ini,Alisha yang tak tahu bagaimana isi hatinya kini hanya mengikuti saran semua orang,mungkin memang itu demi kebaikannya.


****


" Bagaimana pak ? " tanya Rizal.


" Maaf ya pak,jika saja waktu itu saya tidak pulang duluan,mungkin semua ini tidak terjadi." Rizal sangat menyesali keadaan sang bos.


" Tidak apa zal,mungkin memang sudah takdir saya begini.semenjak beberapa bulan sebelum kejadian itupun saya sudah merasakan sesuatu seakan akan saya dan Alisha akan berpisah.hingga tanpa sadar saya bersikap berlebihan,kalau Al bilang saya semakin posesif." Reza terkekeh.


" Lalu bagaimana dengan nona davina pak ! " Reza yang menunduk langsung mendongak mendengar nama wanita hamil itu.


" Hah ! " Reza membuang nafasnya,Berikan semua yang dia mau,asalkan anak itu baik baik saja,ntah benar atau tidak namun saya mau anak itu lahir dengan sehat." tukas nya.


Rizal mengangguk menyetujui apa yang Reza inginkan bagaimana pun anak di rahim davina tak bersalah,mungkin suatu saat justru anak itu yang akan membuat semua kondisi ini membaik,namun ntah dengan davina.


" Brak ! " Perempuan itu membuka pintu keras hingga membuat Rizal terkejut.

__ADS_1


" Apa anda tidak bisa pelan,apa anda tidak takut terjadi sesuatu dengan anak itu." Rizal memgatakannya dengan menatap tajam davina tepat di manik matanya.


" Kemana tuanmu ? " saya butuh dia bukan kamu ! " Sarkasnya.


" Tuan Reza tidak ingin terjadi fitnah,maka ia menyuruh saya untuk membantu keperluan anda nona davina ! " Rizal berdiri dari duduknya,dan memberikan davina amplop.


" Disitu ada atm dan buku tabungannya,semua yang ada di dalam untuk keperluan anda dan anak di dalam perut anda,dan besok siang saya harap nona bersiap bawa yang anda perlukan,kita akan pindah ke apartemen di tengah kota agar nona bisa melakukan aktifitas yang anda ingin kan." ujar Rizal panjang lebar.


" Bagus ! " Tuanmu lumayan juga,lagian semua orang juga sudah tahu bukan,jadi apa lagi masalahnya.besok aku akan berkemas." menatap Rizal meremehkan.


" Tapi satu hal yang harus anda patuhi,jangan mencari tahu apapun tentang tuan Reza dan istrinya." jika anda macam macam,nona juga akan berakhir di penjara seperti pacar teman anda itu,ah satu lagi teman anda juga sudah saya kembalikan ke kota pelajar.


" Davina yang mendengar kata penjara terkejut,sampai memegang perutnya sedikit merematnya." oke akan patuh." jawabnya singkat lalu meninggalkan Rizal begitu saja di ruang tengah.


****


Pekerjaan yang sempat tertunda membuat pria menawan itu sibuk saat ini,walau Alisha tinggal di apartemen miliknya namun ia belum sempat menengok apa lagi menghubunginya.ia merasa bahwa Alisha membutuhkan waktu yang cukup untuk menenangkan diri nya.


" Dret dret ! " getar ponsel pintarnya mengalihkan Vier dari pensil dan buku gambarnya.


" Vier apa kamu tidak mengunjungi Alisha ? "


Pesan singkat dari Ryan membuatnya mengernyit,mengunjungi benak nya.ia bukan tak ingin tapi ia takut sesuatu terjadi dan akan membuat dirinya semakin tak bisa lepas.


Sehari setelah Alisha siuman Vier memang tidak lagi mengunjungi Alisha,karena ia merasa bahwa tugasnya telah selesai apa lagi Reza juga tampak tak nyaman dengan keberadaannya.


Mami Widya yang mengajaknya untuk mengunjungi Alisha bersama samapun ia menolak,ia beralasan jika pekerjaan nya banyak dan tak bisa di ganggu,padahal ia yang membawa Alisha kerumah sakit bahkan menunggunya.


" Apa aku perlu mengunjunginya ? " gumamnya melihat layar ponsel pintarnya.mungkin menghubunginya saja sudah cukup." benaknya "

__ADS_1


Namun tiba tiba Vier menepuk jidatnya,ia lupa bahwa ia tak memiliki nomer ponsel Alisha.karena memang selama ini ia tak pernah menghubungi Alisha secara langsung semua melewati Reza.


__ADS_2