
Hari ini Alisha dan Vier tengah memilih dan memilah mana hadiah yang akan ia pakai dan mana yang akan mereka kirim kerumah lama,karena rencananya setelah Alisha melahirkan mereka akan kembali ke rumah lama yang tentunya lebih Luas.
Dua minggu lalu keluarga kecil ini telah menyelenggarakan acara 7 bulanan untuk si jabang bayi yang tengah berada di perut sang istri.para kerabat serta kolega bisnis Vier dan sang ibu datang membawa doa serta hadiah yang melimpah untuk calon anak mereka.
Vier dan Alisha juga sudah menyiapkan nama untuk anak mereka yang sudah jelas jenis kelaminnya setelah pemeriksaan dua hari yang lalu.
Mami Widya yang sudah mengetahui jenis kelamin cucunya sangat antusias,ia berdoa agar cucunya itu di berikan keperkasaan akan hati dan raganya.
.
.
" Lalu mana lagi yang dipilih,sayang ? " tanya Vier kepada sang istri.Alisha yang tengah bingung mengetuk ngetukkan jari telunjuk di paha nya.
" Sepertinya kado yang masih ada di bawah,semua di bawa kerumah papi saja kak,karena untuk persiapan persalina sudah siap di tas itu." Alisha menunjuk tas bayi berwarna coklat susu yang sudah lengkap isinya,jika sewaktu waktu Alisha merasakan sesuatu.
" Ya sudah berarti besok kita langsung masukin truk saja semua."Alisha mengangguk.
" Tring " Bunyi ponsel Vier membuat ia menghentikan kegiatannya.
" Siapa kak ? " Tanya Alisha yang melihat sang suami menukikkan Alisnya.
" Undangan sayang,sepertinya kamu harus ikut." Ujar Vier.Alisha menatap sang suami ia bingung dengan kata ikut.
" Ikut kemana kak,kakak yakin mau bawa istrinya yang gembul ini." Vier.terkekeh.
" Emang kenapa kalau gembul,seksi tahu ! "
" Gombal." Alisha memikul paha Vier pelan.
" Undangan ulang tahun salah satu pemilik brand kosmetik yang tenar itu sayang,ikut ya ? " Vier mencoba merayu.
Alisha bingung,pasalnya selama menjadi istri Vier ia tidak ingin terekspos apa lagi setelah kejadian yang Reza lakukan,bahkan tawaran tentang resepsi yang mami Widya canangkan pun Alisha menolaknya.
" Kakak yakin,mau ajak Al ? " Vier mengangguk.
__ADS_1
Alisha yang melihat kesungguhan dari mata Vier,akhirnya setuju." tapi kakak janji enggak boleh jauh jauh dari Al ? " Karena disana pasti enggak akan ada satu pun yang Alisha kenal.
" Iya sayang,janji ! " Ucap Vier tegas.membuat Alisha tersenyum dan mencium pipi Vier sekilas.
Vier yang hanya mendapatkan ciuman di pipi nya merasa ada yang kurang,tanpa aba aba Vier menyerang bibir Alisha bertubi tubi hingga membuat Alisha yang tak kuat menopang tubuhnya akhirnya tergeletak di atas karpet bulu yang mereka duduki.
" Sudah kak,ish kakak berat ! " Alisha mencoba meronta dari pelukan sang suami.
Vier melepaskan pelukannya karena ia takut perut Sang istri akan tergencet badannya yang besar.Mereka pun saling pandang dan menempelkan kening,sejurus kemudian mereka tertawa bersama.
...****...
Kini Alisha tengah duduk didepan meja riasnya untuk di make up oleh seorang Desainer kondang serta seorang MUA kenamaan yang tak lain adalah Xavier Mahendra suaminya sendiri.
Undangan ulang tahun dari salah satu pemilik brand kosmetik kenamaan satu minggu lalu membuat Vier merombak sang istri malam ini hingga menjadi seorang dewi.
Gaun khusus pun Vier buatkan untuk Alisha hanya dalam waktu lima hari saja.hingga membuat mata teduh itu menjadi mata panda,yang menjadikan Alisha merasa bersalah,namun justru Zayyan sang asisten tertawa kala melihatnya.
" Kamu selalu cantik sayang." Ujar Vier setelah selesai dengan pekerjaannya.Alisha tersipu mendengar penuturan sang suami.
Vier segera meletakkan alat make up nya,dan mengambil gaun yang berada dingantungan besi di dekat sofa.ia letak kan gaun itu di ranjang dan mulai membantu sang istri untuk memakai gaun tersebut.
" Cantik banget kak,orang enggak akan nyangka jika gaun ini dibuat hanya dalam waktu lima hari saja." Alisha benar benar menyanjung kehebatan sang suami.
" Khusus untukmu baby ! " Vier mengecup pucuk kepala Alisha.
Setelah merapikan dan membentuk hijab Alisha,Vier mengambil jas yang senada dengan warna gaun sang istri,yang ia pesan khusus lewat salah satu sahabatnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam,sedangkan jam yang tertera di undangan pukul 7.30,Vier yang tak ingin terlambat segera membantu sang istri untuk turun kelantai bawah.
Mami Widya yang melihat Alisha begitu cantik dengan Gaun yang dibuat khusus oleh sang putra merasa takjub.menantunya itu memang sungguh cantik.
" Kalian hati hati,jaga Alisha Vier.jangan di tinggal sendiri." sang ibu mewanti wanti Vier agar Alisha tak lepas dari genggamannya apa lagi pandangannya.
" Iya mih,tenang saja." Vier mencium kening sang ibu dan berpamitan karena Zay juga sudah menunggunya.
__ADS_1
Vier,Alisha serta Zay bergegas menuju ke tempat acara yang diselenggarakan di mansion pribadi milik sang pengusaha itu sendiri.
Namun karena jalanan yang padat,membuat Zay harus bersabar karena sama sama berjibaku dengan pengguna jalan yang lain.
" Santai saja Zay." Vier yang megerti jika Zay mulai tak sabar pun mengingatkan.
" Memangnya kalau telat enggak apa apa kak ? " tanya Alisha.
" Siapa yang akan menghalangi langkah kakak,tidak akan ada sayang.jika yang lain bisa batal masuk namun tidak mungkin dengan kakak," Ujar nya.
" Kenapa ? " tanya Alisha.
" Karena bos mendapatkan undangan Khusus bu Alisha,jika yang lain mendapatkan undangan berwarna silver,tidak untuk bos Vier dia mendapatkan undangan khusus dengan aksen emas pada talinya.
Alisha yang memang tak paham hanya menganggukkan kepala saja,yang justru membuat Vier tertawa.
" Kamu selalu begitu,tak pernah peduli pada hal yang memang tak ingin kamu ketahui." Ujar Vier.Alisha yang tahu maksud Vier hanya terkekeh pelan.
Mansion yang menjadi tujuan mereka sudah ada di depan mata,Alisha yang melihat mobil mobil mewah berjejer rapi di halaman membuat nyalinya langsung down.
" Kak,orang terpandang semua." Alisha merasa was was.
" Pegang tangan kakak,enggak usah kawatir." Alisha menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya pelan.
Vier menuntun Alisha hingga keluar dari dalam mobil,Zayyan yang tak ikut masuk akan tetap berada di mobil atau menunggu di tempat khusus supir yang sudah disediakan.
" Helo Xavier ! " sapa Patricia yang juga di undang diacara tersebut.
" Wau,inikah ratu yang kamu puja itu ? " pandangan Patricia tak lepas dari Alisha.
" Biasa saja lihatnya,istriku takut ! " Sarkasnya,membuat Patricia manyun.
" Hai ? " aku Patricia.
" Saya Alisha." emm cantik seperti namanya.".Lanjut Patricia.
__ADS_1
Vier yang tak ingin membuat sang istri tak nyaman akhirnya menyudahi percakapan tak berfaedah itu dan mengajaknya masuk kedalam.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...