Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 35 - Kejujuran memang selalu menyakitkan


__ADS_3

" Maaf nak Vier,saya kembali mengganggu mu."ujar wanita paruhbaya itu.Vier menggeleng.


" Semua ini bukan hanya kesalahannya,tapi juga kesalahan ku tante,Seharusnya dari awal kami tak terpaut pada hati yang keliru.kami yang seharusnya bisa mengendalikam perasaan itu namun justru kami masuk lebih dalam.


Vier tahu bahwa selama ini ia dan Andra dalam kondisi yang sama sama mencari kenyamanan dalam urusan hati,tapi karena sebuah kebersamaan yang disalah artikan keduanya membuat mereka masuk dalam situasi yang salah.


Di saat Vier menyadari jika apa yang ia lakukan keliru ia mulai menjauh namun sayang nya Andra tak menyetujui tindakan Vier,karena ia pikir Vier hanya di termakan omongan sesaat kakaknya saja,bukan dari hatinya sendiri.


Andra yang memang notabene sudah mempunyai hati menyimpang sejak ia Remaja merasa bahwa ia memiliki kenyamanan jika sedang bersama Vier,mereka yang tadinya hanya teman satu universitas dalam mencari gelar yang sama di luar negeri mejadi teman satu apartemen.


Pergaulan yang bebas serta lingkungan yang mendukung membuatnya terhanyut,Vier yang merasa bahwa Andra adalah salah satu orang yang mengerti kegundahaanya pun ikut larut dalam kenyamanan yang tak seharusnya.


" Vier." lirih Andra


" Iya aku disini ? " Vier langsung menyambut tangan Andra.


" Kamu datang,aku yakin kamu pasti datang." Andra tersenyum.


" Apa pertanyaanku sudah akan menadapat jawaban ? " Vier mengangguk.


" Jadi ? "


" Aku selalu menghargai kebersamaan kita Dra,Aku selalu merasa bahwa hanya kamu yang selalu mengerti aku,dan itu iya.namun aku tak bisa lagi menjanjikan cinta itu,karena disini." Vier menunjuk dadanya.


" Ada seseorang tanpa ku sangka ia masuk begitu saja,dan ia terus di sini tak mau pergi.maafkan aku." Vier mengatakan seluruh hatinya pada Andra


" Apa dia berbeda gender ? " tanya Andra." Vier mengangguk.apa gadis itu ? " Vier mengangguk dan tersenyum kecil.


" Aku kalah ? " Andra menitikan air mata nya,sang ibu yang melihat kondisi itu pun ikut menangis kembali.


" No ! " kamu belum kalah,kamu belum pernah mencoba keluar dari zona ini bukan,aku akan membantu mu sampai kau menemukan kembali jalan mu." Vier mencoba mengembalikan rasa percaya diri Andra.

__ADS_1


" Terimakasih,tapi bisakah rasa ini tetap disini ? " Andra memegang dadanya.


" Jika itu membuatmu bahagia,aku bisa apa,namun jangan lagi menyakiti diri mu sendiri,aku mohon.


" Kasihanilah mama mu,ia begitu mencintaimu Andra.dia akan terpuruk jika sesuatu terjadi padamu ! " ujar Vier.


" Aku akan berusaha,apa kamu memenuhi satu janji padaku ? " apa ?" tanya Vier.


" Jangan jauhi aku,kamu tentu paham,bukan hanya karena cinta saja kita bersama,namun seperti mu karena hanya kamu yang mengerti kondisi ku."


" Aku janji,namun jangan lagi pupuk cinta yang salah alamat itu,simpan saja." Andra mengangguk


" Ma ? " sang ibu mendekat.


" Maaf ya Andra bikin mama kawatir." sang ibu menggeleng.


" Gak,kamu sudah sangat berusaha sayang,mama tahu itu." ia mengusap surai hitam Andra dan mengecupnya.


" Karena hanya ibu yang mau menerima anaknya apapun kondisinya." ujar Vier,mami Andra tersenyum.


Dua bulan berlalu dengan sangat cepat,kini usia baby Ghai sudah genap 3 bulan.Alisha sang ibu tiri tengah mengajaknya berjalan jalan bersama dengan sang ayah juga.


Satu minggu lalu Alisha meminta ijin ke Davina untuk membawa bayi gembul itu jalan jalan bersamanya,ia yang sudah banyak berlatih bagaimana cara mengurus Ghai,ingin sekali mengajaknya liburan.


Davina yang awalnya tak setuju,menolak kecuali ia ikut,namun Reza langsung menolaknya.Davina sempat marah dan mengancam bahwa ia akan mengatakan pada dunia jika Anak itu adalah anak seorang Reza dengan wanita lain.


Namun kata kata Alisha yang menyudutkannya langsung membuat Davina tak berkutik.karena Alisha mempunyai kartu as Davina yang Reza tak tahu,diam diam Alisha memantau seluruh kegiatan Davina melalui baby siter Tira tentu saja dengan bantuan Rizal.


Tiga hari lalu Alisha juga telah menyerahkan surat pengunduran dirinya,setelah ia melatih penggantinya sesuai kriteria seorang Ryan selama hampir dua bulan.


Dan sekarang disini lah Alisha,ia sedang beperan sebagai seorang ibu untuk pertama kalinya,kemarin Reza membawa mereka liburan ke pulau Dewata untuk beberapa hari.

__ADS_1


" Ghai ! " panggilnya bayi itu tersenyum.


" Dia selalu tersenyum lebar seperti itu padamu ? " padaku tidak." Reza iri.


" Gak usah kawatir,mas akan setiap hari melihatnya nanti,aku kan gak ! " Ghai mencekram jari Alisha erat,seakan perkataannya barusan mengisyaratkan sesuatu.


" Ya ampun kenceng banget mas ! " Alisha sulit melepaskan jarinya.


" sayang,ibu mau minum lepasin dulu jarinya sama papa ya ? " Ghai langsung menangis.


" Hei,cup cup cup." Alisha mengendong dan menepuk nepuk punggungnya.


" Oke oke,sama ibu ya ! " Reza tak kuasa menahan tangis melihat sang anak yang mengerti bahwa ibunya akan pergi meninggalkannya.


" Kamu kenapa sih mas ! " Alisha mendekat ke arah Reza dan mengusap punggung lebar itu.


" Tak bisakah kamu tetap disini,aku tahu kita tak akan bersama,namun bisakah jangan pergi Al ? " Reza menangis menumpahkan semua perasaannya.


" Tidak mas,sesuai kesepakatan kita kan setelah urusan itu selesai,aku akan melakukan apa yang seharusnya." Alisha tetap dalam pendiriannya.


" Mas mohon ! " Reza mengatupkan kedua tangannya.


" Alisha juga mohon sama mas,kita harus hadapi ini sama sama,ini juga berat untuk Al mas,tidak hanya mas saja." Alisha menengadahkan kepalanya ke atas agar airmatanya tak turun.


Mereka sudah mencoba namun hati tetap lah yang utama,untuk apa bersama jika hanya rasa kecewa yang bersemayam di hati,rasa cinta yang terlalu dalam terkadang membuat seseorang terbuai akan kesempurnaan,namun setelah kesalahan itu datang,rasa kecewa justru akan mendominasi.


" Biarkan takdir yang nanti menjawab,apa tali itu bisa terikat kembali atau tidak.Tolong mas,ini sudah menjadi keputusan kita bukan ? " Alisha mencoba membuat Reza mengerti bahwa semua ini memang harus terjadi.


Ghai yang mengerti jika kedua orang tua itu sedang dalam kesedihan mendalam,ia yang tadinya menangis kencang kini terdiam,seolah ia bisa merasakan apa yang sedang dalam hati mereka.


Malam kian larut,Ghai yang kenyang sehabis meminum susunya langsung tertidur di dekapan sang papa,Alisha yang sedang memberekan pakaian Ghai yang akan di bawa esok hari kepantai tampak sedikit melamun.

__ADS_1


Ia mengerti bahwa ini adalah keputusan besar,ia tahu semua pihak pasti akan terkejut jika mereka semua tahu,namun mereka harus tahu.


Alisha tak lagi bisa memaksakan diri untuk baik baik saja,karena sejak awal kejadian itu hatinya sudah hancur dan tak mungkin lagi bisa di tata dengan orang yang sama.


__ADS_2