
Sepanjang perjalanan pria cantik itu selalu menampakan senyum yang sama sekali tidak luntur dari ia masuk kedalam mobil,menginjak pedal gas,dan mengarungi jalan seperti yang di lakukannya sekarang.
Sang Ibu yang ada di sampingnya justru sebaliknya,ia muram,suram,dan merasa bahwa sang anak mungkin sedang mengerjainya,ia tak ingin terjebak dengan senyuman itu.
Tapi sayang nya Vier sama sekali tak peduli dengan wajah suram sang ibu,justru ia meneol noel pipi sang ibu dan sesekali mengedipkan matanya.
Mami Widya benar benar di buat geram,ia merasa anaknya benar benar tidak waras.
" Stop ! " tiba tiba sang ibu berteriak meminta berhenti,sehingga Vier dengan spontan menginjak rem nya.Vier menepuk dadanya,ia sungguh terkejut.
" Ada apa sih mi ? " kesal Vier.
" Kamu yang ada apa ! " Seru sang ibu.
" Memangnya Vier kenapa ? " tanya nya bak tak terjadi apapun.
" Sekarang jelasin ngapain kita ke bandung dan pakai acara menginap segala ? " tuturnya.
Vier menghela nafas,niatnya hanya ingin memberikan sang mami kejutan,namun tampaknya sang ibu benar benar sudah tidak dapat membendung rasa ingin tahunya dengan alasan nya mengajak ke bandung.
" Mami pengen Vier punya istri,hidup normal layaknya pria pria kebanyakan kan,mami juga pengen papa punya penerus kan selain Vier ? " Sang ibu mengangguk.
" Nah,besok pagi kita akan kerumah wanita yang akan jadi calon istri Vier ! " Mata mami Widya seketika melebar,hampir copot mendengar penuturan sang anak yang ia kira sampai kapan pun tidak akan pernah berkeluarga.
" Jadi sekarang mami tenang,selami perjalanan ini karena sebentar lagi mami akan ketemu calon mantu." Vier tersenyum dengan gaya khasnya.
Mami Widya yang tak bisa membendung rasa senang nya pun langsung membenahi duduknya,ia kembali tenang dan mulai menikmati perjalananya dengan hati yang bergetar.
****
Reza berjalan sedikit cepat di ikuti sang asisten serta baby siter sang anak memuju kamar di hotel yang akan melakukan grand opening hari ini,sebelum datang Rizal mengatakan ke manager hotel agar menyiapkan kamar khusus untuk Reza,karena wakil CEO itu datang membawa serta sang anak,yang khalayak ketahui bahwa balita itu adalah anak angkat keluarga Pratama sekaligus adik angkat Reza.
__ADS_1
" Bagaimana pak ? " apakah sesuai kamarnya ? " Tanya Rizal.
" Oke ! " pengerjaannya memang sangat bagus,tidak salah jika Ryan mengganti kerja sama dengan pengembang yang satu ini.
" Saya dengar hampir semua pengerjaan mereka tak pernah telat,ataupun meleset pak ! " Reza menganggukan kepalanya,hotel yang Reza datangi ini adalah hotel yang baru saja dibangun oleh perusahaan S&W grup milik keluarga Ryan.
" Tira istirahatlah,biar Ghai dengan saya dulu." Zal urus acara dengan baik,saya akan turun jika sudah dalam puncak acara." Rizal mengangguk dan ijin pamit untuk turun ke lantai bawah.
Tira sang babysiter memilih untuk istirahat di kamar yang sudah Rizal sediakan untuknya,ia rebahkan tubuh itu lelah,lelah akan desakan dalam hidupnya,ia yang menjadikan pekerjaan ini untuk menyambung hidupnya dan keluarganya justru disalah gunakan oleh wanita berkedok ibu yang nyatanya tak pernah melakukan kewajibannya sebagai ibu.
" Tring ! " pesan masuk kedalam ponselnya.
" Beritahu aku semua yang Reza lakukan,awas jika terlewat sedikitpun."
Ia baca pesan itu sekilas,ia letakkan ponselnya di atas nakas dan mulai memejamkan mata,ia lelah di atur dengan wanita itu.
Sedangkan wanita yang telah terobsesi itu mengumpat kesal,membanting semua yang dihadapannya.karena pesannya hanya di baca namun tak ada balasan dari baby siter anaknya tersebut.
Reza bukan tidak tahu apa yang di lakukan Davina selama dua tahun ini,namun ia memilih bersabar karena Davina selalu mengancam akan membuka aib itu jika Reza mengusirnya,bagaimana pun orangtua Davina juga bukan orang sembarangan.
.
.
.
.
Pukul 3 sore Vier dan sang ibu tiba di salah satu hotel yang sudah Vier pesan,tak lupa sebelum keluar dari dalam mobil Vier memakai masker dan kaca mata hitamnya serta mengikat surai indahnya,untuk menghindari dari hal hal yang tak ia inginkan.
Sebenarnya ia mengetahui jika hari ini Reza juga ada di bandung dari postingan Ryan tentang pembukaan hotel barunya yang ada disini.
__ADS_1
Namun Vier tak ingin jika Reza tahu,jika ia ada disini.Vier tak ingin jika Reza mengetahui tentang nya dan Alisha,karena ia takut bahkan merasa was was jika Reza akan menghalangi langkahnya untuk meminang janda kembang tersebut.
" Mih satu kamar gak Apa apa kan ? " Mami Widya mengangguk," nanti waktu malam pertama kamu mami juga bersedia kok satu kamar " lanjutnya membuat pipi Vier merona bak anak remaja yang sedang menyatakan perasaannya.
" Ish mami,malu ! " Mami Widya tertawa keras membuat para pengunjung hotel serta resepsionis terheran.
" Haduh,gini nih punya anak setengah setengah ! " mami Widya menggelengkan kepalanya.
" Maaf pak,apa bapak Desainer terkenal itu ? Vier menoleh ke resepsionis manis itu.Vier membuka sedikit maskernya menghadap sang wanita dan tersenyum,serta mengisyaratkan bahwa ia harus tutup mulut.
" Iya pak ! " saya hanya memastikan saja,boleh saya minta tanda tangan,adik saya sangat mengidolakan bapak." lirihnya.
Vier mengangguk dan mengambil pulpen dan mengguratkan tanda tangannya ke sebuah kertas putih yang ada di meja itu.
" Bilang adiknya,kalau butuh pekerjaan datang ke butik bawa tanda tangan ini,siapa nama adik kamu ? " tanya Vier.
" Naila pak ! " Vier menuliskan kata naila di kertas itu.
" Ya Allah,terima kasih pak,adik saya pasti senang.ia sedang menyelesaiakan sekolahnya di SMK.
" Oke ! " Vier tersenyum di balik maskernya,ia mengambil key card itu dan menuju lift bersama sang ibu.
" Ternyata seorang Vier tak seperti yang masyarakat gosipkan,ia baik dan tidak ada sombongnya sama sekali,mungkin rumor tentang itu juga bohong," benak sang resepsionis yang benama Hera itu.
****
Pagi hari di kediaman tuan Wisma sedikit riuh karena pagi ini Vier akan bertandang kesana,ibu mutia selaku pemilik rumah sudah memasak hidangan untuk menyambut tamunya itu walau dihatinya masih sedikit merasa tak nyaman.
Sedangkan Vier sudah bangun sejak subuh tadi,ia benar benar merasa tak sabar ingin segera menemui Alisha dan menyatakan niatnya kepada keluarga Alisha,terutama kepada sang kakak Anisa selaku saudara satu satu Alisha.
Mami Widya yang ingin pertemuan ini berkesan pun berdandan serapi mungkin,tak kalah wau dengan sang anak.
__ADS_1
Vier mulai melajukan kendaraan nya,ia nyalakan GPS nya dan mencari sesuai dengan lokasi yang Alisha kirimkan padanya sebelum Vier berangkat.
Rumah yang pernah ia datangi dulu untuk menemani sang keponakan melamar gadis itu,kini ia kembali kesana untuk meminang kembali gadis itu untuk sang anak tersayang,mami Widya yang dari awal sudah sangat menyukai Alisha tak pernah merubah perasaannya walau ia sudah berpisah dengan Reza,terlebih ketika ia tahu bahwa Vier selama ini menaruh hatinya pada gadis itu.