
Selama di dalam mobil Alisha hanya terdiam,Mami Widya selaku mertuanya cukup khawatir dengan kondisi sang menantu,ia pun diam diam mengirim pesan ke Vier agar segera pulang,ia takut Alisha syok kembali.
Sedangkan Alisha sesekali menarik nafasnya untuk menetralkan degub jatungnya yang berdetak sangat kencang.Entah,ia tak tahu pasti namun jika bertemu langsung dengan Davina Alisha selalu merasa tak nyaman.
Seiklas apapun ia dulu melepas Reza,namun bayang bayang Davina sebagai dasar alasan utamanya memilih berpisah dari Reza,selalu membuat dada nya sakit.ia benar benar tak sanggup jika membayangkan kejadian itu,yang membuat akhirnya Ghai ada di dunia.
Sesekali ia pun menggelengkan kepalanya.Agar pikiran aneh yang bersarang di kepalanya pergi.Alisha mulai mecoba membayangkan sang suami,wajah serta senyum khas Vier berhasil membuat pikirannya langsung teralihkan.Suami nya yang selalu perhatian padanya,dan selalu bersikap lembut,semua itu tak pernah berubah.
Alisha memyadari satu hal,bahwa sikap Vier yang seperti itu lah,yang membuatnya tanpa sadar menyukai pria cantik itu.
Adzan mahgrib berkumandang sesaat ia dan sang mertua tiba di rumah,Mar sedikit terkejut kenapa majikannya itu sudah pulang,padahal tadi pamitnya mereka akan pulang sehabis isya.
Mariani pun berjalan cepat menuju pintu,takut takut jika majikannya mengalami hal yang tidak tidak.
" Kok sudah pulang bu ? " Tanya nya.
" Iya Mar,Alisha gak enak badan ! " Alisha hanya diam,mendengar penuturan ibu mertuanya.
" Loj,non Alisha kenapa ? " demam atau gimana ? " Mar langsung mendekat ke arah Alisha berdiri.
" Enggak apa apa Mar,mungkin kecapekan saja." Jawab Alisha sekenanya.
" Bantuin bawa barang barang ke dalam ya Mar ! " Aa siap bu." Jawabnya sambil menghadap ke Mami Widya dan melakukan hormat Bendera.
Mami Widya menggandeng tangan Alisha dan masuk ke dalam.Ia dudukkan menantu cantiknya itu di sofa ruang tamu.
" Mar bawain teh hangat ya ! " baik bu,Mar pun langsung melajukan kaki nya menuju dapur .
" Kamu gak apa sayang ? " Alisha menarik nafasnya dalam,sebelum menjawab pertanyaan ibu mertuanya.
" Alhamdulillah,Al baik mi.Tadi memang sempat mgerasa gak nyaman di dada Al,tapi sekarang enggak Apa-apa." Mami Widya mengangguk lega.
.
.
.
" Brak ! "
__ADS_1
" Pintu di buka dengan sedikit keras dari luar,membuat Alisha dan mami Widya terlonjak kaget.
" Kamu enggak apa-apa ? " Yah,Vier suaminya yang selalu wangi itu pulang.
" Salam dulu ! " mami Widya memukul pundak Vier karena kesal telah membuat dada nya berdetak kecang.
" Assallamualaikum,mami,sayang ! " Sontak Alisha tertawa melihat wajah Vier bagai anak kecil itu.
" Alhamdulillah kamu baik baik saja," Ujar Vier yang melihat senyum lepas sang istri.
" Kok sudah pulang ? " Vier melirik le arah Ibunya.
" Hah,tadi mami yang minta dia pulang,mami takut kamu kenapa-kenapa." Alisha langsung memeluk ibu mertuanya," Makasih ya mi,mami memaklumi semua tentang kondisi Alisha.
" Sayang,kamu harus tahu satu hal,apapun yang terjadi,mami dan Vier akan selalu berada di pihak mu.kami sekeluarga dari dulu,sudah terbiasa menyingkir dari kenyamanan keluarga Besar dan membentuk keluarga kami sendiri." Mami Widya menggenggam tangan Alisha erat.
" Ia sayang,kita akan segera cari waktu untuk mengumumkan pernikahan kita ya ? " Kakak akan selalu ada di samping kamu,kamu tenang saja." Vier duduk dan menjadikan paha Alisha tumpuan tangannya.
***
Sedangkan di kediaman Reza,tepatnya di apartemen nya,ia sedang memandang Foto wanita cantik yang selalu mengisi relung hatinya hingga kini.
Ia mulai membayangkan hal yang mungkin akan terjadi,tapi ia juga mencoba menepis semua perasaan yang membuatnya kacau beberapa hari ini.
" Tring " Bunyi pesan masuk di aplikasi hijau nya membuat Reza teralihkan.
" kabar terbaru,nona Al tidak ada di kota Solo pak,namun ia berada di bandung,sudah hampir 2 bulan ini."
" Pesan singkat yang dikirim dari ponsel asistennya itu,membuat Reza menukikkan Alisnya.Kenapa Alishanya ada di Bandung ? setahu Reza,Alisha punya usaha di Solo.jadi apa ia pindah ke Bandung dari Solo,dan meninggalkan usahanya yang ada disana.
Banyak uraian pikiran yang membuat Reza mengerutkan dahinya,ia mulai menerka nerka.Dengan segera ia langsung menghubungi Rizal,dan meminta Rizal mengecek keberadaan Alisha di Bandung.
Maaf,jika aku masih tak rela jika kamu bersama yang lain,jika waktu masih ada untuk ku,aku akan sekuat tenaga mengambilmu dari tangan siapa pun yang menggenggammu saat ini,Benak Reza bergumam.
Reza memang tak pernah mengganggu privasi mantan istrinya itu,tapi Reza tahu pasti bahwa Alisha hingga dua bulan lalu masih di Solo,dan belum bersama siapa pun.
Tapi kini ia mulai khawatir dengan asumsinya.
.
__ADS_1
.
.
" Kak ! " panggil nya pada Vier.
" Ada apa baby ! " Vier meletakkan pensil gambarnya dan medekat ke arah ranjang,dimana sang istri sedang duduk disana.
Vier menatap Alisha dan mencium kening istrinya,mesra." Ada apa ? " ulangnya.
" Apa benar tidak apa-apa jika dk umumkan sekarang tentang pernikahan ini ? " Vier mengangguk.
" Apapun resikonya,kakak sudah memikirkan harus melakukan apa,dalam beberapa hari ini kakak akan menyiapkan berita tertulis mengenai pernikahan kita,dan Zayyan yang akan mengurusnya nanti.
" Lalu bagaimana dengan keluarga Pratama ? " Tanya Alisha." Vier masuk kedalam selimut itu dan menarik pelan kepala Alisha agar bersandar padanya." Ia masih sangat mengharapkan mu Sayang,Kakak sebenarnya sedikit takut,benak nya.
" Kita akan hadapi bersama dengan mami,dan Viana nanti ! " Alisha menoleh," Viana ? " Beo nya.
Vier mengangguk," Viana nama dia yang sekarang ada Singapura,anak pertama keluarga ini." Ujar Vier.
" Jadi apa kak Viana,sudah tahu ? " Vier mengangguk kecil dan tersenyum ke arah sang istri.Ia akan segera kembali dalam waktu dekat ini,ia sedikit bar bar,jadi kakak harap kamu memaklumi sikap nya yang apa adanya." Vier menjelaskan tentang Viana pada Al.
" Alisha tersenyum,dan menyembunyikan kepalanya di dada sang suami,tempat ternyamannya untuknya saat ini dan mungkin seterusnya.
" Apa kamu masih belum bisa bertemu Davina ? "
Sontak pertanyaan Vier langsung membuat Alisha mendongak menatap Vier sedikit takut," Apa jika aku menjelaskan bahwa aku masih sangat tidak nyaman dengan kehadiran wanita itu,akan membuat kakak salah paham.
" Jawab sayang,kok malah bengong ? " Vier mencubit kecil hidung Alishanya.
" Al gak tahu kak,tapi jika mengingat ia adalah alasan yang membuat Al memilih berpisah dari mas Reza,jantung Al masih berdetak sangat kencang.Bayangan bayangan masa lalu tentang kejadian itu langsung terbayang di pikiran Al." Ujarnya sendu.
" Mungkin semua orang akan menganggap Al berlebihan,namun perasaan kecewa Al tentang kejadian itu benar benar membekas di pikiran Al,bagaimana dengan kejamnya takdir mempermainkan persaan Al waktu itu,bayangan masa depan yang Al susun,hancur dalam sekejap." Kalimat yang Alisha katakan benar,mencintai begitu dalam akan membuat kita hancur jika semua tak berjalan sesuai keinginan kita.
" Tapi,bagaimana perasaan Al dengan Reza sekarang ? "
" Perasaan ? " Beo nya.
" Dia memang ada di pikiran Al,namun disini ! " Al menunjuk dada nya.
__ADS_1
" Hanya ada kakak ! " Vier tersenyum dan menyarangkan ciuman bertubi tubi di bibir sang istri.membuat mereka akhirnya tertawa bersama.