Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 58 - Manjanya Vier,Reza Pantang Menyerah


__ADS_3

Mami Nadine yang lelah terus mengetuk pintu dan memanggil sang anak memilih memutar badannya dan duduk di ruang tamu.


" Dimana istri saya Rosi ? " Tanya Tuannya yang baru saja tiba di kediamannya karena urusan di luar kota.


" Nyonya pergi dari tadi Tuan,bilangnya mau ke Apartemen Den Reza." Bi Rosi menjelaskan sesuai yang di katakan sang Nyonya.


" Pagi pagi begini ? " Bi Rosi mengangguk.Ada apa lagi ini," batinnya.


Tuan besar keluarga Pratama itu pun langsung menyusul sang istri ke apartemen sang anak,walau sebenarnya ia lelah.


Sedangkan Sang anak,Reza.masih mengurung diri di kamarnya dengan gumamam gumamam kecil yang keluar dari bibirnya.


Ia menatap kosong pada potret wanita yang tersenyum itu,seakan senyum itu hanya di tunjukkan padanya.


Namun seketika ia menangis,meraung,bahwa kenyataan tidak sesuai dengan khayalannya.


Ia mulai berpikir,kemarin Rizal mengatakan jika Alisha berada di bandung dan sudah tinggal disana beberapa bulan ini,apakah sang asisten membohonginya.


" Aaarrrggghhh ! " Reza berteriak meluapkan isi hatinya.


Ia tatap potret itu dengan nyalang,Reza mulai berpikir keras,apa yang telah dia lewatkan.sehingga tak tahu kabar besar itu.Tapi ia meyakinkan dirinya bahwa ia belum terlambat,dua tahun ia berdiam diri.namun tidak untuk sekarang.


Alisha nya adalah miliknya.


****


" Hoek hoek...! " Alisha memegang perut nya serta menepuk dadanya setelah mengeluarkan isi perutnya.


" Hah hah ! " Ya Allah,aku ini kenapa ! " Gumamnya.


Vier yang tak melihat sang istri di dapur,bingung.Ia berlari kecil mencari Alisha hingga ke teras depan,namun hanya ada sang ibu saja.


" Al mana mi ? " nerusin masakan Mar,Mar pamit ke minimarket depan ada yang habis katanya.


" Enggak ada ! " Siapa ? " tanya Viana yang datang dari arah belakang Vier.


"Alisha enggak ada di dapur." Ujar Vier.


" Ada kok,terus yang kakak lihat di dapur itu siapa? hantu ! " Sarkas Viana.


Vier tak menghiraukan sang kakak,ia langsung menuju dapur apa benar Alishanya ada disana.

__ADS_1


" Bucin ! " Seru Viana,membuat sang ibu menggelengkan kepala dan tertawa.


" Baby ! " Alisha menoleh kesumber suara.


" Ada apa kak ? " darimana ? " Tanya Vier.


" Alisha dari tadi disini,nungguin masakan Mbak Mar.Kenapa ? " Tanya Alisha.Bukan menjawab justru Vier memeluk Alisha dari samping dan mencium aroma sang istri dengan sedikit menyibak hijab Alisha.


" Kakak Apa sih,geli ! " Alisha pukul pakai sedok sayur nih." Vier langsung melepas pelukannya,ia menarik kursi itu dan duduk menyangga kepalanya dengan kedua tangan,manyun.


Alisha yang melihat Vier bersikap seperti itu sungguh sangat menikmati,apa lagi ekspresi Vier jika sedang merajuk,Alisha sangat menyukainya.lucu seperti anak kecil,kata Alisha.


" Kakak kenapa,Alisha memeluk suaminya dari belakang,setelah mematikan kompor karena masakannya telah matang.


" Hari ini ikut kakak ke butik yuk ? " Alisha memandang wajah suaminya itu dari samping.


" Ngapain,nanti Al ganggu kakak kerja." Ujar sang istri.


Vier yang mendengar Alisha menolak peemintaannya membuatnya sedih,hingga tanpa sadar airmata itu lolos begitu saja.


Alisha yang melihat air mata itu jatuh,mengernyitkan dahinya," suami aku ini kenapa sih ! " Batinnya.


" Jadi Al enggak mau ikut kakak ? " Alisha tak menjawab,karena ia bingung dengan sikap Vier.


****


# Apartemen Reza


Papi Raja yang baru saja datang,menatap bingung kepada sang istri yang hanya diam menyangga dagunya.


Sedangkan Reza yang ia panggil dengan mengetuk pintu kamar sang anak juga tak mendapat respon apapun.


" Mih ! " panggilnya pada sang istri.


" Papa memiliki segalanya kan ? " tanya sang istri tiba tiba.


" Apa maksud mami ? "


" Kembalikan Alisha pada Reza anak kita pi ! " Tuan Raja menukikkan alisnya,mengembalikan ?" apa maksudnya," batinnya bergumam.


Mami Nadine pun menceritakan kejadian yang ia alami ketika berkunjung ke rumah adik iparnya,Widya.ia mengatakan jika kebenaran tentang Vier yang telah menikah itu benar adanya.

__ADS_1


Papi Raja masih menyimak dan menatap sang istri serius,sejurus kemudian ia membulatkam matanya mendengar perkataan sang istri.


" Kamu yakin mi ! " Papi Raja memastikan jika pendengarannya tak salah.


" Alisha disana pi,bahkan ia berani nentang mami hanya untuk membela anak kemayu itu ! " Sarkas mami Nadine.


" Reza selama ini masih sangat menunggu Alisha bisa kembali padanya pi,Walau ia selalu beralasan karena ia takut jika menikah akan mendapat wanita yang salah untuk Ghai,tapi kenyataannya ia hanya beralasan saja,karena Reza masih mencintai Alisha." Ujar sang ibu.


" Tapi mih,jika benar Vier sudah menikahi Alisha.Reza akan jadi pria jahat jika sekarang ia merebut Alisha dari Vier,bagaimana pun Reza tak ada hak mi.justru tindakam gegabah ini akan semakin merusak citra keluarga kita." Papi Raja menghela nafa nya panjang.


" Tapi Reza akan melakukannya ! " Reza datang mengejutkan sepasang paruhbaya itu.


" Apa maksud kamu ? " Papi Raja menatap sang anak tajam.


" Dulu atau sekarang,Reza tetap akan lebih unggul dari nya,dan selalu begitu ! " Reza langsung menuju pintu dan keluar dari apartemennya.Papo Raja hanya bisa terdiam,sedangkan sang istri menarik sudut bibirnya mendengar perkataan sang anak.


****


Vier yang tadi merajuk kini sedang berada di balik selimut memeluk istrinya erat,bahkan Alisha sampai tak dapat menggerakkan kakinya.


Alisha yang tak mengerti suaminya itu merajuk karena apa,tetap merayu Vier agar tak marah.Walau sebenarnya Alisha ingin sekali tertawa.


" Kakak." panggil Alisha.


" Hem ! " Viee hanya berdehem,sembari mengendus tubuh sang istri.


" Kakak enggak jadi ke butik,pak Zayyan udah telpon beberapa kali lo ! "Alisha mencoba merayu Vier.


" Kecuali kami ikut ! " Alisha menghela nafas.


Sedangkan di butik sang asisten sedang mengumpat kesal pada sang bos,karena tak memberi tahunya jika ia tak datang ke butik,sehingga ia harus terkena omelan pelanggan mereka yang temu janji hari ini.


" Kalau Al enggak mau ? " Tanya sang istri.


" Kakak akan di rumah ! " Jawab Vier sekenanya,karena mata nya sudah sangat mengantuk,padahal ini masih pukul 10 pagi,aroma dari tubuh sang istri benar benar membuatnya nyaman.


Alisha yang tak lagi mendengar lanjutan kalimat dari sang suami menundukkan kepalanya untuk melihat kenapa Vier tiba tiba diam.


" Lah ! " tidur ? " Alisha langsung melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


" Jam 10." gumam Alisha.

__ADS_1


Alisha sedikit heran dengan kelakuan Vier,memang beberapa hari ini ia sedikit aneh,Vier suka sekali tidur di pagi hari,namun sebelum tertidur Vier selalu merajuk dengan hal hal yang aneh.


" Kakak kenapa sih ? " Batin Alisha,ia usap surai lembut itu perlahan,membuat Vier semakin dalam mengarungi mimpi indahnya.


__ADS_2