Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 32 - Mengalir Bagai Air


__ADS_3

Musik mengalun terdengar begitu riang hingga membuat Alisha ikut bernyanyi dan sesekali menghentakkan kakinya.ia sedang melakukan kegiatan sehari harinya sebagai seorang istri dari seorang Reza Fahri Pratama.


Kini ia tidak lagi menjadi sekretaris ia berubah haluan menjadi ibu rumah tangga.sudah satu bulan ia menyandang status itu,sekarang hari hari nya ia isi dengan memasak,membuat kue dan yang paling utama membersihkan rumahnya karena ia dan Reza sepakat untuk tidak memakai jasa ART.


Setelah sepakat untuk menjalani biduk rumah tangga ini dengan semestinya mereka melakukannya sesuai dengan sifat dan kebiasaan mereka masing masing,kadang Alisha juga mengomel layaknya istri kebanyakan jika sang suami sembarangan menaruh baju atau handuk.


Begitupun juga Reza,jika Alisha mengomel dan marah marah karena kebiasaan Reza yang suka sembarangan,Reza akan mengomel jika.


" Sayang ! " seru Reza dari arah ruang baca.


" Alisha ! " ulangnya.


" Tuk "


" Lah,kok di matiin sih mas ! " Keluhnya.


" Kan Alisha lagi masak ! "


" Tapi musik kamu sampai ruang baca mas sayang ! " geram Reza.


" Pindah kamar atas deh,pasti gak kedengeran." ujar Alisha tanpa rasa bersalah.


" Mas di ruang baca lagi kerja sayang.tolong dong pengertiannya." sedangkan Alisha seperti biasa ia sudah manyun bak bebek legendaris yang masih terkenal hingga kini.


" Tapikan gak enak mas,masak diem diem aja gak ada yang di ajak ngobrol.sepi tau ! " Alisha menyeret kursi dan duduk.


" Hah ! " Reza hanya bisa menarik nafas sabar jika Alisha sudah begini.


Reza duduk berhadapan dengan Alisha dengan pemandangan masakan yang sudah jadi beberapa,ia memandang seksama,ada udang balado,ayam bakar, capcay,dan sambal,serta piring kecil berisikan cake yang Vier kirimkan tadi malam.


" Kenapa banyak sekali sayang ? " tanya Reza.


" Kan ada Rizal mas,masa iya masak sedikit ! " cicitnya.

__ADS_1


Reza yang mendengar itu menarik sudut bibirnya,siapapun yang datang ke apartemen mereka Alisha pasti akan masak dalan jumlah banyak dan berbagai menu,walau mami Nadine selalu datang dengan membawa masakan mereka pasti akan memasak lagi yang baru,memenuhi kesenangan diri kata mereka.


" Ya sudah,mas minta maaf tapi bisa di kecilin sedikit ya sayang ? " Reza memohon." Alisha mengangguk kecil,seperti tak ingin.Ruang baca memang hanya berjarak beberapa langkah saja dari dapur,itulah mengapa Reza selalu mengomel.


" Cup "


Reza mengecup kepala Alisha sebelum kembali ke ruang baca,dan selalu membisikkan kalimat andalannya,aku sayang kamu,maaf ya.(wkwk)


Akhirnya Alisha kembali memasak dengan masih mendengarkan musik,memutar lagu yang ada di posel pintarnya seperti tadi namun dengan volume yang lebih kecil,menarik perhatian itu mudah,benak nya terkekeh.


***


Malam menjelang seperti biasa sehabis solat isya jika Reza tak pulang terlambat mereka akan menghabiskan waktu menonton tv dengan berbagai macam snak di atas meja dan saling memeluk.


" Jangan itu mas,suka banget sih liat sinetron ! " Alisha meraih remot dari tangan Reza dan mengganti chanelnya.


" Lagi seru itu Al." Reza memelas.


" Ya ampun,pasti habis ini minta beli." batin Reza.


Alisha yang fokus menonton dengan mata bulatnya membuat Reza selalu memandangnya dengan seksama,entah sampai kapan bisa melihat Alisha yang apa adanya di rumah,dan selalu mencari keributan dengannya.


Reza hanya ingin menikmati ini hingga waktu itu datang ia ingin semua ini terekam dengan baik di memori otaknya,agar bisa menjadi bekal untuk hatinya.


" Weh,tidur ! " kebiasaan." tukas Reza.Reza yang dari tadi sudah tak mendengar gumamam istrinya mencoba melirik,dan ternyata benar,Alisha tertidur seperti biasa.


" Ya Allah,beratnya ! " Reza menggendong Alisha ala Bridal style.makan mulu sih,apa lagi Vier tiap hari kirimin cake itu,ya ampun nambah berapa kilo lagi sih sayang," gumam Reza sembari menggendong Alisha ke kamarnya.


Reza masuk ke kamar Alisha dengan membuka pintu pelan,agar tak mengejutkan sang istri.ia letakkan Alisha di ranjang dengan sprei bergambar kesukaannya.


" Selamat malam sayang ! " Reza mengecup kening itu lama.mimpi indah ya." ujarnya.


Reza menyelimuti sang istri dan memandangnya lekat,ia simpan wajah tertidur itu di hati dan pikirannya,agar menjadi mimpi indah dalam tidur lelapnya.Reza keluar dari kamar Alisha menujun ke kamarnya sendiri.

__ADS_1


****


Sedangkan di kamar apartemen yang lain,seorang pria masih sibuk dengan pensil gambarnya.ia mulai mengguratkan pensil itu di buku gambarnya melukis wajah seseorang dengan serius ia pakai ingatannya untuk membuat gambar itu sempurna.


Satu minggu lalu pihak keluarga andra menghubunginya,ia cukup terkejut karena sudah beberapa bulan ia tak tahu kabar pria yang pernah menjalin kasih dengannya itu.


Pihak keluarga mengatakan jika andra sedang sakit dan dalam kondisi perawatan intensive di salah satu rumah sakit,sang ibu yang tak kuasa melihat kondisi sang anak yang hampir setiap saat menggumamkan nama Vier akhirnya dengan berat hati menghubungi pria cantik itu


Vier yang mengetahui kabar tersebut sempat terkejut,ia kira selama ini Andra tak ada kabar karena ia kembali ke negeri gajah putih dengan pengawalan ketat ayahnya,atau mungkin memang sengaja menjauh darinya,karena hampir seluruh sosial media dan kontak telponnya di blok oleh Andra.namun pikiran Vier keliru,ternyata Andra masih tetap di indonesia,di kurung di rumahnya sendiri.


" Dari awal semua ini memang salah,bagaimana pun kita memaksa kehendak tuhan,semua itu tak akan pernah berjalan dengan baik.karena memang kita berada di jalan yang salah." gumamnya dalam hati menerawang jauh pria yang kini terbaring di ranjang Rumah Sakit.


Vier kini juga mulai melakukan pengobatannya dengan serius,agar ia bisa sembuh dari trauma serta bisa memulai mencintai lawan jenisnya tanpa bayang bayang masa lalu.walau sebenarnya sudah ada seseorang yang tersemat di hatinya dan hampir memenuhi relung jiwanya.


Vier selesai dengan gambarnya ia letakkan pensil dan buku itu di nakas samping tempat tidur.ia sibakkan selimut yang menutupi sedikit kakinya dan berdiri dari duduknya ia berjalan mendekat ke arah tirai menyibaknya sedikit agar cahaya bulan itu bisa masuk kedalam kamarnya.


Walau aku tidak tahu ini benar atau justru akan membuat hatiku kembali terluka semakin dalam,namun cinta ini berbeda dengan cintaku yang lalu,jika dulu aku tak melihat harapan berbeda dengan sekarang harapan itu bagai cahaya matahari yang bersinar di kegelapan malam." ia tersenyum dalam khayalannya.


Jika Vier,Alisha dan Reza dalam kenikmatannya namun tidak dengan wanita yang sedang memegang perutnya karena kram yang tiba tiba ia rasakan.


...*************...


Hai .... Pembaca setia ....


Gimana dengan bab ini apa sudah bisa menebak bagaimana nanti Reza dan Alisha kedepannya.


Karena sepertinya sudah banyak yang bosan dengan crita saya,terbukti dari beberapa yang sudah di buang dari keranjang ya.😆🙏 Alurnya memang seperti ini,maaf jika tak sesuai harapan kalian.saya hanya penulis remahan rangginang🤧🤧 Namun...


Terimakasih untuk yang sudah masih bertahan dengan cerita ini,terima kasih atas like,komen dan hadiah yang para readers kasih buat saya,suport kalian penyemangat ku.


Thanks a lot..💕💕


# Belajar berkarya

__ADS_1


__ADS_2