
Tanpa terasa satu bulan berlalu dengan cepat,kini kandungan Davina sudah berusia 7 bulan,namun tak ada masyarakat yang tahu jika keluarga Pratama itu akan memiliki cucu pertamanya dari wanita lain bukan dari menantu sah mereka.
Semua akses tentang kondisi keluarga itu di tutup rapat,bahkan di perusahaan banyak kabar simpang siur yang mengatakan jika Alisha sudah hamil lebih dulu maka dari itu ia tak bekerja lagi karena malu.
Namun semua itu juga masih menjadi tanda tanya para karyawan,Reza yang masih tetap bekerja seperti biasa juga menampakan bahwa ia baik baik saja dan tak terjadi apapun.
Luna sang sahabat juga menutup mulutnya rapat rapat mengenai sahabat karib nya itu,bahkan ibunya juga sangat sedih ketika ia mendengar kabar tentang Alisha dari sang anak.hingga kini masih banyak teman teman satu divisi atau di luar itu menanyakan dimana sebenarnya Alisha.
Sedangkan Alisha yang menjadi buah bibir di perusahaannya kini masih tetap tinggal di apartemen Vier namun sudah tidak dengan mertuanya hanya bersama bi Rosi saja.
Selama tinggal di tempat itu selama itu pula ia tak bertemu Reza sang suami tercinta.Dokter yang menanganinya pun selalu datang satu minggu sekali atas permintaan Vier,karena Alisha mengatakan jika ia enggan untuk keluar dari sana.
Vier yang merasa bahwa Alisha butuh pengalihan menjadikan ia seorang model dadakan untuk menstimulus otaknya lagi,hampir seminggu dua kali fotografer serta salah satu karyawan Vier bertandang kesana.
Reza yang tahu bahwa Vier memberikan perhatian lebih pada istrinya pun tak bisa melakukan apa apa,ia hanya berharap waktu berjalan cepat,dan anak di dalam kandungan Davina segera lahir,karena setelah itu terjadi Alisha akan memberikan jawabannya,akan terus bersama Reza atau memilih berpisah.ia juga berpikir tidak mungkinkan seorang Vier menyukai perempuan.( wkwk )
" Cekrek ! " bagus mba Al,lanjut ya." ujar fotografer yang mengambil gambar Alisha.
Alisha mengganti gayanya,ia mencoba senatural mungkin,karena hal ini merupakan kegiatan baru untuknya.
" Oke ! " selesai." sang fotografer mengisyaratkan dengan membentuk huruf o dengan jempol dan telunjuknya.
" Hah,Alisha menarik nafasnya panjang." kak Vier ada ada saja,aku bukan model tapi sekarang jadi model. " gumamnya.
" Capek non ? " Gak lah bi,cuma agak aneh aja sih,biasa kerja di depan komputer sekarang kerja depan kamera." Alisha terkekeh.
__ADS_1
" Lagian kak Vier ada ada saja,jadiin aku model mau di pajang di butik lagi,ntar kalo pelanggan nya pada gak suka gimana,kan bisa bangkrut mendadak bi ! " bi Rosi tertawa mendengar penuturan Alisha,ia bersyukur bahwa nona mudanya ini bisa sedikit demi sedikit keluar dari zona merahnya.
" Mba,kita pulang ya ! " udah beres." ujar sang fotografer.
" Loh gak makan dulu ? " tanya Alisha.
" Ya ampun suruh makan apa lagi genap sebulan perutku bukan kotak kotak lagi,bulat bulat kalo tiap kesini di bikinin kue sama bibi cantik ini." kang foto yang bernama Mike itu mengeluh lalu tertawa.
" Iya bi,kenyang lo ! "ujar danis salah satu karyawan Vier yang sudah Alisha kenal sejak foto prewed beberapa waktu lalu.
" Ya udah kalian hati hati ! " kita kesini setelah ini rilis ya mba,karena kata bos Vier ada salah satu gaun pengantin yang baru ia desain,ntar mba Alisha jadi modelnya,gitu katanya ! " Danis mengatakannya sembari mengangkat tas make up yang ia bawa tadi.
" Gaun pengantin ? " Danis dan Mike mengangguk.
" Wah itu sih gak tahu mba,bos cuma bilang gitu ! " ujar Danis.
Setelah memberekan barang barang mereka dengan cermat dan rapi Danis dan Mike pamit,dan keluar dari apartemen,tak lupa mereka juga mengatakan akan mengirim hasil hari ini.
" Non ! " bi Rosi memanggil Alisha pelan.
" Iya bi ? " emm...tadi Nyonya besar telpon,katanya apa kita harus mengadakan tujuh bulanan untuk anak yang di kandung wanita itu." bi Rosi penuh dengan kehati hatian berbicara pada Alisha.
Alisha yang di tanya pun terdiam dan berpikir,tujuh bulanan juga perlu,karena di acara itu akan banyak doa yang mengalum untuk ibu juga si jabang bayi agar tetap sehat dan selamat sampai waktu lahiran tiba.
Alisha memang tak pernah lagi membahas soal Davina kepada siapapun ia tahu kabar tentang wanita itu juga dari Rizal asisten Reza yang datang seminggu sekali untuk memberikan berkas apa saja yang sudah Reza lakukan dan keluarkan untuk wanita itu.
__ADS_1
Rizal juga mengatakan jika seluruh akses tentang Davina di tutup rapat bahkan dari keluarga nya sendiri,karena Davina tak ingin apa yang sedang di alaminya mencuat kepermukaan.ia berkata setelah anak ini lahir dan jelas bahwa DNA Reza cocok dengannya ia akan pergi namun ia meminta persyaratan agar reza memberikan ia sejumlah uang untuknya.
" Em bilang mami,aku setuju saja bi bagaimana pun janin itu adalah anak mas Reza bi,jika tuhan berkehendak aku juga akan jadi ibu nya nanti,atau mungkin tidak." bi Rosi yang mendengar kata tidak sedikit mengerutkan dahi,apa kah nonanya ini akan meminta berpisah." batinnya.
" Maksud non Alisha bagaimana ? " tanya bi Rosi.
" Kita ikuti alur Allah saja bi,jika masih ada jodoh panjang mau bagaimana pun Al mengelak kami pasti akan tetap bersama.namun jika boleh memilih,saya mau nya berpisah saja bi." bi Rosi terkejut hingga tanpa sadar ia meremat bajunya.
" Tapi non ! " itu kan hanya andaikan bi.karena bagaimana pun Alisha gak tahu bisa menyayangi anak itu atau tidak jika kelakuan kedua orang tuanya sudah membuat saya begini." ujar Alisha.
" Ya sudah non,bibi hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk non Alisha,agar non tetap sehat dan baik baik saja." Alisha mengangguk,Amin " lanjutnya.
Bi Rosi yang sudah mendapat ijin dari nona mudanya langsung menghubungi mami Nadine untuk mengabarkan bahwa Alisha setuju jika harus mengadakan acara itu untuk Davina beserta bayinya.
Mau bagaimana pun Alisha mencoba mengelak tapi hal ini sudah terjadi,ia juga mulai ihklas dan menerima keadaan yang terjadi di dalam pernikahannya yang baru berusia beberap bulan ini.
" Alisha setuju pi ! " Papi Raja terdiam.
" Lalu dimana kita akan mengadakan acara itu mi ? "
" Tentu di apartemen perempuan itu pi,dimana lagi.di rumah ini ? gak akan mami ijinkan sekalipun Reza yang minta." ketusnya.
" Iya mi iya,jangan marah marah terus mi.jaga kesehatannya." ujar papi Raja sembari merangkul pundak istri cantiknya itu.
" Bagaimana mami gak kepikiran pi,mami gak tahu apa Reza masih bisa bersama Al atau gak setelah ini,bayangin jika Alisha jadi menantu orang lain saja,hati mami sakit." mami Nadine meneteskan air matanya.
__ADS_1