
Alisha yang tak bisa memejamkan matanya,memilih untuk keluar kamar dan mencari minuman hangat di warung tenda sekitar hotel tempat ia menginap.
Di sepanjang ia berjalan ia juga memikirkan kata kata Linggar jika tadi ada sedikit masalah di tempat acara karena salah satu desainer yang akan menjadi pemberi penghargaan tiba tiba pergi entah kemana.
Namun bukan itu yang menjadi pikiran Alisha hingga membuatnya insomnia dadakan,tetapi kata kata Linggar yang mendiskripsikan penampilan desainer tersebut.tapi jelas jelas di situs yang ia kunjungi tak ada nama nya disana.ia sendiri bingung kenapa ia sampai tak bisa tidur hanya karena teringat dengan pria yang pernah menjadi ibu perinya itu.
Alisha tiba disalah satu warung tenda dan memesan minuman hangat yang cukup banyak di temukan di tempat seperti ini.ia memutar matanya untuk mencari tempat duduk yang agak sepi.
Duduklah ia di tikar paling pojok bersamaan dengan sepasang sejoli yang sedang memadu kasih,bagai dunia milik berdua.
" Tring ! " bunyi pesan masuk di ponsel Alisha.
" Mba dimana ? " pesan masuk dari Wati.
" Mba jalan jalan sebentar Wat,gak bisa tidur.kamu tidur aja dulu besok pagi kan mau kepantai."
" Ya sudah,jangan malam malam mba,udah jam 10."
" Oke ! "
Alisha membalas pesan Wati dengan ikon jempol dan senyum,minuman yang telah ia pesan juga sudah datang bersamaan dengan seseorang yang tiba tiba memanggilnya dengan sebuah seruan terkejut.
" Bu Alisha ! " Seorang pria tampan dengan pakaian kasualnya menghampiri Alisha.
" Loh,Rizal ! " Alisha cukup terkejut bisa bertemu asisten mantan suaminya itu disini,benar benar tak menyangka.
" Ibu apa kabar ? " Tanya Rizal sopan,walau wanita dihadapannya ini sudah menjadi mantan secara status namun tak pernah menjadi mantan di hati tuannya.
" Aku baik Zal,santai saja ! " Alisha terkekeh melihat Rizal masih memeperlakukan ia sama seperti dulu,Rizal pun mengusap tengkuknya canggung.
Alisha pun duduk kembali serta mengajak Rizal duduk bersama dengannya.mereka mulai menanyakan kabar mereka masing masing,Alisha juga tak lupa menanyakan kabar mantan mertuanya serta baby Ghaisan yang kini sudah bertumbuh besar.
Sesekali Alisha tersenyum mendengar cerita Rizal tentang Ghai,namun ia juga sedikit merasa sedih bahwa ternyata hingga kini Reza tak memberi keluarga yang utuh untuk anak itu.
__ADS_1
Namun ia cukup lega dan senang mendengar mami Nadine dan papi Raja lebih sehat dari sebelumnya,itu semua berkat kehadiran Ghai di tengah tengah mereka.
Rizal juga menanyakan kenapa Alisha ada di kota ini sedangkan yang ia tahu,bahwa Alisha tinggal di kota Solo,Alisha pun menjelaskan ada kepentingan apa dia di kota pelajar ini.
" Lalu apa urusan mu ke kota ini Zal ? "
" Ada sedikit masalah di Resort kita bu,ada salah satu penyewa bunuh diri di sana ! " Alisha terkejut hingga menutup mulut dengan kedua tangannya.
" Seharusnya pak Reza juga hadir namun ia menolak,ia cukup trauma dengan kota ini." Alisha terdiam.
Karena kejadian di kota ini lah yang membuat Ghai hadir sekaligus membuat perceraian itu ada dalam pernikahannya yang baru seumur jagung.
" Jadi kamu datang sendiri ? " Tidak,saya datang bersama pak Bagas dan pengacara kita bu." jawab Rizal.
Pertemuan tak terduga itu pun membuat Alisha yang lama tak tahu kabar sang mantan menjadi sedikit mengerti karena Rizal benar benar menjelaskan kondisi Reza saat ini begitupun dengan yang lain.
Namun Alisha menunggu Rizal menjelaskan tentang keadaan seseorang namun Rizal tak menceritakan apapun tentang orang itu.menjadikan Alisha semakin memikirkannya,bahkan membuatnya penasaran.
Cukup lama Rizal dan Alisha mengobrol,sampai waktu menunjukkan pukul 11 malam,Alisha yang takut jika Wati akan khawatir memilih menyudahi obrolan itu dan pamit untuk kembali ke hotel.
Alisha juga tak lupa mengatakan pada Rizal jika pertemuan mereka hari ini di rahasiakan saja dari mereka yang ada di jakarta.karena Al tidak ingin Reza atau Mami Nadine kembali memikirkan dirinya.
***
Mentari pagi datang menerangi aktifitas para pekerja yang ada diwilyah itu,beberapa tukang becak sudah hilir mudik mengantar pelanggannya untuk kepasar ataupun hanya sekedar mencai sarapan,terlihat juga beberapa pelancong mancanegara menenteng tas ransel mereka menuju ke stasiun yang ada di utara hotel tempat Alisha menginap untuk meneruskan perjalanan mereka.
Alisha yang sudah bangun dari subuh tadi kini ia sedang memandang riuhnya kota pelajar dari balik jendela kamarnya.sedangkan teman sekamarnya Wati,ia masih berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
" Tok Tok ! " perhatian Alisha teralihkan setelah me dengar ketukan di pintu kamarnya.
Cek Lek
" Mba Alis ! " udah siap nih ! " Linggar dengan pakaian santainya sudah rapi beserta rambut yang ia beri pomade dan satu tas yang ada di pundaknya.
__ADS_1
" Wah,mau kemana kamu ? " Tanya Alisha pura pura tak paham.
" Kan mau kepantai ? " ujar Linggar memelas
" Kepantai rapi amat ! " seru Wati yang baru keluar dari kamar mandi.
" Jelas dong ! " Linggar masuk kedalam dan duduk di atas ranjang yang Alisha tiduri.
" Penampilan mu persis kaya mau kondangan tahu gak ! " Wati mengacak ngacak rambut Linggar membuat si empunya kesal.
" Wati ! " teriak Linggar.
" Sudah ! " kalian ini ribut terus ! " Alisha mewanti wanti mereka agar tak membuat keributan.
Setelah berkemas mereka mulai menghitung bawaan mereka agar tak ada yang tertinggal,karena setelah agenda mengelilingi kota pelajar mereka akan langsung pulang ke solo sore harinya.
Alisha dengan tenang menyetir memandang jalanan yang penuh dengan tumbuhan padi di kanan dan kirinya,sedang Wati dan Linggar sibuk mengabadikan moment itu di kamera DSLR yang Alisha bawa.
Sekitar setengah jam mereka akhirnya sampai di pantai yang sangat terkenal di kota pelajar,pantai yang juga menjadi ikon kota itu memiliki pemandangan yang bagus serta ombak yang sedikit besar.
Walau begitu para pelancong tetap bermain air walau peringatan sudah di tancapkan di pembatas antara laju ombak dan daratan.
" Linggar,Wati jangan terlalu kesana main airnya,lihat ada papan peringatan tuh ! " Alisha mencoba mengingatkan dua bocah pegawainya itu.
" Siap mba Alis,disini sini aja kok tapi kita boleh jalan kesana ya,buat cari spot foto ! " tanya Wati.Alisha mengangguk serta mengingatkan mereka untuk tetap berhati hati karena bagaimana pun ini bukan kota mereka.
Jika Wati dan Linggar memilih berjalan jalan menyusuri pantai,Alisha justru menyusuri warung warung yang ada disana untuk mencari hidangan laut untuk sarapan ia dan dua anak buahnya itu.
Di kala Alisha asik memilih ikan dan menu seafood lainnya seseorang menepuk pundak nya lembut,ia terkejut bukan karena tepukan di pundaknya,namun karena aroma parfume yang menguar dari tubuh seseorang yang berada di balik tubuhnya itu.
Alisha ? " panggilnya dengan gaya dan bahasa khasnya.
...🖤🖤🖤🖤🖤...
__ADS_1
maaf jika part ini mungkin sedikit gak pas.
saya tekena flu jadi sedikit ngeblank otak ceteknya.😁😁