
Pagi hari Alisha dan Vier bertolak ke apartemen Reza setelah meminta ijin dengan sang ibu,tetapi Vania yang tak ingin terjadi apa apa dengan kehamilan sang adik ipar memilih ikut walau Vier melarang.
Vania yang punya trauma tersendiri tentang kehamilan tak ingin sesuatu hal terjadi dengan Alisha,karena sekarang hanya tinggal Vier yang bisa memberikan sang ibu cucu dan penerus untuk keluarganya.
Ibu Mutia dan Anisa juga mewanti wanti Vier agar menjaga Alisha,mereka tak ingim terjadi sesuatu dengan Alisha apa lagi kehamilannya.
.
.
.
" Tapi Reza enggak dalam kondisi yang bakalan nyakitin Al kan Vier ? " Omel Vania.
" Inshaallah enggak kak,kita dampingi saja Alisha terus.semoga Reza tidak melakukan hal yang tidak tidak." Ujar Vier.
Mobil SUV berwarna putih itu melaju tenang,walau orang orang di dalamnya tidak setenang roda berputar itu.
Alisha juga terlihat beberapa kali menarik nafasnya,Vier sang suami yang mengetahui dada sang istri naik turun,menggenggam tangannya mengisyaratkan bahwa semua akan baik baik saja.
30 menit berlalu kini mereka sudah sampi di apartemen dan sedang berada di lift menuju lantai apartemen Reza.
" Ting nong "
" Siapa Zal pagi pagi begini ? " Tanya sang Nyonya.
Tanpa menjawab pertanyaan orangtua sang atasa,Rizal langsung berdiri dari duduknya dan membuka pintu karena ia tahu siapa yang berkunjung.
" Silahkan masuk ! " Ujar Rizal.
Vier,Alisha dan Vania masuk kedalam namun sebelum sampai ruang tamu..
" Untuk apa kalian kesini ! " Sarkas sang tante yang berjalan mendekat dan berdiri di depan mereka bertiga.
" Saya yang meminta mereka datang nyonya,karena mungkin hanya ibu Alisha
" Cukup Rizal,kamu lancang ! " pekiknya.
__ADS_1
Vier menarik nafasnya,menggenggam tangan sang istri lembut,serta mengisyaratkan ke Vania agar tak terpancing emosi.
" Biarkan Alisha bertemu Reza dalam kondisi tenang tan,apa tante tidak ingin Reza kembali seperti semula ? " Tanya Vier penuh dengan kesabaran.
Wanita paruhbaya itu terdiam,ia ingin Reza kembali. tapi ia tak ingin berhutang apapun kepada mereka,karena baginya pernikahan Vier dan Alisha adalah alasan kuat Reza berbuat seperti itu.
" Usir mereka Rizal ! " Mata Rizal membola,ia tak habis pikir kenapa wanita tua ini masih saja dengan egonya.
Vania yang geram,langsung meneriakan nama Alisha cukup kencang.Ntah apa yang sebenarnya maksud Vania.Vier yang terkejut langsung memeluk perut sang istri." Kamu gila ! " Vier menatap Vania,namun Vania hanya menyunggingkan sedikit senyumnya.
Dan...
" Alisha ! " Reza berlari keluar kamar sembari berteriak menyebut nama sang mantan istri,setelah mendengar teriakan Vania tadi.
Alisha yang melihat Reza dalam kondisi kusut serta tak terawat menukik kan kedua alisnya," Mas reza kenapa begini ? " Benak nya.
Rizal yang sigap langsung memeluk Reza dari belakang agar tak melakukan hal yang akan merugikan mereka semua.
" Reza,masuk lagi ya nak ? " sang ibu mencoba merayu Rez agar kembali tenang dan masuk ke dalam kamar.
Alisha memandang Vier sebentar," Boleh kak ? " Vier dengam berat hati melepas tangan sang istri dan menganggukkan kepalanya.
" Mas Reza ? " Panggil Alisha lembut,ia mendekat perlahan hingga sampai di hadapan mantan suami yang dulu pernah sangat ia cinta itu.
" Kamu datang untuk mas kan,kita akan sama sama lagikan ? " Reza memgang tangan Alisha cukup kuat hingga membuat Alisha sedikit meringis.
Vier dan Vania yang sadar akan sikap Rez yang sedikit berlebihan langsung mendekat ke arah Alisha.
" Kenapa kamu bawa dia Al ? " Dia jahat,dia merebutmu dari ku ! " pekiknya.
Sang ibu yang melihat anaknya begitu tak sanggup lagi berdiri,ia duduk dan sedikit memejamkam matanya.
" Mas Reza tenang ya,kita bicara baik baik,oke ! " Alisha mencoba melepas cengkraman tangan Reza,namun Reza justru semakin mempererat genggamannya.
Alisha yang mulai takut,sedikit menjauhkan langkahnya kebelakang,tetapi Reza yang tak ingin Alisha pergi mencoba menarik tangan Alisha.dan melepas paksa tangan Rizal dengan terus memukul nya,hingga mau tak mau Rizal pun akhirnya melepas kedua tangannya.
" Ikut Mas ya Al,mas janji tidak akan melakukan kesalahan apapun lagi,mas janji tidak akan menyakitimu lagi." Ujarnya penuh dengan senyum namum mata itu kosong.
__ADS_1
Vier ingin mendekat dan menarik Alishanya,namun entah kenapa ia tak bisa melakukannya." Apakah mencintai seseorang bisa sampai seperti ini,Apa kah jika suatu saat Alisha juga meninggalkan ku aku akan sepertinya," Gumam Vier dalam hati.
Tanpa mereka terka,tiba tiba Reza menarik tangan Alisha dan membawanya paksa.
Vier yang sigap langsung berlari dan meraih tubuh sang istri dan menendang Reza,hingga ia tersungkur di depan tangga.
Rizal dan Sang tante langsung berlari ke arah Reza dan membantunya berdiri.sedangkan Vania hanya melihat seberapa jauh sang adik akan melindungi istri dan calon anaknya dari bahaya.
Alisha ketakutan,baru kali ini ia melihat tatapan membunuh seorang Vier,mata yang teduh itu kini berubah dalam sekejap.
" Kamu enggak apa apa kan sayang ? " Vier langsung merubah mimik mukanya ketika memandang sang istri.
Alisha tak menjawab,ia hanya memeluk Vier sekencang mungkin.ia takut Vier akan lepas kendali.
" Al,mas mohon jangan termakan rayuan nya ? " dia itu mantan Gay,yang tak mungkin bisa mencintai wanita setulus mas Al." Reza melepas pegangan Rizal dan kembali mendekat ke arah Alisha,sembari memegang perutnya yang Vier tendang tadi.
Sang ibu mulai menitikan air matanya,ia tak tahu harus bagaimana lagi membuat Reza mengerti bahwa Alisha bukan lagi miliknya.
" Tapi aku mencintai kak Vier mas ! " Alisha mengucapkan kalimat itu tegas.
" Dan disini." Alisha menunjuk ke arah perutnya.
" Di sini ada hasil dari cinta kami." Ujar nya lantang.
Reza tersentak,ia terdiam.mulutnya yang tadi terus berbicara merayu kini diam seribu bahasa.dunia nya seakan runtuh,cintanya kini benar benar hilang,ia kalah cinta nya tak mungkin lagi bersambut.
Ia terduduk di lantai,airmata itu jatuh tak terelakkan.ia meraung,ia menyesali semua hal yang ia lakukan,ia tahu jika dari perpisahan itu Alisha nya tak lagi mungkin kembali padanya,namun hati yang egois terus menolak,bahkan ia selalu meracuni Ghai anaknya sendiri untuk terus mengingat Alisha sebagai ibunya,dengan menaruh foto Alisha di dalam kamar tempat ia beristirahat
Sang ibu mendekat kearah anak semata wayangnya itu,ia peluk dan ikut meresapi kesedihan sang anak.
ia kini menyesali segala bentuk dukunganya yang keliru,seharusnya dari awal mereka mengetahui Vier menikahi Alisha,dari situ seharusnya ia meminta Reza untuk melupakan Alisha bukan malah menyuruh untuk kembali mengejar sang mantan istri.
Mereka semua yang tengah berdiri,ikut merasa sedih.mereka semua juga tidak mau kejadiannya seperti ini terutama Vier.
Ia hanya mencoba meraih cintanya,dan tenyata tuhan mengabulkan doa nya agar Alisha kembali namun bukan untuk Reza melainkan dirinya.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
__ADS_1