Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 64 - Mencari titik Terang


__ADS_3

Tiga hari berlalu setelah ke jadian itu,namun berita yang muncul bukannya mereda justru bertambah melebar kemana mana,bahkan kabar Vier berkencan dengan sesama gender pun kembali mencuat,dan menambah ramai pemberitaan,bahkan ada satu media gosip yang mengatakan jika Alisha mungkin telah di guna guna oleh Vier,sehingga mau menjadi istrinya.


Jika Reza sedang penuh dengan tawa,tidak dengan Vier dia justru sedang di landa resah yang dalam,sejak kejadian itu Alisha sama sekali tak mau mengajaknya berbicara,entah ada apa dengan istrinya itu,atau mungkin Alisha termakan berita berita itu dan ingin meninggalakannya,berjuta pertanyaan membuat nya bingung.


Apa lagi di butik juga terjadi banyak masalah karena perbuatan Reza,beberapa klien nya yang tak pernah mempermasalahkan kinerja nya,kini menjadi takut jika gosip gosip itu akan menurunkan performa butik Vier dan akan mempengaruhi kerja sama mereka.


Cek lek


" Dimana tuan mu Zal ? " tanya Ryan pada Rizal yang sedang mengotak atik laptopnya.


" Pak Reza keluar pak." Jawab Rizal singkat.


Ryan sedikit resah,ia takut jika kelakuan Reza akan berdampak buruk terhadap citra perusahaan Subrata jika semua nya terbongkar." Ya sudah,suruh keruangan saya jika sudah kembali ! " Rizal mengangguk hormat pada Ryan.


" Pak Reza benar benar terlalu jauh melangkah," lirih Rizal sambil memandang kembali laptopnya melihat berita yang booming di internet tentang Vier.


" Tut "


" Halo ? "


" Halo Vier,gimana kondisi mu ? "


" Aku baik Yan,seperti biasa." Jawab Vier di seberang sana.


Ryan mencoba menghubungi Vier setelah sang istri mengabarinya jika berita mengenai Vier semakin tidak karuan.


" Kamu yakin baik ? " jika butuh pertolongan,kabari saja." Ucap Ryan.


" Oke,nanti kalau butuh bantuan aku akan menghubungi mu.


" Baik lah." tut " panggilan terputus.


Vier meletakkan lagi pan*tat nya di kursi,sungguh ini menguras pikirannya,bukan karena gosipnya namun karena sikap Alisha yang tiba tiba berubah.


" Permisi pak ! "Masuk Zay." pinta Vier.


" Bagaimana,sudah menemukan nya ? " Tanya Vania yang baru saja keluar dari kamar mandi.


" Sudah bu Vania,benar kata anda memang ada wartawan yang mendominasi kondisi kemarin.

__ADS_1


" Sudah kamu lacak dari Tv mana ? " Tanya vier.


" Emm...." Vier dan Vania menatap Zayyan heran.


" Katakan Zay ! " Kesal Vania.


" Dirga Tv bos." Vania dan Vier terkejut.


Dirga Tv Adalah stasiun Tv swasta milik Adik dari ayah Andra.Dirga Tv juga yang dulu meredam berita tentang Vier dan Andra karena tuan Subrata yang memintanya langsung ke ayah Andra.(ada di bab 15).


" Apa menurutmu,Andra tahu tentang ini Vier ? "Aku tidak tahu pasti kak,karena sudah 1 tahun lebih ini ia tak pernah menghubungiku lagi.Vier terduduk,ini rumit,dia mulai menyesali semua hal yang ia lakukan dulu.


" Cari tahu terus Zay,kalau perlu cari tahu dimana Andra sekarang." Ujar vania." Zayyan undur diri dan pamit ke ruangannya lagi.


" Tenang,kakak akan selalu dukung kamu ! " Vania memeluk Vier dari belakang,mengusap lembut kepala sang adik.


" Terima kasih kak ! " Reza bener bener," batin Vania.


****


Reza yang sedang di agung agungkan itu kini sedang ada di rumah karena sang ayah memanggilnya untuk menanyakan bahwa sang anak tak terlibat berita bohong itu.


" Reza,papi tanya sekali lagi,benar kamu tak terlibat tentang berita itu ? " seru nya.


" Kenapa semua nuduh Reza si pi," Ia mengelak.


" Karena selama ini publik tak pernah tahu tentang perpisahan mu apa lagi kronologi Ghai ada di dunia ini." Pekiknya.


" Jadi yang bisa membuat berita seperti itu hanya kamu."Sudah pi,sabar." Mami Nadine mengusap punggung sang suami agar tak tersulut emosi.


" Kamu juga,jika mami bisa menangani anak ini dengan baik,semua ini tak akan terjadi." Mami Nadine terkejut suaminya membentaknya.


" Jika sudah tidak ada yang di bahas,Reza pamit."Reza langsung bangkit dari duduk nya tanpa memperdulikan panggilan sang ayah,ia tetap melajukan kendaraan tanpa menoleh kebelakang.


Alisha yang kini sedang membuat kue bersama Mar di dapur sedang mencoba menghibur dirinya,bukan marah,namun ia kecewa dengan Vier yang hanya diam saja,dan membiarkan Reza terus menghancurkan harga dirinya,ia tak mengerti kenapa Vier masih bisa diam melihat Reza melakukan semua hal ini,bahkan ketika mereka berpapasan saat keluar dari ruangan itu Vier justru tetap tersenyum seperti tak ada apapun.


Padahal jika Alisha tahu,Vier melakukan itu agar situasi tetap kondusif dan ia mencoba tak terprovokasi.karena bagaimana pun semua hal yang ia lakukan kini tidak hanya berdampak padanya,namun juga Alisha.


" Sayang,muka mu pucat ? " tanya Sang mertua.

__ADS_1


" Tapi Al baik baik saja kok mi." Ujar Alisha dengan senyum nya.


" Sebentar mami telpon Vier dulu,agar ia cepat pulang dan membelikan mu Vitamin." Enggak perlu mi," Alisha mencoba menolak.namun sambungan itu sudah di jawab oleh Vier.


" Iya mi,"


" Pulang sekarang,istrimu sakit ! " jangan urusin pekerjaan mu terus,"


" Vier terkejut,Alisha sakit ? " batinnya.tanpa menjawab pertanyaan Vania,Vier bergegas mengambil kunci mobil dan keluar dari ruangan kerjanya.


Vania di buat bingung dengan kelakuan sang adik," ada apa sih.di tanya main kabur,semprul ! " umpat Vania.


Vier melajukan mobilnya ke apotik yang terlengkap untuk mencari Vitamin terbaik untuk sang istri,setelah mendapatkannya ia bergegas pulang dengan kecepatan maksimal.


" Assallamualaikum " Pekik Vier,ia sedikit berlari menuju dimana ibu nya berada.


" Di mana Al mi ? " Tanya Vier dengan nafas sedikit tersengal.


" Tuh ! " Tunjuknya dengan dagu,Alisha sedang duduk di meja makan dan sedang melahap kue buatannya dan Mar tanpa memperdulikan Vier,Vier langsung mendekat ke arah Alisha.


" Apa kamu pusing,atau perasaan kamu gak enak,atau...hap." Alisha langsung menyuapkan kue yang ada di sendok nya ke mulut sang suami.


" Alisha baik ! " Jawabnya sambil melebarkan matanya.


Vier pun mengunyah kue itu dahulu sebelum mengatakan sesuatu lagi,Mami Widya yang melihat adegan itu tertawa bahkan mar mengulum senyum melihat pasangan sejoli ini.


" Glek,Vier meminum air setelah menelan kue yang Alisha suapkan tadi," seret sayang."


" Makanya jangan ngoceh terus,ntar kalau perlu Al suapin pakai sekop." Alisha masih kesal,ia langsung meninggalkan Vier dan menuju lantai 2 kamarnya.Tanpa di minta Vier mengekor di belakang sang istri dan terus memanggilnya.


" Bu,jadi pengen punya suami !"Ujar Mar,membuat Sang majikan memukul punggung Mar dan tertawa.


" Telat,udah tua ! " mami Widya melenggang pergi setelah mengatakan itu membuat Mar manyun.


" Nasib badan ! " Mar menggeleng gelengkan kepalanya.


" Sayang ! " Alisha ! " Baby !" semua Vier ucapkan,membuat Alisha mengulum senyum.


" Salah kakak apa sih ? " tanya Vier setelah sampai di dalam kamar.

__ADS_1


Salah kakak itu cuma satu,kakak terlalu baik,mas Reza sangat keterlaluam melakukan semua ini demi obsesinya yang tak mungkin terjadi." benak Al sembari memandang sang suami yang berjongkok di hadapannya.


__ADS_2