Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 28 - Kekalutan Reza


__ADS_3

Setelah kebingungan pak ustad di tanggapi oleh Alisha,ia menyadari jika yang sedang hamil ini mungkin adalah istri keduanya.Namun Alisha tak menjelaskan bahwa anak di rahim itu adalah anak hasil di luar nikah,dan kedua orang tuanya tidak menikah.


Acara kecil itu pun di tutup dengan doa yang dipimpin oleh pak Ustad,semua menunduk khidmat mengaminkan doa sang Ustad,semua berharap bahwa ibu dan anak dalam rahim itu sehat hingga Allah mengijinkan anak itu di lahirkan ke dunia.


Davina yang merasa di hormati walau ia tahu bahwa ia mendatangkan masalah di keluarga itu sedikit mulai serakah,ia mulai membayangkan memiliki suami dan ibu mertua yang mencintainya.


Ia begitu tertarik melihat Alisha diperlakukan istimewa oleh mami Nadine,papi Raja yang ketus dengannya menjadi hangat di hadapan Alisha,ia mulai berkhayal jika ia dalam posisi itu.


" Pemisi semua,saya akan ke kamar untuk mengganti pakaian." ujarnya.


" Gantilah,agar nyaman." jawab mami Nadine seraya tersenyum membuat Davina jumawa bahwa calon oma itu mungkin sudah menyukainya.


Alisha yang melihat mami Nadine tersenyum ramah pada Davina sedikit merasa tak nyaman dalam hatinya,apa kah mami Nadine sudah mulai menyukai wanita itu atau mungkin mami Nadine akan mengganti posisi nya dengan Davina,berbagai pertanyaan bersarang di kepalanya hingga tanpa sadar detak jantungnya menjadi sedikit cepat.


" Kamu tidak apa apa Alisha ? " tanya Asmitha yang melihat Alisha meremat bajunya


" Kenapa sayang ? " Reza menoleh mendengar Asmitha berbicara pada istrinya.


" Gak apa mas." Alisha menggeleng.


" Benar tidak apa ? " Asmitha kawatir.


" Iya aku baik,apa mba dan kak Vier bisa mengantarku pulang sekarang ? " pinta Alisha sedikit berbisik.Reza yang mendengar permintaan Alisha sedikit kecewa kenapa ia tak meminta tolong padanya saja,bagaimanpun ia masih suaminya.


" Mi,apa Alisha bisa pamit sekarang saja ? " Mami Nadine yang melihat wajah pucat Alisha sedikit kawatir.


" Kamu sakit sayang ! " Alisha menggeleng,Vier yang tahu Alisha tak nyaman langsung berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Alisha.


" Kita pulang,kakak dan Asmitha yang akan mengantarmu." Reza yang mendengar ucapan Vier sedikit geram,bagaimanapun Alisha adalah Istrinya.


" Biarkan mas saja yang mengantarmu ? " Reza memegang pergelangan Alisha erat.

__ADS_1


" Alisha terdiam sesaat,namun setelahnya ia mengangguk setuju.


Reza dan Alisha berdiri dari duduknya,tak lupa ia mencium tangan kedua orangtua itu terlebih dahulu sebelum pergi.Vier dan Asmitha juga pamit tinggalah mami Nadine dan papi Raja di tempat itu.


" Kok sepi tan ? " Davina yang telah selesai membersihkan diri keluar kamar berniat untuk bergabung.


" Alisha sepertinya tidak enak badan,jadi Reza mengantarnya pulang." ujar Papi Raja.


" Kami juga mau pamit supir sudah menunggu di bawah." mami Nadine berdiri dan menenteng tasnya.


" Baik om,tan ! " hati hati di jalan." mami Nadine mengangguk dan tersenyum,namun tidak dengan sang suami ia tetap dingin terhadap Davina.


****


Selama diperjalanan Reza memikirkan tentang masa depan pernikahannya,ia mulai kawatir dengan kedekatan Vier dan Alisha.banyak sekali prasangka dalam benaknya tentang Vier,apa iya sepupunya itu akan merebut Alishanya,padahal semua tahu jika Vier tak menyukai perempuan,itu pendapatnya.


Reza yang mulai bingung dengan hatinya membuat emosi nya sedikit menguasai hati dan pikirannya.ia berpikir bagaimana pun caranya Alisha harus tetap menjadi miliknya.ia tak mau siapapun selain Alisha.


" Apa kamu membutuhkan sesuatu ? " tanya Reza


" Ambilkan aku minum saja,aku mau langsung ke kamar." Reza mengangguk.


Alisha langsung masuk kedalam membersihkan diri dan mengganti pakaiannya,ia yang merasa lelah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan mata.


" Loh den,kok sudah pulang ? " iya bi,Alisha sepertinya gak enak badan.


" trus den Reza mau apa ? " tanya Bi Rosi.


" Saya mau ambilkan Alisha minum bi." bi Rosi tanpa disuruh langsung mengambil gelas dan menuangkan air kedalamnya.


" Ini den." Bi Rosi menyerahkan gelas berisi air itu.nanti setelah ini bibi akan antarkan susu hangat untuk non Alisha." lanjutnya.Reza mengangguk ia melangkah kan kakinya ke kamar sang istri.

__ADS_1


Cek lek


Reza membuka pintu itu pelan ia berjalan masuk kedalam menuju ranjang yang Alisha tempati.ia berdiri di sisi Alisha tidur Reza memandang sang istri tajam.


Apa aku harus melakukannya,dia istriku aku sah melakukan apapun padanya.benak Reza mulai begejolak banyak hal yang ada dipikirannya kini.


Reza mendekat ke arah Alisha dan memandang wajah itu dengan seksama.


" Aku tak akan mampu jika ada orang lain yang mengaharapkanmu,aku tidak akan pernah rela jika sampai orang lain yang akan memilikimu,jika hatimu kini tak ada lagi nama ku biarkan raga ini yang mengisi ragamu agar kamu tetap memandang ke arahku." benak Reza,ia mulai mengusap pipi putih kemerahan itu lembut hingga turun ke leher Alisha.


Reza mulai mendekat dan mencoba mencium pipi Alisha,Alisha yang tenang dalam tidurnya tak terusik dengan apa yang Reza lakukan.


Reza yang sudah di liputi rasa rindu yang menggebu serta akal sehat yang entah kemana,mulai melucuti jas dan menarik ikat pinggangnya ia melemparkan itu kesembarang arah.


Reza naik ke atas tempat tidur dan tidur menyamping menghadap Alisha,ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Alisha,ia mencium kening itu lama.


Alisha yang merasa bahwa ada pergerakan di sampingnya mulai membuka mata,ia buka mata itu perlahan hingga jelas siapa yang ada dihadapannya.


Alisha sedikit terkejut,ia bahkan tanpa sadar menarik tubuhnya kebelakang dan memegangi bajunya,Reza pun dengan sigap menahan tubuh Alisha agar tak terjatuh dari atas ranjang.


" Apa yang mas Reza lakukan ? " tanya Alisha penuh selidik.


" Bukankah kita suami istri Al ! " jadi tidak masalah bukan jika kita tidur di atas ranjang yang sama ? " Reza menatap manik hitam itu dengan lekat.


" I iya mas,tapi tolong jangan lebih dari ini,Alisha belum siap." jawabnya terbata.


" Lalu kapan Lagi Alisha,apa memang kamu berniat untuk meninggalkan mas dan menjalin cinta dengan Vier ! " Sarkasnya.


" Apa maksud mas Reza ? " Al dan kak Vier gak ada hubungan apapun,kak Vier memberikan semua bantuan ini tulus ia tak pernah meminta apapun dari Al.jadi tak ada alasan mas Reza mencurigai kak Vier." ketusnya.


" Jadi jika hatimu masih milik mas,bisakah aku meminta hak yang seharusnya sudah aku dapatkan ! " Reza mulai tak sabar ia menatap tajam Alisha bagai singa kelaparan.

__ADS_1


" Mas boleh memintanya tapi tidak dengan memaksa Al ! " Alisha berdiri dan melangkah ke arah pintu namun sebelum sampai Reza sudah mencekal lengannya dan menarik Alisha membantingnya ke atas ranjang.


__ADS_2