
Satu bulan berlalu dengan cepat,Alisha yang masih belum memutuskan apapun masih dalam mode galau,ia akan membicarakan ini dengan sang kakak terlebih dahulu sebelum memutuskan ia akan berlabuh atau masih meneruskan perjalanannya.
Sedangkan Vier mulai merasa cemas,waktu yang ia berikan pada Alisha tinggal sedikit lagi,ia sungguh kawatir jika pada akhirnya gadis itu akan menolaknya,Vier tak sanggup membayangkan jika itu terjadi.
Bahkan Zayyan sang asisten di buat kualahan dengan mode galau sang bos beberapa hari ini,semua kegiatan di luar butik ia batalkan secara sepihak,jatuh cinta benar benar membuatnya kacau.
Vier tak bisa menghilangkan nama Alisha dalam pikirannya,bahkan senyum Alisha menari nari di ingatannya,membuat Vier merasa kembali tidak waras.
Jika Vier tak bisa melakukan aktifitasnya dengan benar berbeda denga Alisha,justru ia sedang semangat untuk mengajari dua anak buahnya itu mengelola toko baju nya dari masalah keuangan hingga menghitung stok yang ada.
Ia mengatakan jika beberapa hari ke depan ia akan mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan ke kota bandung di mana sang kakak tinggal.
Dua bocah itu awalnya terkejut namun setelah Alisha mengatakan ia hanya akan bertandang bukan menetap membuat Linggar dan Wati lega.bagaimanpun Alisha adalah penolong untuk mereka,mereka yang tak bisa melanjutkan kuliah karena terbatasnya keuangan memilih bekerja.
Namun bekal ijazah SMA nya tak cukup membuat mereka segera mendapat pekerjaan,dan Alisha lah yang membuat mereka dalam sekejap mendapat pekerjaan dengan gaji yang cukup untuk membantu perekonomian keluarga mereka.
Toko baju Alisha tidak hanya menjual barang barangnya secara langsung namun juga online,tidak hanya perbaju namun juga grosir.
***
Malam hari di rumah Alisha hari ini nampak ramai dengan adanya bude beserta dua cucu kembarnya yang ikut tinggal bersamanya.
Linggar juga Wati meminta di ijinkan menginap agar bisa mengobrol lebih lama dan membantu Alisha berkemas,karena esok ia akan berangkat ke bandung.
" Mba Alis janji ya gak lama,gak sampe berbulan bulan disana,ntar kita keteteran lo ngurus toko berdua." ujar Linggar di angguki oleh Wati.
" Kalau misal mba lama,dan kalian kwalahan ngurus toko,cari aja karyawan baru,akhir akhir ini permintaan grosir nya kan lumayan." Alisha mulai memasukkan baju baju nya ke dalam koper.
" Tapi kami gak biasa ada orang baru mba ! " tukas Wati.
__ADS_1
Ini lah mengapa Alisha enggan untuk pergi dari tempat ini,kedua bocah itu sudah menjadikan Alisha tempat mereka berkeluh kesah dalam segala hal,sekaligus juga membuat Alisha merasa mempunyai adik yang harus ia urus.
" Memang kakak mau kemana ? " tanya juna keponakannya.
" Panggil bulek Juna ! " Bude Warti datang membawa teh hangat untuk mereka.
" Gak keren uti ! " masa iya kakak cantik gini di panggil bulek ! " Timpal Juni kembaran Juna.membuat semua orang tertawa riang mendengar penuturan kedua bocah iqtu.
Alisha memandang setiap orang yang ada di sini,mereka lah yang mengisi hari harinya selama dua tahun ditempat ini,mereka yang membuat Alisha bisa segera bangkit dan mulai menyembuhkan lukanya sedikit demi sedikit,hingga membuat Alisha yang sekarang.
Malam semakin larut obrolan itupun terhenti ketika jam menunjukkan pukul 11 malam,Alisha yang takut terlambat bangun memilih menyudahi dan bersiap tidur.Sedangkan kedua keponakannya sudah mengarungi mimpi sejak pukul 9 tadi.
" Ati ati yo nduk,ojo lali nelpon bude kalau sudah sampe tempat mbak mu ! " Alisha memeluk budenya erat.
" Iya kabari kita juga ya mba ! " Ujar Linggar,sedangkan Wati sudah mewek di samping Linggar,sambil menempelkan wajahnya di punggung milik sang sahabat .
" Udah dong meweknya Wat ! " Alisha langsung merengkuh Wati kedalam dekapannya.
Panggilan untuk penumpang kereta tujuan bandung sudah di suarakan oleh petugas,Alisha segera mengangkat barang bawaannya dan menyeret kopernya masuk kedalam kereta.
Perjalan Solo Bandung kurang lebih membutuhkan waktu 9 jam,Alisha pun menggunakan waktu itu untuk mendengarkan musik atau sekedar membaca buku yang ia bawa untuk mengusir rasa bosannya.
***
" Pak,acara di bandung besok apa anda akan datang ? " ujar Rizal sang asisten.
" Apa harus ? " Ghai sering rewel akhir akhir ini saya takut meninggalkannya lama lama.
" Apa Ghai kita bawa saja pak ? acara pemotongan pitanya kan hanya sebentar." lanjut Rizal,karena selama ini jika ada perjalanan ke luar kota jika tidak mengharuskan Reza ikut,dia akan menyerahkan seluruh pekerjaannya kepada Rizal,atau Ryan selaku CEO.
__ADS_1
" Saya akan tanyakan ke Tira dulu apa dia bersedia ikut.kamu tahu sendiri kan Ghai sangat aktif jika di ajak keluar dari rumah " ujar Reza,Rizal mengangguk patuh.
" Reza ! " Rizal dan Reza menoleh bersamaan ke arah pintu yang memang tak tertutup.
" Kamu boleh keluar ! " Permisi pak,Nyonya Davina." pamit Rizal.
" Apa kah peringatanku tidak jelas Davina ! " jangan ke kantor." Seru nya.
" Rez ! " maaf,tapi hanya di kantor ini aku bisa menemuimu." Davina menampakkan wajah memelasnya.karena hanya di kantor Reza tidak akan terang terangan mengusirnya.
" Hah ! " untuk apa kau kesini ? " Reza memutar langkahnya dan duduk di kursi kebesarannya.
" Aku hanya ingin bertemu denganmu,aku bawakan kamu makan siang ! " Davina meletakkan kota bekal itu di atas meja Reza dengan senyum yang mengembang.
" Apa aku pernah memintanya,jangan melakukan sesuatu yang sia sia Davina ! " ucap Reza datar.
" Apa kamu tak bisa membuka hatimu walau hanya sedikit Rez ! " Davina mulai melayangkan tangisan Aligatornya.Reza muak jika sudah begini.
Selama dua tahun ini dan sejak kepergian Alisha,Davina mulai melayangkan sengatan sengatan Listrik cinta pada Reza,namun apalah di kata hati Reza hanya terpaut pada Alishanya,dan itu selalu membuat Davina uring uringan setiap hari,tapi tak pernah menyurutkan semangatnya untuk mengejar Reza agar ia bisa masuk ke keluarga Pratama.
Baginya tak ada tempat lain untuk nya sekarang,bahkan keluarganya sekalipun,walau sang ayah tetap memberikan uang dan fasilitas selama ia di jakarta,namun yang ia ingin hanya Reza.entah itu benar rasa cinta atau hanya obsesi belaka,namun Davina tak pernah menyelami betul isi hatinya.
" Sudahi tangisan mu dan keluarlah." selalu berakhir seperti ini," benak Davina,tangannya mengepal erat.
" Sudah dua tahun Rez,dia pergi.dia memilih berpisah dari pada bertahan denganmu,apa itu tidak bisa membuktikan bahwa ia tak sungguh sungguh mencintaimu ! " pekik Davina kesal.
" Diam ! " jika kau tak hadir di tengah tengah kami,sekarang aku dan Alisha sudah bahagia ! " Reza tak kalah berteriak.
" Jangan lupa Rez,anak yang kamu urus dan kamu sayangi itu lahir dari rahimku ! " ujar Davina dengan senyum iblisnya.
__ADS_1
Reza terdiam,kenyataan inilah yang selalu menghantui pikiran Reza,bahwa kenyataan Davina lah ibu kandung dari sang anak.sampai kapanpun ia tak akan bisa menolak takdir itu.
Davina selalu merasa menang jika mengingatkan Reza tentang hak nya terhadap Ghaisan,iya selalu membanggakan dirinya karena ia yang melahirkan penerus Pratama,buka Alisha.