Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 39 - Kilometer 0 Kota Pelajar


__ADS_3

Hari ini,para trio yang di pimpin oleh Alisha akan bertandang ke kota pelajar,kota yang banyak akan destinasi wisata itu juga memiliki beberapa julukan yang sangat terkenal.


Kota yang terkenal dengan candi yang memiliki sejarah menggemparkan itu selalu membuat orang orang ingin kembali lagi walau sudah berkali kali bertandang kesana.


Karena acara yang akan di ikuti Linggar dan Wati pagi hari maka malam ini mereka akan berangkat setelah Alisha memesan hotel untuk mereka tinggali selama disana.


" Siap ? " Ujar Alisha.


" Siap mba ! " Seru mereka,Alisha dan rombongan berangkat menggunakan mobil Alisha yang ia beli setelah sampai di solo,ia merasa sudah harus mengasah kembali pelajaran menyetirnya,karena bagaimana pun di sini tak ada siapapun yang bisa ia andalkan selain dirinya sendiri.


" Hotelnya kita nanti dimana mba ? " tanya Wati.


" Mba sengaja pesen hotel di deket pusat kota itu,jadi enak kalo malam bisa jalan jalan,sekaligus bisa kulineran." ujar Alisha.


" Wah mantap ! " Ujar Linggar berseru.


Satu setengah jam mereka mengarungi jalan itu dan akhirnya sampai disalah satu hotel yang akan menjadi tempat istirahat mereka selama tiga hari di Kota Pelajar.


Alisha yang lelah langsung memilih untuk masuk kedalam kamar yang akan ia tinggali bersama Wati sedangkan Linggar tinggal di kamar sebelah.


Pagi di Kota Pelajar disambut dengan guyuran hujan yang cukup deras,Alisha yang memang sedang tak bisa menunaikan kewajibannya itu masih memeluk selimutnya erat.


Sedangkan Wati juga masih berada di bawah selimutnya karena ia memang tak menunaikan kewajiban sebagai umat muslim,melainkan ke gereja.


" Tok Tok ! "


" Mba Alis,Wati ! " teriak Linggar dari arah depan pintu.


" Kebo semua yah gini ! " omel Linggar menyenderkan tubuhnya di depan pintu.


" Cek lek ! " gubrak " Linggar yang tidak siap,terjatuh setelah Alisha membuka pintu."


" Ya ampun Linggar,ngapain sih ! " Alisha membantu Linggar berdiri.


" Mba Alis gak bilang bilang mau buka pintu." Linggar mengusap punggungnya karena sakit.


" Ya maaf,mba nyari hijab mba dulu langsung aja buka pintu." sakit ya ? " Linggar mengangguk seperti anak kecil.


" Alah,lebay ! " Wati membuka selimutnya dan langsung duduk menyender ke tempat tidur.


" Coba kami yang yang jatuh ! " seru Linggar.

__ADS_1


" Emoh ! " Ujar Wati meledek.


" Oh awas yo ! " Linggar langsung naik ke atas ranjang Wati dan menggelitik sang teman seperjuangan itu,Wati yang kegelian hanya bisa berteriak membuat beberapa orang yang lewat kamar mereka menengok kedalam,Alisha memang tak pernah menutup pintu jika sedang di dalam ruangn bersama Linggar walau di ditempat itu ada Wati,karena bagaimana pun Linggar tetap seorang pria walau ia bertingkah sedikit gemulai.


Jika Alisha dan para bocilnya sedang bermain gelitik hingga membuat kamar mereka bak kapal tenggelam,berbeda dengan Pria tampan dengan surai panjangnya.


Ia yang datang bersama para desainer kondang dari jakarta sedang menjadi pusat perhatian orang orang di bandara karena gayanya bak bintang anime.


Mereka sesekali menoleh ada yang berbisik ada juga yang terang terangan memandang Vier dari jauh ataupun dekat.


" Seperti biasa ya pak Zay,bos selalu jadi pusat perhatian." ujar Danis.


" Dimana pun ! " Zayyan terkekeh.


Setelah keluar dari bandara Vier dan para kawan kawan sejawatnya langsung masuk kedalam mobil yang secara khusus menjeput mereka.


Setibanya di hotel Vier tak langsung masuk kedalam kamarnya namun ia memilih duduk di lobi.


" Anda tidak istirahat dulu bos ? " tanya Zayyan.


" Gak perlu Zay,bukannya acara nya jam 9 ? " Vier melihat jam di pergelangan tangannya.


" Boleh Zay,ajak Danis juga." Zayyan mengangguk.Vier memang selalu seperti itu ia tepat waktu,Vier tidak suka membuang waktu apa lagi masalah pekerjaan dalam acara seperti ini,mungkin itu yang menjadikannya selalu disegani dan di hormati banyak orang walau gosip miring sering menerpa kehidupannya.


Pukul delapan pagi,Wati serta Linggar sudah bersiap untuk datang ke acara tersebut,Alisha sang supir juga sudah siap dengan tas kecil yang ia selempangkan di pundaknya.


Tak butuh waktu lama,mereka akhirnya sampai ketempat yang mereka tuju,setelah masuk dan mendapat kartu parkir Alisha dan dua anak beranjak dewasa itu langsung masuk ke tempart acara.


" Sampai sini aja ya,mba anternya ! " kalian harus bener bener belajar nya." ujar Alisha.


" Siap mba Alis ! " tukas Linggar dan Wati bersamaan.


Setelah mengantar dua anak pegawai nya itu,Alisha langsung menuju bazar di area taman yang ada di timur ruangan besar itu.


" Wah banyak juga makanan ya padahal masih pagi " Alisha menjelajahi seluruh stand untuk mendapatkan makanan yang ia inginkan,di sepanjang jalan setiap orang membicarakan para desainer yang datang dari jakarta.


" Iya lo,katanya desainer yang jarang ikut itu hari ini hadir." ujar salah satu orang.


" Yang katanya punya rambut panjang dan cantik itu ? " kata temannya lagi.


" Deg,Alisha langsung mengehetikan langkahnya." kak Vier." lirihnya.

__ADS_1


" Apa iya,dia juga salah satu dari seluruh desainer yang datang." benak Alisha.


" Tapi,di beranda web kemarin tidak ada namanya ! "lanjutnya,ah mungkin bukan dia." Alisha yang berpikir bahwa tak mungkin Vier hadir di acara seperti ini pun langsung melajukan langkahnya ke tempat parkir untuk melanjutkan perjalanannya.


Acara yang cukup meriah,seluruh desainer pemula memamerkan seluruh hasil karya mereka,Vier cukup senang karena ia merasa tak sia sia datang kesini,setelah sesi pemula di lanjutkan untuk para desainer handal yang masih belum bisa melaju ke kancah nasional karena mungkin terbatasnya anggaran atau dukungan.


Linggar dan Wati benar benar menikmati setiap sesi dari acara tersebut,seluruh busana dan acsesoris yang di pamerkan oleh para model itu sungguh indah,cukup membuat seorang Linggar berkhayal.


***


Alisha yang kini berada di kilometer 0 kota pelajar,ia sedang menikmati waktu nya serta sesekali berfoto dan ia pajang di sosial medianya walau hal ini tak sering ia lakukan.


" Lumayan lah,hiburan sesekali,terakhir kesini setengah tahun lalu itu pun karena ngambil barang." Alisha terkekeh sendiri.


Alisha melajukan langkahnya lagi menuju pasar terkenal yang ada di kawasan wisata itu untuk melihat lihat batik,yang mungkin ada mode baru untuk mengisi tokonya.


" Zay ? " iya bos ! " Zayyan menoleh ke arah Vier.


" Ini di daerah mana ? " Vier menunjukkan sebuah foto seseorang dari sosial medianya.


" Itu bukannya kilometer nol ya bos ! " iya dimana ? " geram Vier.


" Oh,di di kawasan wisata M itu bos ! " Zayyan sedikit terkejut melihat Vier menampakan wajah geram seperti itu.


" Sekarang kita kesana ! " Vier bangkit dari duduknya dan membuat para desainer lain terkejut.


" Pak Vier acara belum selesai ! " ujar salah satu penyelenggara.


" Sudah ada karyawan saya yang mewakili,anda bisa tanya apapun padanya." menujuk Danis dengan dagunya.


" Ayo zay ! " Zayyan hanya menurut dan mengikuti Vier dari belakang.


" Tapi kan kita gak ada kendaraan disini bos ! " Vier menghentikan langkahnya,ia terdiam sebentar.


" Pinjam motor salah satu panitia,sekarang ! " seru Vier.


" Zayyan melonggo,motor ?" benaknya.


" Zayyan ! " seru Vier.


" Iya iya bos ! "

__ADS_1


__ADS_2