
Perjalanan yang cukup melelahkan Vier lakukan hanya untuk bertemu seseorang yang selama ini selalu ia sebut dalam hati nya.sang asisten yang tak mengerti ada apa dengan bosnya ini hanya menggerutu kesal dalam benaknya,untuk meminjam motor saja Zayyan harus mengocek sakunya.
Sesampainya di tempat yang mereka tuju,Vier langsung berjalan menuju ke tempat foto itu berada,Zayyan sang asisten pun ia tinggal di belakang.
Vier susuri jalan ramai itu berharap seseorang yang ingin ia temui masih disana.karena cukup jauh Vier yang tak sabar sedikit berlari hingga membuat orang orang disana mengira Vier sedang melakukan syuting iklan shampo.
Vier terus berlari bahkan ia tak lagi menghiraukan beberapa orang yang tersenggol lengan kekarnya,Zayyan yang meneriakinya pun tak ia pedulikan.benar benar bagai adegan film romantis membuat beberapa orang tertawa geli karena itu.
" Dimana ya." Vier menoleh ke kanan ke kiri untuk mencari wanita itu.ia buka ponsel dan membuka sosial medianya memastikan di sebelah mana posisi foto itu.
" Benar disini ! " apa ia sudah pergi ! " gumam Vier sembari menyeka peluhnya.
" Ya Allah bos,ngejar siapa sih ? " Zayyan yang sampai hampir kehilangan nafasnya karena mengejar Vier.
" Dimana perempuan biasa berkunjung kalau dia kesini ? " Tanya Vier.
" Perempuan ! " lirih Zayyan
" Zayyan ! " seru Vier.
" Mu mungkin di pasar sana tadi bos ! " Zayyan menunjuk arah sebaliknya.
" Come on ! " Vier kembali berlari.
" Ya ampun,kalo mau olahraga jangan disini dong bos,malu di lihatin orang ! " geram Zayyan tertahan.namun ia tetap mengikuti sang bos dengan setia.
Vier mulai menyusuri pasar dari lantai bawah bagian belakang dan akhirnya ia naik kelantai atas,seluruh stand pakaian ia susuri tanpa terkecuali hingga membuat hatinya mulai tak karuan.
Sedangkan sang wanita yang ia cari justru sedang duduk bersama para pelanggan di stand es campur yang ada di dekat mall besar di sana.
" Anak anak jam berapa selesainya ya ! " Alisha melihat jam di pergelangan tangannya.wih udah jam 11 ya ampun,tau tau siang." benak nya.
" Di sebelah mana ada mushola ya mba ? " tanya Alisha.
" Di toko baju muslim sebelah sana mba,ada mushola di lantai atas." makasih ya mba.
Alisha langsung membayar es nya dan menuju mushola yang di rekomendasikan tadi.Tanpa ia sadari bahwa sebenarnya ia dalam kondisi sedang tak bisa beribadah.
__ADS_1
" Gimana bos ada yang di cari ? " Vier menggeleng.
" Terus bos ! " Kita turun saja kita susuri jalan sembari pulang,semua kendaraan parkirnya disana kan ? " Zayyan mengangguk.
Vier sudah cukup putus asa,ntah kapan lagi bisa bertemu jika kesempatan ini hilang,tanpa Alisha sadari selama ini Vier selalu memantaunya lewat media sosial yang mereka pakai namun Vier melakukan itu dengan akunnya yang lain.
Vier tak lagi berlari ia berjalan selangkah demi selangkah karena ia mulai merasakan sakit di kakinya,bagaimana tidak ia berlari memakai sepatu pantofel yang seharusnya ia pakai untuk berjalan santai.
" Kok berhenti bos ? " Zayyan hampir saja menabrak punggung sang bos." kamu gak denger seruan adzan ! " kesal Vier.
" Oh ! " Zayyan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
" Permisi di mana ada mushola disini ? " tanya Vier kepada salah satu pramuniaga yang sedang berada di luar pintu masuk toko tempat ia bekerja.
" Di dalam ada mushola pak,silahkan kalau mau solat ! " ujar sang pramuniaga.
" Terima kasih ! " Vier langsung melangkahkan kakinya kedalam toko serta membeli satu stel pakaian agar ia bisa mengganti baju dan bawahannya yang sudah cukup kotor,sedangkan Zayyan hanya mengekor tanpa ingin berpindah posisi.
Tak lama setelah membayar belanjaan nya,Vier naik ke lantai atas toko masuk kedalam kamar mandi dan mengganti bajunya.
" Ah gak apa pak ! " saya juga gak perhatiin jalan,maaf ya pak saya buru buru." Zayyan mengangguk.
" Kaya pernah lihat tapi dimana ya ? " Zayyan mencoba mengingat dimana bertemu wanita yang ia tabrak.
" Ah bomay lah ! " Zayyan langsung masuk dan menunaikan kewajibannya.
Alisha yang teringat bahwa ia sedang datang bulan buru buru keluar dari mushola tersebut.
" Goblok amat ! " Alisha memukul kepalanya.bisanya lupa kalo lagi datang bulan,astahgfirullah." ia mengusap dadanya.
Alisha yang tak lagi ada urusan di tempat itu langsung menuju hotel yang ia tempati untuk mengambil mobilnya untuk menjemput kedua karyawan nya itu.
****
Malam di hotel yang Vier tempati sedikit riuh karena para penyelenggara fashion tahunan itu akan bertolak ke jakarta malam ini,sedangkan Vier masih tetap di kamar hotelnya karena ia akan tinggal di kota ini sampai esok untuk melakukan pencariannya lagi.
" Bos yakin mau disini sendiri ? " tanya Danis.
__ADS_1
" Iya,pulanglah bersama Zay." Vier memandang Danis sekilas dan kembali menscroll ponselnya.
" Apa bos butuh kedaraan selama disini,saya akan minta pihak hotel untuk menyewakan mobil ? " tanya Zay,yang sudah rapi dengan pakaiannya.
" Boleh,carikan mobil yang nyaman ! " Zay mengangguk,kalau begitu kami pamit bos." Zayyan menarik kopernya keluar kamar menuju loby bersama dengan Danis.
Setelah mencari wanita berhijab yang berada di foto itu dan tak berjumpa dengannya,Vier akhirnya memutuskan kembali ke hotel yang sebenarnya berada di utara stasiun yang masih satu area dengan tempat wisata itu.
Vier cukup kecewa karena tak menemukannya,ia berpikir jika tak bertemu sekarang ia takut tak ada lain kali,jika ingin mencari di kediamannya di kota lain ia bisa saja melakukannya namun apa yang akan ia katakan jika sudah berada disana,ia takut jika tindakannya justru bisa berdampak tak baik untuk ia dan sang wanita.
" Apa yang harus aku lakukan,dan mulai dari mana aku mencarinya di kota ini ! " lirih Vier.
" Ada urusan apa dia disini ya ? " gumamnya.
Vier terus berpikir apa yang harus ia lakukan besok,apa kah Alisha masih dikota ini hari ini atau mungkin sudah pulang ke rumah kedua orangtuanya." Vier tak henti hentinya bertanya pada dirinya.
Sedangkan di tempat lain..
" Mba Alis ! " Linggar menyenggol lengan Alisha karena ia melihat wanita itu melamun.
" Apa Linggar ? " Alisha menoleh.
" Makanannya kenapa di lihatin aja sih ? " Iya mba kenapa ? " timpal Wati.
" Gak Apa apa,cuma tadi siang mba gak sengaja nabrak orang waktu mau keluar mushola.
" Lah ngapain mba di mushola kan gak solat ? " sela Linggar.
" Dengerin dulu ! " kesal Alisha."
" Hee ! " cengir Linggar.
" Mba kaya kenal sama pria itu tapi mba lupa pernah ketemu dimana." lanjut Alisha.
" Jadi yang mba Al tabrak cowok ? " tanya Wati.Alisha mengangguk.
" Mungkin karena ganteng jadi mba Alis merasa bahwa pernah ketemu ! " ucap Linggat asal.
__ADS_1