Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 27 - Tentang Davina dan Acara tujuh bulanan


__ADS_3

Rangkaian tentang tujuh bulanan yang biasanya diadakan seramai mungkin dengan adat adat yang khusus di setiap daerahnya,namun tidak di lakukan untuk acara Davina.


Mami Nadine mengatakan jika,tak perlu ada acara yang berlebihan karena mengingat Davina bukan merupakan menantu di keluarga itu,hanya sebatas memgandung calon penerus saja.


Cukup minta pak ustad datang dan kita sama sama mendoakan calon ibu dan si jabang bayi agar sehat dan selamat hingga waktu melahirkan tiba.ucap mami Nadine.


Davina yang telah di kabari oleh Rizal juga sudah menyiapkan diri dan emosinya untuk menangani keluarga besar itu.bagaimana pun karena kehamilannya membuat hubungan anak dan menantu keluarga Pratama itu berantakan.


" Ting nong ! " bel pintu apartemen Alisha berbunyi.


Cek lek


" Loh kakak ! " Alisha terkejut Vier datang tanpa memberi tahu dulu.


" Kakak gak boleh masuk nih ? " ah,masuk dong ini juga apartemen kakak," Alisha tertawa.


" Ada apa kak ? " Kakak mau minum apa ? " tanya Alisha.


" Ngobrol di dapur aja yuk,sekalian kakak minta makan ! "


" Oh,mau minta makan ! " Alisha terkekeh.


" Eh den Vier,kok ke dapur ? " tanya bi Rosi.


" Minta Makan bi ! " Silahkan silahkan,baru juga kita selesai buat makan siang,ini non Alisha yang masak lo.


Vier memandang makanan di atas meja makan itu dengan teliti,Ia yang ingin mencari makan siang justru teringat dengan Alisha,karena ia lama tak mengunjungi wanita itu maka Vier mendatangi Alisha di apartemen.sebenernya juga untuk menanyakan tentang acara tujuh bulanan Davina,apa Alisha sudah tahu.


" Enak kak ? " tanya Alisha yang melihat Vier makan dengan lahap.


" Enak ! " kenapa kamu diem,makan juga dong,bi jangan kerja terus makan dulu ! " ajak Vier.


" Iya den." Bibi mah gampang,silahkan di lanjutkan bibi mau bawa baju baju non Al ke kamar dulu."pamitnya dan berlalu.

__ADS_1


" Apa kakak kesini mau tanya tentang acara tujuh bulanan ? "


" Uhuk ! " Vier terkejut hingga membuatnya tersedak.


" Ya Allah,pelan pelan." Alisha berdiri dari duduk nya membantu Vier menepuk nepuk punggungnya.


" Jadi kamu udah tahu ? " hah,lega." Vier langsung menghabiskan satu gelas air untuk menetralkan tenggorokannya yang panas,karena ia sedang makan ayam balado yang cukup pedas.


" Mami udah kasih tahu,justru acara itu terjadi karena ijin dari Alisha kak." Vier mengangguk mengerti.


" Kamu yakin gak apa apa ? " Alisha menggeleng,mau Al menolak sebagaimanapun tapi semua ini sudah terjadi,Al tidak mau terus berkutat dengan kesedihan kak,Al tetap harus hadapi ini.


" Ya sudah,yang penting kamu tahu.apa kamu belum mau bertemu dengan Reza ? " kasih kesempatan Al,ia juga terpuruk." pinta Vier.


" Besok juga kami akan bertemu kan ! " Alisha terkekeh.


" Maksud kamu,kamu akan datang ke acara itu ? " Vier cukup terkejut dengan keinginan Alisha." Alisha mengangguk mantap.


****


Apartemen di tengah kota Jakarta itu sedang di bereskan dan di dekorasi untuk acara tujuh bulanan si jabang bayi nanti sore,sang calon ibu juga sedang mendapatkan treatmen dari salon milik Vier,mami Nadine secara khusus meminta Vier untuk membantunya.


Davina sangat menikmati segala rangkaian treatmen yang di lakukan petugas salon kecantikan milik Vier.ia merasa benar benar di perlakukam istimewa.berbeda dengan kejadian terdahulu,Davina sebenarnya anak yang baik dan periang namun setelah kedua orang tuanya bercerai ia menjadi anak manja dan sedikit susah di atur.


Setelah ia masuk kedunia perkuliahan ia memilih tinggal sendiri,sang ayah yang sibuk dengan bisnisnya serta ibunya yang sudah menikah lagi membuat mereka lupa akan anak mereka satu satunya.


Davina mulai hidup sembarangan,ia bahkan mengajak sang pacar untuk tinggal bersama di apartemen walau tidak setiap hari lelaki itu disana.


Hingga kejadian tak terduga terjadi pada Davina,ia hamil.Davina yang sangat mencintai pacarnya senang akan kehamilan itu,namun sang pacar tidak.bahkan pihak keluarga si pria meminta Davina untuk menggugurkannya.karena anak itu akan menjadi penghalang bagi anak mereka untuk meraih mimipinya.


Semenjak kejadian itu Davina mengklaim jika semua laki laki hanya mau enaknya saja namun tak ingin susah dengan kehadiran anak di hubungan itu.dari situlah ia memilih untuk putus dengan sang pacar dan benar benar hidup sendiri,namun sesekali ia menjalani hubungan tanpa status untuk memenuhi kebutuhan raga dan jiwanya.


***

__ADS_1


Pukul tiga sore mami Nadine beserta sang suami tiba di apartemen yang Davina tempati,sedangkan Reza mengatakan akan menyusul setelah menjemput Alisha,mami Nadine yang mendengar kabar itu pun antusias,ia berharap semoga ini awal yang baik,karena Alisha sudah mengijinkan Reza untuk menemuinya


Davina yang telah di rias keluar dari kamarnya setelah art yang mendampinginya mengatakan jika Tuan dan Nyonya besar sudah datang.


" Silahkan om,tante ! " ujar Davina mempersilahkan calon oma dan opa si jabang bayi.


Mami Nadine yang melihat perut Davina yang besar,tanpa sadar ia mendekat ke arah Davina seperti ada magnet yang menariknya.


" Bagaimana,apa ada keluhan ? " tanya Mami Nadine mengusap perut buncit itu,sentuhan itu menghangatkan hati Davina.


" Gak ada tante,dia baik." jawab Davina mencoba tersenyum seramah mungkin.


" Ya sudah kamu duduk saja,sebentar lagi pak ustad yang akan membantu doa akan datang.


" Em dimana Reza ? " tanya nya.


" Ia akan datang bersama istrinya." ketus papi Raja.Davina tersenyum canggung.


Tak lama pak Ustad datang bersamaan dengan Reza,Alisha Vier dan Asmitha istri Ryan.Asmitha sengaja meminta ijin kepada sang suami agar ikut dalam acara itu agar Alisha memiliki teman,karena setelah Alisha tertimpa musibah ini mereka mejadi akrab walau mereka hanya mengobrol lewat telpon saja.


" Silahkan pak Ustad di mulai saja." ujar papi Raja.


" Pak ustad pun mulai membuka acaranya dan sedikit menjelaskan tentang kehamilan,apa saja kenikmatan yang ada pada kondisi itu dan sebesar apa pahala seorang wanita yang mengandung.semua pak ustad jelaskan secara mendetail.Alisha yang mendengar penjelasan itu merasa bahwa apa yang sedang di alami oleh Davina adalah anugrah tak terhingga terlepas bagaimana anak itu bisa hadir.


Reza yang ada disampingnya terus menggenggam tangan nya erat,namun Alisha merasa sentuhan itu sudah tak hangat seperti dulu,ia tak tahu ada apa dengan hatinya kini.


" Jadi ibu Davina,bersyukurlah jika Allah menganugerahkan janin itu di rahim ibu apa lagi hingga tumbuh besar menjadi bayi yang sehat dan sempurna.


" Baik pak ! " jawab Davina singkat.


" Lalu dimana suami dan ayah calon anak ini ? " tanya pak ustad membuat semua orang melongo.mereka saling melihat kanan dan kiri.


" Itu ayahnya pak ! " menunjuk ke arah Reza yang duduk tepat di sebelah Alisha."pak ustad menukikkan alisnya,jika itu ayahnya mengapa tangan yang ia pegang bukan tangan istrinya namun tangan wanita lain." gumamnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2