
Vier berlari dan langsung membantu Alisha yang mulai merintih kesakitan karena terjatuh terlalu keras.
" Sayang ! " lirihnya.
" Sakit kak,perut aku kram.Alisha terus merintih."
" Darah ! " Seru Nadia.namun sedetik kemudian ia langsung menutup mulutnya.
Vier yang mendengar kata darah langsung melihat ke bawah gaun sang istri,tanpa menunggu.Ia langsung mengangkat tubuh Alisha dan..
" Jika terjadi apa apa dengan istriku,kamu harus bertanggung jawab ! " Vier menatap tajam bola mata Nadia dengan penuh intimidasi.
Vier segera berlari dan meminta pertolongan.Para kerumunan tamu pun ikut terkejut saat Vier menggendong sang istri dengan darah yang sudah menetes di lantai.
Nyonya Mustika yang melihat itu langsung meminta anaknya menghubungi rumah sakit terdekat jika ada Gawat darurat.dan langsung menyusul Vier kedepan.
" Zay,Zayyan ! " Teriak Nya.Zayyan yang sedang berada di dalam mobil segera keluar setelah mendengar teriakan Vier.
"Vier ! " Seru Nyonya Mustika.namun Vier tak menghiraukan.
" Hei hei tunggu ! " ada apa tante ? " Seru Vier.
" Langsung kerumah sakit terdekat saja,tante sudah hubungi UGD nya." Vier mengangguk dan tak lupa mengucapkan terima kasih walau samar.
Zayyan terkejut melihat istri bos nya dalam kondisi seperti itu," apa yang terjadi di dalam ? " batinnya.
Tanpa aba aba dari Vier,Zayyan segera melajukan mobil nya membelah jalanan dengan kecepatan tinggi.
" Jangan Tuhan,jangan ada apa apa.tetap kan dia bersamaku." Vier mulai menitikan airmatanya sedangkan Alisha sudah nampak sedikit pucat.
Hanya butuh 10 menit Zayyan sampai di rumah sakit terdekat.Ia langsung berlari ke arah IGD untuk meminta bantuan.
Zayyan lega,setibanya di depan IGD ternyata para dokter jaga sekaligus perawat sudah ada di depan dengan brankar nya.
" Tolong Dok ! " Vier meletak kan Alisha di atas brankar.
" Bapak tunggu disini."Vier mengangguk.
.
__ADS_1
.
Hampir 15 menit Vier menunggu di depan ruangan IGD dengan terus merapalkan doa dan memohonnpada tuhannya agar sang istri baik baik saja.
Sedangkan Zayyan tetap berada di sisi Vier untuk menguatkannya,karena bagaiamana juga Zayyan tahu bahwa Vier sedikit tidak nyaman dengan ruangan yang bernama IGD itu.
" Klek "
" Wali pasien Alisha Lintang ! " Seru salah satu perawat.Vier langsung berdiri menghampiri sang perawat.
" Bagaimana dengam istri saya ? "
Perawat pun menjelaskan bahwa kondisi Alisha sedikit tidak baik begitu juga anak di dalam rahimnya,akibat benturan itu air ketuban yang ada didalam rahim Alisha juga ikut merembes keluar dalam jumlah banyak.jadi mau tidak mau tindakan operasi harus segera di lakukan.
" Apapun dok,asalkan mereka selamat ! " Vier sudah tak bisa memgkondisikan airmatanya yang terus mengalir,sehingga membuat perawat wanita itupun menatapnya sendu.
" Bapak sabar ya,berdoa saja." Perawat wanita itu kembali kedalam dan mengambil berkas persetujuan untuk tindakan lanjutan terhadap Alisha.
Vier tanpa membaca,langsung saja menadatangani semua berkas itu serta terus merapalkan doa.
Alisha sudah berganti dengan baju saat di dorong keluar menuju ruang operasi.Vier terus menggenggam tangan Alisha yang sedikit dingin itu sampai ia masuk dan hilang di balik pintu ruang operasi.
" Mami." lirih Vier,ia langsung menyambut kedatangan sang ibu dengan pelukan erat.
Sang ibu langsung memberondong Vier dengan pertanyaan kenapa menantunya bisa sampai seperti ini keadaannya,Vier pun menjelaskan apa yang ia lihat sebelum akhirnya Alisha terjatuh.
" Lalu bagaimana dengan wanita itu ? " tanya sang ibu kesal.
" Kita urus nanti mi,yang penting Alisha dulu." Mami Widya mengangguk pasrah,karena apa yang dikatakan Vier memang benar adanya.
Satu jam berlalu namun masih belum ada tanda tanda jika operasi itu telah selesai.Vier yang cemas tak bisa diam,ia mondar mandir sambil terus menggigit jempolnya sehingga membuat sang ibu juga mulai di landa khwatir.
" Ya Allah,semoga menantuku baik baik saja." Gumam sang ibu.
.
.
Dua jam berlalu ...
__ADS_1
Cek lek
Para perawat keluar dari dalam ruangan serta mendorong brankar Alisha karena akan di pindahkan.
" Bagaimana kondisi nya Dok ? " tanya Vier.
" Pendarahannya sudah teratasi,namun istri dan bayi anda masih harus di rawat secara inntensif dulu,jadi kami akan memindahkannya ke ICU serta bayi laki laki anda akan kami bawa ke NICU.
" Tapi bagaimana dengan cucu saya dok ? " tanya samg oma.
" Butuh penangan sedikit khusus bu,tapi semua organ Vital nya baik,dia hanya sedikit stres saja akibat terjatuhnya si ibu.
Mami Widya mengusap dada nya lega,sedangkan Vier terus menatap wajah pucat Alisha yang masih terbalut baju operasi dan selimut rumah sakit itu.
***
Jika di Rumah Sakit tragedi itu sudah terlewati dengan baik dan membuat mami Widya serta Vier sedikit lega.Tapi tidak di sini,sebuah rumah berlantai dua yang cukup mewah sedang ada perdebatan mengenai sang anak yang akanndi bawa oleh polisi.
" Tapi pak kejadian itu tidak sengaja." Ujar wanita yang masih mengenakan gaun pestanya itu.
Ketika Vier dan mami Widya fokus dengan Alisha,Zayyan sang asisten berinisiatif menghubungi Nyonya Mustika dan menanyakan apa di depan lorong kamar mandi ada CCTV,dan tenyata keberuntungan berpihak pada Zayyan,ada satu kamera di depan lorong masuk ke area kamar mandi yang merekam kejadian itu walau sedikit agak jauh namun terlihat jelas ketika Nadia menarik tangan Alisha sedikit kencang dan membuatnya terjatuh.
" Jelaskan saja di kantor nona Nadia,karena laporan serta CCTV yang menjadi bukti bahwa anda sengaja menarik lengan nona Alisha cukup terlihat jelas.
" Tapi pak apa tidak bisa besok pagi saja membuat laporannya,ini sudah tengah malam. " Ujar Ayah Nadia.
" Maaf tidak bisa,karena ibu Mustika sebagai penyelenggara acara juga memberikan kesaksian serta kewenangannya agar kami bisa segera melakukan tidak lanjuy terhadap anak bapak.
Nadia yang mendengar bahwa Nyonya Mustika juga ikut memberi kesaksian serta kuasanya agar menangkap dirinya membuat ia pasrah." karirku bisa bisa hancur dalam sesaat karena wanita sialan serta suami bancinya itu.Gumam Nadia dalam hati dengan menggigit bibirya geram.
Nadia yang tak lagi bisa berkutik mau tak mau ikut mereka untuk keterangan lebih lanjut di kantor polisi.
.
.
Pagi datang,Alisha yang masih nyenyak dalam tidurnya membuat Vier hampir terjaga semalaman karena ia takut sang istri tak lagi akan bangun.
Sedangkan subuh tadi Vier sudah menengok sang anak yang kondisinya masih sama dengan sang ibu,ia masih tertidur di dalam inkubatornya.
__ADS_1
Vier terus meremat telapak tangan Alisha dan sesekali menciumnya," Sayang,kamu tidak ingin bangun ? " anak kita mirip sekali dengan ku,maaf ya ? ".Vier terus menatap wajah pucat itu sendu,ia tak mengira jika keinginan nya membawa Alisha ke pesta untuk pertama kali justru membuat sang istri dalam kondisi seperti ini.