
Hari ini seseorang yang Vier tunggu baru saja turun dari pesawat.kemarin setelah menadapat notif pesan dari Vier sang pria yang selalu membanggakan dirinya jika pernah menjadi mantan Vier ini sungguh senang,akhirnya Vier menghubunginya terlebih dahulu,bahkan meminta nya untuk datang ke Jakarta.
Jika Vier sedang di butik dan menunggu kedatangan Andra,beda hal dengan Alisha.ia justru sedang berada di apartemen Reza untuk menemui mantan suaminya itu.
" Hai mas ? " Rezw yang melihat Alisha datang dengan senyum yang biasa ia lihat,sungguh membuatnya terharu.
Pagi tadi,ketika ia bangun dari tidurnya,ia membaca pesan yang dikirim langsung oleh wanita yang sangat ia dambakan itu,tanpa menunggu ia langsung beranjak dari duduk nya,membersihkan diri dan mencari pakaian yang cocok,agar terlihat memukau di hadapan Alishanya,Reza benar benar seperti ABG yang pertama kali jatuh cinta.
" Selamat datang Al,sebentar ya.Reza menuju dapur meminta Tira membuatkan minum untuk Alisha.
Tira datang membawakan Alisha minum dan duduk sebentar untuk menyapa Alisha,menanyakan kabar begitupun sebalikanya.sedangkan Reza mengambil Ghai dari tempat bermainnya agar bisa berjumpa dengan sang ibu,ibu menurut Reza.
" Hai Ghai ? " sapa Alisha,Ghai yang tidak asing dengan wajah Alisha langsung mengulurkan tangannya agar di gendong olehnya.Alisha sedikit canggung,namun ia tetap menggendong Ghai dan mulai mengajak balita itu berinteraksi.
" Ibu !" celotehnya.Alisha mengernyit.ibu ? " siapa yang di panggil ibu," benak Alisha.
" Kamu Alisha ! " Cetus Reza,yang melihat Alisha kebingungan.
" Kenapa mas ? " Karena kamu memang ibunya kan ? " jawab Reza sekenanya.
" Aku memang ibunya,tapi Davina adalah mama nya dan kamu adalah papanya,itu tak dapat di rubah mas.
" Jangan bahas,wanita itu ! " Wajah Reza tiba tiba dingin.
" Apa yang membuatmu datang Alisha ? " Reza bertanya seolah ia sedikit terganggu dengan Alisha.
" Apa mas Reza tidak suka Al kesini ? " jika begitu al bisa pergi sekarang.Alisha menyerahkan Ghai ke Reza dan meraih tasnya.
" Tunggu tunggu Al,bukan begitu maksud mas.duduk Lagi ya ? " Alisha memancarkan kesenduan yang dalam.seolah olah ia sangat sedih jika Reza tak mengharapkannya.
Reza kembali ke dapur dan meminta Tira untuk menjaga Ghai,karena ia ingin mengobrol berdua dengan Alisha dan tak ingin di ganggu.
__ADS_1
" Lalu apa yang membuat kamu kesini Al ! " Ucapan Reza berubah lembut kembali.
" Al kesini hanya ingin mas Reza meredam semua berita tentang Kak Vier,mas Reza enggak perlu jelasin,Al tahu betul bahwa berita itu mas yang buat kan ? " tapi Al tahu apa maksud mas membuat berita itu." Ujar Alisha.
" Maksud kamu ? "
" Ya al tahu,jika mas Reza melakukan itu agar mendapat simpati publik dan Alisha bisa kembali ke sisi mas kan ? " Reza terdiam,Alisha nya dengan gamblang membicarakan semua itu,namun ia tetap waspada.
" Bisakah mas Reza menjernihkan berita berita itu ? "
" Apa kamu kasihan dengan Vier,makanya meminta mas untuk merendam berita berita itu ? " Reza mulai kesal.
" Bukan begitu mas,jika gosip kak Vier terus menanjak,semua itu kan juga berpengaruh dengan reputasi Al mas,mas enggak kasihan dengan Al ? " Alisha mencoba menghiba.
Reza mulai terpancing dengan sikap memelas Alisha.Ia mulai berpikir apa yang di katakan Alisha benar adanya,bagaimana pun setiap gosip yang menyangkut Vier,Alisha pasti terseret.
" Bagaimana mas ? " Tanya Alisha.
" Baik,mas akan meminta seseorang untuk menarik semua berita itu,tapi bisakah kamu berjanji untuk meninggalkan Vier ? " Alisha mulai geram,Sabar." batinnya.
" Baik,mas berjanji akan menerima kamu apa adanya,walau Vier sudah mejamahmu tapi bagi mas kamu tetap bunga yang suci yang mas miliki." Reza menyentuh tangan Alisha lembut,tapi tindakan Reza membuatnya sedikit tak nyaman,ia mulai takut jika Reza akan melakukan hal hal di luar batas.
Namun apa daya,ia hanya bisa megikuti alur sekarang.agar apa yang menjadi keinginannya segera terwujud.
.
.
.
.
__ADS_1
Setelah perbincangan dengan Reza dan berhasil membuat Reza kembali percaya dengannya,Alisha meminta pamit,ia beralasan jika ia datang ke apartemen Reza diam diam tanpa sepengetahuan Vier ataupun mami Widya.Jadi ia harus segera pulang sebelum Vier lebih dulu sampai rumah dan mencurigainya.
Reza yang di butakan oleh cinta,langsung percaya begitu saja,tapi sebelum Alisha pergi Reza berpesan agar Alisha selalu membalas pesannya.Alisha pun hanya menjawab dengan anggukan tanda setuju.
" Brak " jalan." Ucap Alisa pada dua wanita yang ada didalam mobil yang Alisha tumpangi.
Jika Alisha sudah lolos,berbeda dengan Vier yang masih terjebak dalam obrolan nostalgia dengan Andra yang masih sangat nyaman berada di butik Vier.
Andra sangat antusias,bahkan ia kembali menceritakan kenangan mereka ketika masih bersama dan tinggal bersama di luar negeri.
Vier yang tak bisa mengelak,tetap tersenyum sesekali menanyakan sesuatu dan berharap Andra terpancing dan mengatakan suatu kebenaran.
"Jadi apa kamu yang buat berita tentang kita dua tahun lalu Ndra ? " Tanya Vier.
" Maaf Vier,aku memang sengaja membuat berita itu agar lebih meluas lagi.agar hubungan kita cepat di ketahui publik,karena aku benar benar sayang kamu Vie.
Jika dulu Vier akan luluh dengan kalimat seperti itu,tapi tidak sekarang,justru ia ingin sekali memukul wajah andra hingga tak berbentuk dengan tangan terkepal yang ia sembunyikan di bawah mejanya.
" Jadi apa wartawan ini yang kau suruh memotret kita keluar dari apartemen waktu itu ? " Vier menunjukan sebuah foto kepada Andra.
" Iya Vie,dia wartawan dirga Tv.tapi maksud aku waktu itu sama dengan sek...
" Dengan sekarang begitu maksudmu ? " Andra keceplosan,itu yang Vier mau.
Andra mulai bingung,ia mengatakan jika masudnya tidak begitu,tanpa Vier bertanya secara rinci Andra sudah menjelaskan sendiri jika ia terlibat dengan berita berita yang ada sekarang.
" Apa kamu tidak takut jika papa mu kembali mengurungmu Andra ? " Tanya Vier dengan tatapan dinginnya.
" Untuk a apa a aku ta takut,aku tak melakukan kesalahan apapun sekarang." Jawabnya sedikit tergagap.
Vier terdiam menatap Andra dalam,ia lupa bahwa seorang seperti Andra dan Reza,orang orang penuh dengan obsesi itu akan melakukan segalanya demi keinginan mereka agar semua berjalan sesuai angan angan mereka.
__ADS_1
" Jadi apa kah kau serius menikahi wanita itu dan mencintainya ? " tanya Andra.
" Jika aku berkata,aku menikahinya agar terhindar dari gosip miring itu,apa kamu percaya ? " tanya Vier.