Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 37 - Memulai dai Awal Lagi


__ADS_3

...💐 Dua Tahun Kemudian 💐...


Di sebuah rumah peninggalan kedua orang tuanya wanita berhijab itu tengah menikmati sarapan paginya sebelum melakukan aktifitasnya sehari hari.


Terkadang ia ingin kembali jika melihat foto orang orang yang ia sayang dan rindukan,namu masih tidak ada alasan untuk kembali kesana,walau ia sangat ingin.


Perpisahan dua tahun lalu cukup membuatnya lega namun membuatnya benar benar terpuruk.perjanjian yang ia buat dengan sang mantan suami membuat perpisahan itu ternyata semakin membuat hati mereka berat,namun mereka tetap harus memilih.


Flashback on


# Rumah Sakit


Pagi pukul 4.30 pagi Alisha terbangun karena mendengar suara adzan di ponsel Reza,Reza yang masih terlelap di di samping Aliaha dengan menumpu kedua tangannya tak terusik padahal ponsel itu berada di kantong hodie nya.


" Mas ! " lirihnya memanggil sang suami.


Alisha yang tahu Reza kelelahan memilih mengusap kepalanya pelan agar suaminya terbangun.dan benar saja Reza langsung membuka mata merasakan usapan itu.


" Sayang,kamu sadar ? " Reza langsung memeluk istrinya itu.


" Mas berat ! " ma maaf sayang." Reza langsung melepaskan pelukannya dan kembali duduk.Reza memandang sendu sang istri namun ia sangat lega istrinya telah sadar.


" Auch ! " Alisha meringis merasakan sakit di pergelangan tangannya.


" Sakit ya ? " Alisha mengangguk,kemarin waktu motongnya gak sakit,kenapa sekarang sakit." ujar Alisha membuat Reza tersenyum kecil.


" Maafin mas,karena rasa takut kehilangan mu membuat mas salah mengambil langkah dan membuatmu seperti ini.


Alisha tersenyum." gak apa mas,jika semua yang Al lakukan bisa menyadarkan mas dari semua kesalahan yang mas lakukan Al akan lakukan itu,melihat mas seperti kemarin justru membuat Al semakin takut jika mas akan menyesal seumur hidup dan membuat hubungan kita semakin hancur.


" Maaf ya,karena rasa cemburu yang tak beralasan membuat mas gelap mata,dan hampir melecehkan istri mas sendiri." Reza menggenggan tangan Alisha dan menciumnya.


" Sekarang apapun keputusanmu mas akan penuhi ! " Alisha menatap mata pria yang sangat ia cintai itu mendengar ucapannya.


" Apa mas siap dengan permintaan Al ? " Reza mengangguk.bisakah kita jalani rumah tangga ini seperti pasangan yang lainnya sebelum waktu itu datang ? " tanya Alisha.


"Reza yang mendengar pertanyaan Alisha sedikit terkejut,Alisha nya masih mau memberikannya kesempatan." Kita jalani untuk kenangan terakhir kita ? " Alisha mengangguk.


" Bisakah mas yang mengurus gugatan itu,selama gugatan itu di proses kita jalani rumah tangga ini dengan semestinya.

__ADS_1


" Iya mas akan mengurusnya,terimakasih Al masih mau memberikan kesempatan pada laki laki yang telah menghancurkan impianmu." Reza mendekat ke Alisha dan mencium kening itu lama.


" Impian kita,bukan hanya impian Al."


Flashback off


Alisha memandang jauh,jika mengingat perjanjian itu.menyesakkan dada namun harus ia lakukan,ia tak mau terus menerus bersama Reza dengan menahan rasa kecewanya yang berat dan seakan akan seperti tak terjadi apapun,ia tak bisa.


Ia bersyukur Reza yang selalu mendapat apa yang ia mau,bisa se ihklas itu menerima perpisahan ini walau hatinya sakit,Alisha tahu itu.pihak kedua keluarga yang tahu keputusan mereke satu minggu setelah insiden itu pun tak bisa melakukan apa apa,karena bagi mereka kebahagian Alisha dan Reza adalah utama.


Mami Nadine yang sempat tak terima dengan keputusan Reza yang mengiyakan permintaan Alisha juga sangat marah,namun setelah Alisha sendiri datang dan menjelaskan apa yang mereka hadapi mami Nadine mencoba mengerti,bahwa keputusan ini bukan semata mata hanya karena emosi belaka.


" Puk " Tepukan halus membuat Alisha menoleh.


" Ngelamun opo to nduk ? " isih isuk." ujar wanita paruh baya yang merupakan budenya itu.


" Gak apa apa bude ! " Alisha tersenyum.


" Kapan golek jodo meneh,wes dua tahun lo ! " Alisha tertawa kecil.


" Mau dua,tiga tahun pun kalo jodohnya belum datang,Al bisa apa bude.


" Biarin bude,Al aja yang bersihkan nanti." pinta Alisha.


" Ora po po,kerjaan bude wes rampung.anak anak juga sudah berangkat kesekolah.


" Kamu sama mbakmu itu keponakan bude menggantikan ibu mu,jadi bude akan mengurusmu seperti bude mengurus ibumu dulu.


" Makasih ya bude,gak salah Al pindah ke Solo ya ! " Alisha memeluk bude warti dari belakang.


" Ora salah,kamu pinter jadi rumah ini ada yang nempatin.gak kosong lagi,bude juga doakan kamu dapat jodoh orang sini,biar bisa tetep disini." ujarnya.


Lalu aset yang di berikan mantan suami dan keluarga suamimu di jakarta pie ? " Al menggeleng.


" Rasanya gak pantas bude Al dapat itu semua,terlalu banyak,Al gak tahu mau di apakan.


Reza dan mami Nadine memang memberika banyak harta pada Alisha untuk menunjang kehidupannya namun semua itu ia tak membawanya,semua ia simpan rapi di apartemen yang Reza belikan untuknya.


" Ya sudah kalu begitu,mau berangkat sekarang ? " Al melihat jam di pergelangan tangannya.

__ADS_1


" Iya bude,anak anak pasti udah dateng." Alisha langsung bangkit dari duduknya ia meraih tangan keriput itu dan menciumnya lembut.


Alisha langsung meraih sepeda nya dan mengayuh pelan menuju toko baju yang ia rintis semenjak datang ke kota ini.


Tak butuh waktu lama sepuluh menit kemudian ia sudah sampai di depan toko,dan benar saja para karyawannya sudah menunggubdi depam pintu.


" Mba al lama deh ! " ujar pria tinggi gagah namun mengecat kuku nya dengan warna merah terang itu.


" Pasti keasikan ngobrol sama bude warti nih ! " ujar wanita bertubuh pendek namun manis bak gula jawa.


" Iya iya maaf." Alisha mengatupkan kedua tangannya sekilas.


" Dimaafin ! " linggar merangkul Alisha seperti biasa,jika melihat linggar Alisha teringat dengan ibu perinya disana.


****


Di rumah yang biasanya sepi kini ramai karena sang anak kembali tinggal di rumah dan menemaninya sejak satu tahun lalu.


Sejak ia memutuskan untuk memulai kembali kehidupannya menjadi seseorang yang baru ia memilih tinggal bersama sang ibu tercinta.


" Vier,kapan mau cari mantu buat mami ? " Vier yang masih asik dengan alat alat kerjanya terpakasa menghentikan kegiatannya.


" Calon mantunya masih delay mi,tunggu aja." jawab Vier asal.


" Emang pesawa delay ! " mami Widya menepuk pundak keraa sang anak.


" Mami kebiasaan,sakit mi ! " eleh,laki kok cemen." mami Widya kembali duduk.


" Apa masih nunggu wanita yang ada di kamarmu itu ? " gak ada wanita di kamar Vier mi." ketusnya.


" Maksud mami yang lukisan itu lo,lukisan perempuan cantik janda kembang." mami Widya tertawa.


" Ish mami,ngledek mulu ! " Vier merona.


" Haha ! " wajahmu gak bisa sembunyiin itu Vier.kalo cinta tu kejar ! " mami Widya geram.


" Jodoh nya memang belum sampai mi." mami Widya menepuk jidatnya ia tak mengerti apa yang di maksud jodohmya belum sampai,karena kata kata itu selalu keluar dari mulut Vier jika mami Widya menanyakan soal jodoh pada sang anak.


" Kalo belum sampai sampai,ya jemput.gitu aja repot ! " benak mami Widya.

__ADS_1


__ADS_2