
Pagi ini Alisha dan Vier sedang bertemu dengan seorang Dekorator Interior,dua hari lalu Vier meminta Zayyan sang asisten untuk mencarikan untuk menata ulang kamarnya.
Ia merasa bahwa kamarnya saat ini seluruhnya hanya sesuai kesukaannya,Vier ingin ruangan privasi itu menjadi ruangan mereka bukan hanya miliknya.
" Jadi mau pilih warna apa ? " Alisha menimang dengan teliti,walau Vier suka warna cerah namun ia tak ingin jika sang suami merasa aneh di kamarnya sendiri.
" Warna dasarnya kita kasih putih tulang aja gimana kak,terus wallpaper nya kita pakai model bunga sakura,gimana menurut kakak ? " Alisha menoleh ke arah Vier,sedangkan sang suami menimang dengan telunjuk berada di bibir merahnya.
" Alisha mengerutkan dahi,Vier tak menjawab pertanyaannya dengan segera,"apa kakak gak setuju ? benak nya.
" Kalo...
" Gimana kalo kita pakai dua warna ? " Vier menjawab pertanyaan Alisha sebelum sang istri kembali mengatakan sesuatu.
" Dua ? " Vier mengangguk.
" Mau warna apa saja pak ? " tanya sang dekorator.
" Putih tulang sesuai keinginan istri saya,dan warna hijau telur asin,serta wallpapernya pakai yang bergambar bunga sakura ini saja." Apa untuk perabotan yang baru sudah di pesan semua ? " tanya Vier pada sang dekorator yang bernama Galang itu.
" Sudah pak,saya hanya memastikan pemilihan cat dan wallpaper saja,karena setelah kemarin bapak menolak rancangan saya maka dari itu saya kesini untuk langsung menanyakan keinginan kalian berdua." Ujarnya.
" Kenapa kakak tolak ? " Tanya Alisha.
" Kakak maunya semua kamu yang pilih untuk masalah dasarnya sayang,kakak mau semua karena kamu suka,bukan karena kakak suka." Alisha di buat tersanjung oleh kata kata Vier,sedangkan sang dekorator hanya bisa mengulum senyumnya,membuatnya ingin segera menikah juga.
" Terus kakak kapan pilih perabotannya ? " Vier menggeleng.
" Kamu yang pilih semua,bukan kakak.Kakak hanya bertugas membayarnya saja." Vier tersenyum." Sedangkan Alisha bingung,ia merasa tak pernah ke toko manapun untuk memilih atau memesan perabotan itu.
" Kapan Al pesan kak ? " Al gak pernah ngerasa pesan apapun tuh ! " ujarnya kebingungan.
" kemarin sayang ! " majalah yang kamu lihat dengan mami." Tukas Vier,seketika Al langsung menutup mulutnya rapat rapat." Ya Allah,semua yang aku tunjuk hampir semua nya mahal." Batinnya bergumam.
__ADS_1
" Kakak ! "Itu semua mahal." Ujarnya berbisik.Vier mengusap lembut kepala Alisha," Jika kamu suka kenapa enggak,semuanya untuk mu apapun akan kakak wujudkan,selagi nafas ini masih ada." Alisha reflek langsung memeluk suami tercintanya itu.
" Ya Tuhan,jiwa jomblo ku benar benar tersakiti." Benak Galang.
Akhirnya setelah musyawarah untuk mufakat itu terjadi dengan baik,sang dekorator pamit undur diri karena sudah tidak tahan melihat kemesraan itu,bisa bisa ia pulang langsung semedi di kamar mandi dan baru keluar esok harinya.(wkwk)
****
Jalanan utama di sore hari cukup ramai,Alisha dan mami Widya sedang dalam perjalanan ke sebuah mall besar untuk berbelanja kebutuhan sehari hari.
Alisha yang tadinya menolak,akhirnya terpaksa ikut setelah Vier merayunya lewat sambungan telpon.Ia mengatakan jika Alisha butuh waktu walau hanya sebentar untuk sekedar jalan jalan menemani sang ibu.
Bahkan Vier juga meminta Alisha memakai kartu kredit yang ia berikan untuk membeli barang yang ia inginkan.
" Sudah siap nak ? " Alisha mengangguk,tak lupa ia memakai maskernya begitupun mami Widya,karena ia tak ingin jika nantinya bertemu teman atau saudara yang lain dan membuat Alisha tak nyaman,selama Alisha mengatakan jika ia belum siap mami Widya mencoba menjaga keinginan sang menantu,agar ia tetap nyaman.
Setelah Alisha siap,mereka mulai berjalan menuju pintu masuk mall dan langsung menuju tempat bahan bahan makanan.
" Kita ambil persediaan dapur dan camilan ya sayang ! " Alisha hanya mengangguk patuh dan mengekor di belakang sang ibu mertua.
Alisha dan sang mertua mulai beralih ke temoat penyedia sayur dan buah buahan,setelah apa yang mereka cari di tempat bahan pokok sudah masuk semua kedalam troli.
Namun...
Sesuatu terjadi tanpa Alisha dan Mami Widya sangka,ketika mereka sampai di area buah,Mata Alisha tanpa sengaja bertatapan dengan seseorang yang menjadi alasannya meninggalkan Reza.
Mami Widya yang tak sengaja melihat mata Alisha membola,mengikuti kemana mata itu tertuju dan seketika saja ia menutup mulutnya menggunakan punggung tangan melihat siapa yang ada di ujung sana.
" Sayang ? " Mami Widya menyenggol lengan Alisha.
" Kenapa mi ? " Tanya Alisha.
" Kita pindah ke tempat lain,sebelum wanita itu menyadari sesuatu." Mami widya langsung menarik pelan Alisha dan mendorong troli besar itu.
__ADS_1
Namun...
" Bruk ! " seorang anak kecil berusia hampir 3 tahun menabrak kaki nya karena ia tak bisa mengontrol laju kakinya yang mungil.
" Aduh ! " Alisha mengaduh bukan karena sakit,namun ia sangat terkejut.
Alisha langsung membalikkan tubuhnya,melihat wajah anak kecil itu dan..
" Ghai ! " teriak seorang wanita seumuran dengan pakaian casualnya berlari kecil ke arahnya.
Ia langsung menggendong anak balita itu dan melihat seluruh tubuhnya jikalau ada luka atau memar.Jika pergi dengan ayah anak itu ia tak akan secemas ini,namun sekarang yang bersamanya adalah sang ibu kandung dari balita mungil itu,yang selalu menggunakan kesalahan kecil untuk mengoloknya.
" Maaf ya bu ! " Ucapnya merasa tak enak.
Alisha tak mendengar kata maaf dari Tira namun,justru ia tertegun memandang anak balita itu lekat,mengingat kapan terakhir berjumpa dengan nya.Yah,dua tahun lalu,saat ia dan Reza berlibur ke pulau dewata untuk membuat kenangan terakhir sebelum mereka bersanding di depan hakim untuk memutuskan tentang perceraiannya.
" Nak ! " Mami Widya memegang pundak Alisha agar ia tersadar dari lamunannya,karena wanita yang menjadi ibu dari anak itu berjalan semakin mendekat,mami Widya mulai khawatir.
" Kita pulang sekarang ? " Alisha mengangguk tanpa bersuara.
" Kenapa Tira ? " Sang ibu dari balita itu berseru." Tira menjelaskan jika Ghai tidak sengaja menabrak mbak mbak di depan mereka ini.Davina langsung memeriksa tubuh sang anak dan ternyata tidak ada luka,ia tak ingin Reza mengomelinya karena tak becus mengurus anak kesayangannya itu.
Si ibu balita itu pun menoleh ke arah dua wanita yang ada di hadapannya.Ia memicingkan mata," tante Widya ? " Sapanya sedikit ragu,Alisha terkejut Davina mengenali ibu mertuanya.
Mami Widya yang merasa tertangkap basah pun akhirnya mau tak mau membuka maskernya,ia tersenyum ke arah Davina,walau agak canggung.
" Apa kabar Davina ? " Senyum ramah Mami Widya tampakan walau sedikit kaku.
" Wah,Davina gak salah ya ngenalin tante ! " Ujarnya jumawa,seakan mereka memiliki ikatan hati,cih.
Namun pandangan Davina kini tertuju kepada wanita berhijab yang ada di sebelah paruhbaya yang merupakan tante dari ayah anaknya.ia pandang lekat mata itu,dan hampir saja mengucapkan sesuatu,namun mami Widya lebih dulu menyela.
" Em.. maaf ya Davina,kami mau ke kasir karena setelah ini tante harus ke restauran,ada pekerjaan.Mami Widya langsung menarik tangan Alisha dan membawanya pergi dengan langkah sedikit tergesa.
__ADS_1
" Aku seperti gak asing sama mata itu ? " Gumam Davina.