Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 70 - Vier sang Perisai


__ADS_3

Reza yang dari semalam mencoba menghubungi Alisha namun tidak ada jawaban merasa sedikit kawatir,kira kira ada apa dengan kekasih hatinya itu.


Karena ia tak sanggup menunggu akhirnya ia memutuskan untuk ke kediaman sang tante sekaligus untuk membawa Alisha nya pergi dari sana.


Karena ia yakin bahwa Alisha masih mencintainya dan hanya sedikit goyah saja dengan kebaikan Vier sang sepupu,bagaimana pun kebersamaan mereka tak sebanding dengan kebersamaan Alisha dengan Vier sekarang ini,itu pendapatnya.


Sebelum pergi ia menitipkan Ghai ke Tira dan mengatakan bahwa ia akan membawa pulang ibu untuk Ghai.Tira sang baby sitter merasa bahwa sang tuan sudah mulai tidak waras,karena terus mengharapkan istri orang lain.


Reza memacu kendaraan nya langsung menuju ke kediaman Widya sang tante.


" Kok sepi ? " Gumam Reza.namun karena tekad nya sudah bulat,ia tetap mengklakson mobil nya agar ada yang membuka pintu.


" tin tin "


" Siapa ya pagi begini." Gumam Mariani,karena tak ingin membuat orang yang berada di luar hilang sabar mariani mempercepat langkahnya.


" Iya iya,sebentar." Enggak sabaran banget ya." omelnya.


" Mau nyari siapa ? " Tanya mariani sembari membuka pintu gerbang.


Reza membuka kaca mobilnya dan menengok ke arah Mar." Kok sepi ? "


" Mas Reza ya ? " Reza mengangguk." Semua di rumah sakit." Lanjut Mar.


" Rumah sakit ? " beo nya.


" Mbak Alisha masuk rumah sakit Mas kemarin pendarahan.Mau masuk dulu ? "


" Di rumah sakit mana ? " Seru nya.


" Di rumah sakit.Aduh keceplosan." Batinnya.


" Aduh Mar enggak bisa kasih tau mas,udah ya Mar masuk dulu.


Pembantu setia mami Widya itu langsung buru buru menutup gerbang dan masuk kedalam rumah serta mengunci pintu.


Reza yang tak dapat mengejar hanya mengumpat kesal dan terus memukul mobilnya.


" Kenapa Mar ? " Tanya Anisa.


" Ada mas Reza bu,Mar hampir saja keceplosan.Maaf ya bu," Anisa terkekeh.


" Tapi enggak sampai nyebutin nama rumah sakitnya kan ? " Hampir bu,tapi belum jadi.


" Ya sudah kalau begitu,saya hubungi Vier dulu."


Sedangkan Reza masih di dalam mobil dan terus saja mengumpat dan memukul setir mobil yang tak bersalah itu.


" Sialan ! " teriaknya.


" Tring " Bunyi ponselnya membuat Reza berhenti mengumpat.


" Halo ? " serunya.


" Halo pak Reza,anda harus bertanggung jawab atas pemecatan saya." Ujar Pria diseberang sana.

__ADS_1


" Apa maksudmu ? " Tuan Subrata datang ke kantor dan membawa bukti tetang penyebaran berita itu,dan saya terbukti melakukannya karena mereka menemukan IP alamat surel saya." Bagaimana nasib saya pak ! " Serunya.


" Tut " Reza memutuskan panggilan itu sepihak.


Kenapa Om juga ikut ikutan belain Vier,apa baiknya dia,Alisha dan sekarang kamu mau rebut perhatian keluarga besar,ini enggak bisa terjadi." gumamnya


" Br*en*gsek !! " Geramnya.


****


Vier yang sedang di maki oleh Reza.justru sedang menikmati menyuapi sang istri,Vania dan sang ibu sampai menggelengkan kepala melihat tingkah Vier seolah Alisha sedang sakit parah dan tak bisa makan dengan tangannya sendiri.


" Kak,Alisha bisa makan sendiri.pendarahan Al juga sudah berhenti,tuh wajah Al sudah enggak pucat." Alisha mencoba tersenyum selebar jalan tol.


" Tapi kakak mau suapin kamu,nanti siang kakak enggak bisa suapin,ada pekerjaan jadi sekarang nurut,oke baby ! " Senyum bak matahari terbit Vier sunggingkan.


Alisha yang tak lagi bisa menolak hanya pasrah di perlakukan bak anak balita oleh sang suami,bahkan makanan yang tertinggal di sudut bibirnyapun Vier yang membersihkannya.


" Anak mami persis kaya papi nya."


" Iya,lebay ! " Jawab Vania membuat Mami widya terkikik.


.


.


.


.


Ia sudah bertekad untuk menyudahi semua drama ini dan akan membuat Reza juga mundur agar tak lagi mengharapkan Alisha istrinya.


Sekarang ia harus menjadi garda depan untuk keluarga kecilnya,ia tak mau lagi melibatkan sang istri untuk menangani masalah ini.


" Hai Zay,tadi kamu bilang ada kabar,kabar apa ? "


" Wartawan yang menjadi incaran kita sudah di blacklist bos dari Tv manapun,sepertinya Tuan Subrata sudah menunjukkan kekuasaannya.


" Bagus,om Malik benar benar menepati janjinya." Senyum kecil tersungging dari bibir merah Vier.


" Kita langsung ke kediaman orang tua Andra,kamu sudah cari tahu bagaimana kehidupan Andra di Thailand ? "


" Sudah Bos,seperti yang ada duga,ia tak hanya berhubungan dengan satu laki laki saja disana." Ujar Zayyan


Sudah kuduga,dari dulu hingga sekarang ia tak berubah,mau ngejrumusin aku lagi,enggak akan pernah bisa." gumam Vier dalam hati.


" Kirim semua hal yang kamu sudah dapat langsung ke email Andra,dan katakan kita sedang menuju ke kediaman orang tuanya." Zayyan mengangguk.


Tak butuh waktu lama 30 menit kemudian sampailah Vier di kediaman seorang pengacara kondang yang sangat tersohor di Ibu Kota.


" Tin tin "


Vier membunyikan klakson mobilnya sedikit lama agar terdengar hingga kedalam rumah.Seorang satpam keluar pintu dan menyapa Vier yang masih tetap berada di dalam mobil.


" Ada keperluan apa pak ? " tanya nya pada Vier.

__ADS_1


" Bilang Tuan mu,ada Xavier Pratama ingin bertemu." Ujar Vier tanpa keraguan.


Satpam rumah pun masuk dan mengatakan kepada para bodyguard disana jika tuan besar mereka ada yang mencari.


" Silahkan ! " Vier masuk kedalam tanpa keraguan,jika dulu ia bisa menutup kedua telinganya tentang semua rumor buruk tentangnya,namun kini ia tak bisa lagi melakukan itu.


Vier keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah di antar oleh para bodyguard yang berjaga di depan pintu masuk ke kediaman itu.


" Selamat datang Xavier Pratama,sepertinya baru kali ini anda menggunakan nama besar itu ? " Tanya Ayah dari pria yang tergila gila padanya ini.


" Tak perlu saya menyandangkan nama itu,bagaimana pun dunia tahu saya keturunan dari Pratama dan Subrata." Ucapnya tegas.


" Vier !" Seru Andra yang tiba tiba datang membuka pintu dengan keras.


" Menarik ! " gumam Zayyan.


" Saya tidak ingin basa basi tuan pengacara,saya datang kesini untuk meminta anda mengurus anak anda ini." Ujar Vier.


" Apa maksud mu ? " apa wartawan itu tidak mengatakan jika anak anda ini juga ikut andil dari pemberitaan yang di buat oleh sepupu saya,Reza ? "


Tuan Besar itu memandang sang anak lekat,apa kah pelajaran keras yang ia beri dua tahun lalu masih belum membuatnya sadar,bahwa pria cantik di hadapannya ini tidak bisa di ganggu sembarangan.


" Andra ! " Ucapnya lirih.


" Bukan gitu pa,Andra bisa jelaskan.ia mendekat ke arah sang papa.


" Andra ! " pekiknya.


Andra terdiam dan tak lagi bisa meneruskan perkataannya.ia bungkam kali ini tamat riwayatnya,ia melanggar janji yang sudah ia sepakati dengan sang papa.


Zayyan yang mendapatkan telpon pun meminta ijin Vier agar mengangkatnya terlebih dahulu.


" Sebentar bos." Vier mengangguk.


" Kamu sedang dengan Vier,Zay ? " Ternyata kakak sang bos yang menghubunginya.


" Iya bu Vania." saya sedang kirim link ke Aplikasi hijau mu,buka sekarang.


" Baik." Vania langsung memutuskan sambungan telponnya


Zayyan langsung membuka Aplikasi hijaunya dan membuka link yang di kirim Vania padanya.Zayyan terkejut setelah membuka link tersebut yang ternyata isinya adalah sebuah berita dari salah satu media di Kota Pelajar.


" Wah kenapa semua tepat waktu begini." Gumamnya.


...💞💞💞💞💞💞...


Hola Readers......


Maaf ya Up nya telat terus dari kemarin,tubuh saya minta di rebahin...🤧🤧🤧


Terimakasih ya masih setia pantengin cerita aku...🙏🙏🙏


Salam Hangat


Sichuz

__ADS_1


__ADS_2