
Sudah tiga hari Alisha dan baby D di rawat di rumah sakit,kemarin Luna dan kak Ovi juga sudah berkunjung untuk melihat kondisi mereka,namun mereka,Luna dan Kak Ovi sempat terkejut ketika mendengar apa yang terjadi kepada Alisha sehingga harus melahirlkan lebih awal.tetapi mereka juga sangat bersyukur Alisha masih di beri keselamatan begitupun bayinya,walaupun Baby D masih harus dirawat di ruangan khusus.
Dan hari ini,keluarga Subrata dan Kedua orang tua Reza juga sedang berkunjung,mereka saling mengucapkan selamat kepada Vier dan Alisha karena telah menjadi orangtua,sedangkan Ryan dan Asmitha sudah menjenguk Alisha ketika pertama kali pindah keruang perawatan setelah sang ibu memberi kabar jika ada insiden di pesta Nyonya Mustika,dan Alisha yang mengalami insiden itu.
Ryan dan sang suami sempat kesal kepada ibu sekaligus istri itu,kenapa setelah satu hari ia baru memberi tahu kejadian yang menimpa Alisha,sang ibu yang hanya memberikan alasana klise justru membuat Ryan dan tuan Malik sedikit geram.
Mami Widya mertua Alisha sangat antusias ia masih tak percaya jika Tuhan mengabulkan doanya,karena ia sempat pasrah jika selamanya ia tak memiliki cucu berarti generasi keluarganya akan putus hanya pada Vier dan Vania.
Namun setelah Vier menikahi Alisha harapan itu muncul kembali,siang dan malam ia berdoa agar Vier bisa melanjutkan perjuangan keluarga kecilnya untuk memberikan penerus selanjutnya.Dan Tuhan mengabulkan,walau banyak hal yang harus di lalui anak serta menantunya tersebut.
.
.
" Kak,mau pipis." Ujar sang istri.
Vier yang sedang ingin menyantap makanannya,kembali ia letakakan piring serta sendok yang melekat di tangannya.
" Yuk.Vier berdiri dengan senyuman yang tak pernah luntur dari bibirnya.Ia papah sang istri yang terkadang masih meringis ngilu karena luka bekas operasi nya.
" Antar Alisha dulu ya om,tante." Para tetua itu hanya mengangguk.Alisha dan Vier berjalan menuju kamar mandi.
" Sebentar,kakak buka dulu klosetnya.Alisha berpegangan pada pundak Vier.
" Sudah duduklah." Ujarnya,Vier mendudukkan Alisha pelan agar lukanya tidak terlalu sakit.
" Ganti saja ya pembalutnya.Takut nanti iritasi kalau kepenuham sayang."
" Iya enggak apa apa." Aliaha hanya bisa menurut.
Vier melepas celana Alisha dan mengganti dengan ****** ***** dan pembalut yang baru,sedangkan Alisha tetap duduk di atas kloset sembari menunggu Vier membersihkan pembalut yang penuh dengan darah nifasnya.
Sedangkan diluar para tetua yang mendengar interaksi sepasang orang tua baru itu hanya terdiam dan saling melempar tatapan.
" Wid ? " panggil Nadine kakak iparnya.Widya menoleh .
" Ada apa kak ? "
" Apa semua hal yang bersangkutan dengan Alisha Vier yang mengerjakan ? "
__ADS_1
" Semua hal yang ada pada Alisha Vier urus sendiri,dari mandi,ganti pembalut,suapin makan,bikin susu,semua Vier lakukan sendiri,aku saja tidak boleh membantu walau sekedar ngasih air putih ke Alisha." Sungutnya namun dengan senyum sumringah.
" Jadi Vier selalu disini,tidak pernah ke butik ? " tanya istri Tuan Malik.
" Iya,semua pekerjaan ia kerjakan disini,bahkan kemarin ia menunda pembuatan gaun pernikahan hampir 5 sekaligus.untungnya para pemesan tidak mempermasalahkan,meraka mau memaklumi jika Vier sedang ada keperluan mendesak.Ucap nya lirih,karena ia tak mau Alisha mendengar.
Sang kakak ipar Nadine hanya manggut manggut begitupun yang lain," apa jika Alisha masih menjadi istri Reza,Reza akan melakukan semua itu,aku tidak yakin." Gumam Nadine dalam hatinya.
Mami widya yang melihat kedua kakak dan kakak iparnya hanya terdiam pun tertawa dalam hati,"irilah karena kalian tak pernah mengalami itu kan,di perhatikan suami luar dan dalam." wkwkw "
.
.
Waktu sudah cukup siang kini sudah hampir pukul 12,Para om dan tente itu pamit dan berjanji akan menjenguk lagi jika mereka sudah kembali kerumah.
Widya sang adik serta Vier dan Alisha mengucapkan terimakasih atas kunjungan mereka serta hadiah yang sudah mereka kirim kerumah atau kerekening mereka,mereka sangat senang akan itu,karena Vier dan Alisha merasa bahwa mereka juga sangat di perhatikan.
" Tidur lah Al,mami akan antar asi ini ke ruangan Daniyal," Alisha mengangguk.
Mami Widya keluar dari kamar dengan membawa serta asi yang baru saja di peras dari kedua bukit Alisha,walau belum banyak tapi Alisha sangat berjuang agar bayi nya bisa meminum Asi walau tetap harus di bantu dengan susu formula.
" Sabar sayang,apa kata dokter kamu enggak boleh stres,enggak boleh mikir macam macam.santailah,semua ibu mengalami ini sayang." Vier usap kepala Alisha dan mengecup kening itu lembut.
" Nanti sore jenguk lagi kan ? " Vier mengangguk.karena setiap pagi hari dan sore hari Alisha akan datang ke ruangan sang anak untuk menyusuinya secara langsung.
" Lalu bagaimana dengan wanita itu kak ? "
" Zayyan sudah mengurusnya sayang,yang penting wanita itu sudah berjanji jika tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang sama,apa lagi mencoba untuk mengganggumu.
Walau tindakan spontan Nadia membuatnya dalam kondisi yang kritis dan mengakibatkan anaknya harus di rawat secara khusus.namun ia lega,karena Vier mau berbesar hati dan tidak melanjutkan perkara itu hingga ke meja hijau.Karena Alisha sudah cukup lelah jika harus kembali berseteru dengan masalah yang datang silih berganti.
...πππππππ...
Hari berganti hari tanpa terasa usia Daniyal sudah menginjak satu bulan,bayi mungil yang hanya mempunyai berat 2.5 saat lahir ini kini sudah sangat berisi,dan sudah dua minggu ini ia hanya meminum Asi sang ibu tanpa bantuan susu formula.
Alisha sang ibu,menjalankan semua aturan serta petunjuk dokter agar asinya bisa melimpah,Alhamdulillah kini Daniyal sudah kenyang hanya dengan Asi yang di hasilkan dua bukit kembar sang ibu.
Vier sang suami juga sudah kembali bekerja beberapa hari setelah Alisha dan anaknya pulang dari rumah sakit,walau dengan berat hati.namun karena ada beberapa pekerjaan yang sudah dateline mau tak mau Vier tetap harus bekerja.
__ADS_1
" Al minum dulu jus nya sayang,Biar Daniyal sama mami dulu." Seru sang ibu mertua.
Alisha yang tengah main dengan sang anak di dalam kamar langsung menoleh kesumber suara.
" Yuk,oma udah buat jus buat bunda sama kamu,yuk yuk ! " Alisha menggendong Daniyal dan membawa keluar.
Ibu mertua yang baik bagai ibu kandung itu langsung meraih Daniyal dan meminta Alisha segera meminum jus sayur yang ia buat sesuai petunjuk dari seorang Ahli Gizi.
" Mih,rumah seluas ini di buat untuk apa sebenarnya ? ".Mami Widya tertawa.
" Dulu,papi nya Vier buat rumah ini pertama kali itu enggak sebesar ini sayang,tapi setelah bisnis resto nya mulai bagus sudah bisa buat beberpa cabang,ia mulai bangun sedikit sedikit sampai sebesar ini.katanya kalau nanti Vier dan Vania punya anak,anak anak mereka bisa lari lari tanpa takut nabrak.makanya semua sudut meja dilapisi karet agar aman.
" Wah,sampe segitunya ya mih,tapi sayang papi enggak bisa lihat cucu pertamanya." Ujar Alisha.
" Sudah rencana Tuhan seperti ini sayang,dulu justru setelah papi meninggal dan Vania juga mengalami hal seperti itu,serta Vier yang yah,kamu tahu kan." Alisha mengangguk.
" Mami tak pernah lagi kepikiran punya mantu perempuan apa lagi cucu.maka dari itu mami memilih pindah rumah." Lanjutnya.
Alisha terdiam ia tatap sang anak yang berada di dekapan sang oma,ia pun flashback jauh kebelakang.pacaran dengan Reza selama dua tahun,nyatanya kini justru takdir membawanya pada pria cantik itu.
Sejauh apapun ia menjauh,pada akhirnya ia kembali lagi pada takdir yang sudah Tuhan gariskan untuknya." Karena Lelaki cantik itu jodoh ku." Lirih Alisha.
TAMAT
...π»π»π»π»π»π»π»...
Hai hai gengs...
Gimana puasa hari ini...lancarkan ya...
Untuk kisah perjuangan Alisha dan Vier udah kelar sampai disini.
mungkin nanti akan ada beberapa bonus sampai Si Daniyal sedikit besar.
Aku enggak mau nambahin apa apa,takut tambah nglantur ntar.heeeπππ
Atau ada yang masih merasa kurang gereget,komen aja oke...siap nampung pendapat kalian semua.
Lope lope...β€β€β€
__ADS_1