
Setelah solat subuh berjamaah dengan sang suami,Alisha memilih merebahkan tubuhnya,setelah sebelumnya mengganti seprei yang lama dengan yang baru.
Ia sebenarnya merasa lelah apa lagi area sensitifnya mulai terasa tidak nyaman.
Beberapa kali Alisha memindah posisi tubuhnya agar terasa lebih nyaman,namun tetap saja serasa ada yang mengganjal di bawah sana.
Vier yang sedang memeriksa email dari Zayyan sang asisten sesekali melirik ke arah sang istri,ia pura pura tidak tahu ia menunggu Alisha merengek padanya.
Alisha yang tak bisa memejamkan mata akhirnya bangkit dan memilih duduk.ia tarik nafasnya dalam agar lebih merasa nyaman,dan mencoba membiasakan dirinya dengan kondisi ini,karena tak mungkin kan mereka akan melakukannya hanya sekali,mustahil.(wkwkw)
" Kenapa baby ? " Vier akhirnya tidak tahan,ia memilih langsung bertanya,jika menunggu Alisha mengeluh atau merengek mungkin sampai lebaran gajah datang.( ntah kapan )
" Gak nyaman ? " Alisha mengangguk.
" Perlu ke dokter ? " Alisha menggeleng,ia aja masalah begini ke dokter,apa yang mau disampaikan ke dokternya nanti,haduh.
" Kakak udah kerjanya ? " Alisha bertanya sambil mengusap rambut Vier yang bergelayut di samping telinganya.
" Sudah,hanya periksa email dari Zayyan aja sayang.ada yang minta gaun pengantin eksklusif,minta rancangan kakak.
" Segera ? " Vier menggeleng," kakak bilang ke Zayyan minta Libur paling nggak sampai lusa,jadi semua pesanan atau pertemuan di ubah minggu depan semua.
" Emang gak apa apa ? " Gak dong,masa kakak langsung kerja ninggalin istri kakak yang cantik ini." Vier mencubit kecil pipi Alisha,dan blush rona wajah Alisha langsung berubah.
" Ngapain malu ! " Vier terkekeh.
" Gak usah keluar kamar,nanti kakak yang akan ambilin sarapan kamu,biar kakak yang bantuin ibu Mutia gantiin kamu." Alisha mengerutkan dahinya,"emang kakak bisa masak ? " tanya nya.
" Bisa dong ! " papa kakak kan chef,nanti kalau sudah tinggal di Jakarta,biar mami yang bawa kamu ke restoran milik Almarhum,eh tapi kamu pernah ke salah satunya kan ? "
" Oh ya,dimana ? "
__ADS_1
" Waktu kita ketemu di restoran,kamu sama Reza,waktu makan malam ? " Alisha pun mengingat ngingat momen itu.
" Pertama kali ketemu mami gak sih ? " Vier mengangguk.
Obrolan obrolan ringan itu seketika membuat Alisha lupa dengan rasa tak nyaman pada dirinya.sedangkan Vier mulai menjadi pendengar setia sang istri yang mulai menceritakan banyak hal.
Sukses,Vier sukses mengalihkan perhatian sang istri hingga tanpa sadar Alisha tertidur di dekapan Vier dalam posisi duduk di atas ranjang.
Vier rebahkan tubuh sang istri dan menyelimutinya dengan selimut yang baru,karena tak mungkin mereka memakai selimut yang tadi malam.
Vier bangkit dengan perlahan takut Alisha terbangun,ia mulai merapikan laptopnya dan mengambil keranjang baju kotor itu yang berisikan seprei bekas pertempurannya tadi malam,serta baju nya dan Alisha.
" Mau kemana nak ?" tanya ibu Mutia yang melihat Vier membawa keranjang baju.
" Dimana tempat mencuci bu ? " seketika ibu mutia terpana,ya ampun pria macam apa di hadapannya ini,bahkan ia tak canggung membawa keranjang baju kotor serta ingin mencucinya.
" Ada di belakang nak,di samping kamar mandi dapur ! " memang itu apa saja,jika hanya baju biar ibu cuci sekalian nanti ! " Vier menggaruk kepalanya,ia malu mengatakan jika ada noda noda bersejarah disana.
Ibu Mutia yang mengerti hanya mengulum bibirnya,ia paham dengan rona wajah yang Vier tunjukan,apa lagi dari subuh tadi Alisha juga belum keluar kamar.
Ibu Mutia yang tak ingin Vier tambah malu pun tak menanyakn lebih lanjut,ia hanya menunjukkan tempat dimana biasanya keluarga itu mencuci dan menjemur baju baju yang telah di cuci.
****
Siang hari setelah selesai makan siang,Vier dan mami Widya pun meminta ijin untuk pamit pulang ke Jakarta serta membawa Alisha bersama mereka.
Karena minggu depan Alisha juga berencana ke Solo untuk melengkapi berkas berkas pengajuan untuk bisa mendapat buku nikah dari KUA.
" Kamu yakin mau langsung ikut Vier sekarang,kakak masih kangen lo ?" tanya Anisa dengam senyum mengejek.
" Apa sih,gak usah gitu senyumnya ! " wajah Alisha memanas.Anisa terbahak hingga menutup mulutnya.
__ADS_1
" Besok kalau udah resmi tinggal di Jakarta juga bakal sering kesini lagi kaya dulu ! " Alisha mencium pipi sang kakak gemas,hingga membuat Anisa kegelian.
" Iya iya ! " Udah ah,geli Lisha ! " Anisa mencoba melepaskan rangkulan sang adik.
Bercandanya kakak beradik selalu membuat siapa pun gemas,termasuk Pria yang sedang mengintip di balik pintu itu.ia tersenyum seketika mengingat sang kakak yang nun jauh di sana,bahkan ia mengingat jika sang kakak dulu sering menciumnya di sembarang tempat karna terlalu gemas padanya.
Vier,Alisha serta Mami Widya pun pamit kepada keluarga besannya,mami Widya juga mengatakan jika ke Jakarta jangan lupa mampit,pintu rumah nya selalu terbuka lebar untuk semua penghuni rumah ini.
" Pamit ya teh ! " cup ! " Mami Widya mencium si gembul Azkara yang tak lain adalah anak Praja dan Anisa.
" Semoga cepet dapat yang kaya gini ya ? " Mami Widya tersenyum.
" Semoga ya teh ! " Ibu mutia mengangguk.
Alisha mencium tangan para sesepuh itu takzim,ia juga mengatakan rasa terima kasih nya karena sudah banyak sekali membantu nya selama ini.
Tuan Wisma hanya memberi wejangan kecil,agar ia dan Vier selalu menjaga komunikasi dengan baik,bicarakan jika ada masalah,dan harus saling menguatkan jika terjadi apapun.
Alisha dan Vier mengangguk bersamaan,Vier memeluk pria paruhbaya itu erat,bagai memeluk sang papa,sedangkan Alisha memeluk sang kakak dan ibu Mutia secara bersamaan.dan mencium pipi meraka satu persatu,tak lupa juga si gembul Azkara.
***
" Kita langsung aja atau mami masih mau beli oleh oleh ? " tanya Vier.
" Gak perlu sayang,ibu Mutia udah bawain banyak Oleh Oleh ! " Ya sudah.Vier langsung melajukan mobilnya mengarungi jalan.
Sepanjang jalan Mami Widya dan Alisha mengisi waktu dengan mengobrol,mereka tak nampak seperti mertua dan menantu,karena sejatinya mami Widya memang lebih humble dan apa adanya,berbeda dengan Mami Nadine yang terkadang masih memperlihatkan bahwa ia adalah nyonya besar.
" Pak ? " bukannya itu mobil Pak desainer ? " tanya Rizal yang sedang berhenti di lampu merah.
" Iya,dia datang kesini tapi gak mau ke acara peluncuran hotel,dasar Vier ! " Reza memang menunda kepulangannya kemarin karena kondisi Ghai yang masih terkadanh Rewel mendadak.
__ADS_1
" Tapi sepertinya sedang dengan seseorang ? " cicit Tira sang baby sitter.
Rezapun menoleh ke arah mobil Vier setelah mendengar ucapan Tira.ia mengamati siapa yang duduk di sebelah kemudi.wanita berhijab ? " apa pacar baru Vier ? " Reza berbicara dalam hati.