Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 75 - Ngidam di trimester kedua


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu setelah kejadian itu,kini Reza sedang menjalani perawatan secara intensif di salah satu rumah sakit di bawah pengawasan seorang Psikiater.


Vania yang memiliki sahabat psikiater di Singapura,meminta rekomendasi seorang dokter ahli jiwa yang kompeten untuk merawat sepupunya itu di Jakarta.


Dan disini lah Reza sekarang,melamun menatap kosong awan di balik jendela kamarnya.pagi tadi Vier dan Vania sudah mengunjunginya dan meminta sang dokter untuk melakukan yang terbaik agar sepupunya itu kembali seperti sedia kala.


Sang dokter wanita berusia 33 tahun itu hanya bisa mengatakan sabar,Reza tak melakukan hal di luar batas saja itu sudah baik.


Setelah obrolan singkat itu,Vier dan Vania memohon pamit,dan langsung pulang menuju ke kediaman mereka.


" Mih,Kak Vier sama kak Vania kemana sih,pagi pagi udah enggak ada ? " tanya Alisha.


" Nyari tiket katanya sayang." Jawab sang ibu sekenanya.Vier melarang sang ibu mengatakan jika ia sedang pergi menjenguk Reza.


Karena setelah hari itu,Alisha sering menangis dan menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa Reza.karena tak ingin terjadi sesuatu dengan sang istri Vier mengingatkan semua penghuni rumah untuk tak lagi menyebut nama Reza paling tidak sampai kondisi Alisha membaik.


Menurut dokter yang menangani Alisha,hormon kehamilan Alisha memang sedikit tidak stabil maka dari itu Vier di minta untuk menjaga mood Alisha agar tetap baik untuk menghindar dari hal yang tidak di inginkan.


" Kak Vania mau pulang mih ? " tanya Alisha


" Kemarin sih bilangnya gitu sayang,tapi enggak tahu juga." mami Widya mencoba menjawab sebisa mungkin agar Alisha tak curiga.


" Assallamualaikum "


" Nah itu kakak,mih ! " Alisha sedikit berlari menuju teras depan membuat sang ibu mertuanya was was.


Vier yang melihat Alisha berlari langsung melebarkan langkahnya untuk menangkap sang istri.


" Jangan lari baby ! " nanti kamu jatuh." Vier langsung memegang pinggang Alisha sedikit erat.


" Kakak dari mana ? " kok enggak nunggu Alisha bangun.


Sang ibu komat kamit di belakang Alisha mengatakan hal yang sama seperti ia memberitahu Alisha tadi.


" Ah,nyari tiket sayang buat kakak.ia kan kak ? "


" Loh ? " Vier menoleh ke belakang namun sang kakak sudah tak ada disana.


" Kak Vania udah masuk kamar dari tadi kak." Ucap Alisha membuat Vier malu.

__ADS_1


" Emm..kamu sudah sarapan,sudah minum susu ? " susu udah Al minum,tapi Al belum makan apa apa," Jawabnya." Vier mencoba mengalihkan perbatian Alisha.


" Terus mau makan apa ? " Vier mengusap surai Alisha di balik hijabnya dan membaringkan Alisha di atas ranjang.


" Makan yang ada aja kak,Al kan bisa makan apapun.tapi tunggu perutnya nyaman dulu,karena sebelum turun tadi,Al mual banget.


" Apa rasa susu nya yang bikin kamu mual ? " mau ganti ? "


" Enggak,tapi Al mau jalan jalan,boleh ? " Vier tertawa,Alisha selalu begitu meminta ijin terlebih dahulu,sebelum melakukan sesuatu.


Vier yang ingin sang istri selalu merasa nyaman dan bahagia mengiyakan permintaanya,namun karena hari sudah cukup siang,Vier menunda jalan jalan mereka dan menunggu matahari tidak seterik ini.


****


Vier menggandeng tangan Alisha erat menyusuri taman dekat komplek perumahan mereka.sehabis solat mahgrib tadi,Vier menanyakan pada sang istri ingin jalan jalan kemana,Vier kira Alisha akan mengatkan ke mall atau mungkin ke restoran mahal namun ia salah menduga,Alisha hanya ingin jalan jalan di taman saja untuk menghirup udara luar.


Perkataan dan keinginan Alisha itu membuat Vier merasa bersalah,ternyata satu minggu di rumah dan tak melakukan apapun membuat istrinya bosan namun Alisha tak mau mengatakannya.ia lebih memilih menahan karena ia tak ingin mengganggu Vier dengan segudang kesibukannya,apa lagi dengan masalah Reza yang masih mengharuskan sang suami turun tangan.


" Kamu senang ? " Alisha tersenyum lebar,selebar uang seratus berwarna merah itu.


" Cuma mau muter disini saja,enggak mau di lain tempat ? " tanya Vier.


" Alisha mau disini saja,disini juga ramai kak.tuh pedagang juga banyak." tunjuk Alisha.


" Oh ya,bagaimana dengan dua bocah anak buahmu di Solo ? " Tanya Vier.


" Hah,mereka membantalkan kuliah mereka disini kak,katanya toko semakin ramai apa lagi jualan online nya,jadi mereka enggan untuk meninggalkan toko,katanya ' sayang mbak Alis,apa lagi cari pekerjaan sekarang susah ' gitu kak." Alisha menirukan perkataan Linggar yang menghubunginya beberapa hari lalu.


" Ya sudah,mereka ada benarnya sayang,merintis sesuatu dari nol itu tidak mudah,jika sudah merangkak naik harus terus konsisten,agar tetap stabil." Vier menyubit kecil pipi Alisha.


Alisha memeluk Vier dan menelusupkan kepalanya di dada Vier,wangi tubuh sang suami selalu menjadi candu untuk Alisha,bahkan terkadang ia iri dengan Vier yang tak pernah bau walau seharian tidak mandi.


" Kakak selalu wangi,jangan jangan kakak selalu mandi pakai bunga ya jika tidak mandi dengan ku ? " Alisha mendongak menatap Vier.


" Memangnya kakak apa mandi pakai bunga segala,enggak pernah sayang.wangi tubuh kakak memang sudah begini sejak dulu,bahkan mami dulu sering marah marah waktu kakak masih SD,karena bau kakak selalu sama saja dari berangkat hingga pulang sekolah,mami kira kakak memakai parfum padahal enggak pernah." Vier tersenyum kecil jika mengingat masa kecilnya.


" Lalu sejak kapan kakak pakai parfum ? "


" Sejak kakak membuatnya sendiri." Jawab Vier.

__ADS_1


" Kakak buat sendiri ? " Vier mengangguk.


" Tapi untuk kakak sendiri sayang,tidak di perjual belikan.kakak enggak ada waktu jika harus mengambil bisnis parfum juga.


" Kakak hebat ya,semua hal yang berhubungan dengan kecantikan kakak bisa."Alisha duduk dan mengapit lengan Vier.


" Semua kakak pelajari dari Remaja sayang,kata papi jika kita ingin sukses maka harus mencari wawasan sebanyak mungkin.


" Iya,kakak benar.dulu ayah juga bilang begitu,walau kita dari keluarga biasa saja,tapi kita harus terus berusaha dan jangan berhentin belajar jika ingin maju.


Vier memeluk Alisha dan memasukkan Alisha nya kedalam kardigan yang Vier pakai.


" Makin dingin sayang anginnya,pulang yuk ? " besok kita jalan jalan lagi." Alisha mengangguk.


Vier memeluk pinggang sang istri posesif,sekan ia takut jika Alisha nya akan menghilang dari dekapannya.


.


.


.


.


Sudah tiga bulan berlalu,kini kehamilan Alisha sudah menginjak 6 bulan,Vier semakin posesif apa lagi anak didalam kandungan Alisha sangat aktif hingga terkadang membuat sang calon ibu merintih ngilu.


Vier yang tak ingin ketinggalan setiap momen perkembangan sang anak berusaha menjadi suami siaga,jika di trimester pertama Alisha tidak mengalami ngidam justru di kehamilan trimester kedua ini Alisha mulai banyak menginginkan sesuatu yang terkadang membuat Vier menepuk jidatnya.


" Kakak Al mau jus sirsak ya,tapi bikin sendiri. " Pintanya.


" Dan kalau bisa yang mateng langsung dari pohon." Alisha memohon dengan mata Bulatnya."Allahu ... kerjaan lagi," Benak Vier.


...🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎...


Hola guys ....🤗🤗🤗


Kali ini Vier sudah di bebas tugaskan tentang masalah Reza ya😊😊


Othor Ganti dengan masalah ngidam sang istri deh biar makin Sweet .....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya,terima kasih yang udah kasih Like,komen serta Vote nya...


I love You Readers....😘😘


__ADS_2