
Pukul 02.00 dini hari karena merasa tenggorokannya kering,Vier bangun dari tidurnya.ia lihat ke arah samping Alisha nya tengah memeluk guling memunggunginya,ia terseyum.
Satu hal baru yang ia tahu dari Alisha,bahwa Alisha tak pernah diam jika tidur,ia akan terus menggeliat jika posisi tidurnya tidak nyaman.
Bahkan tadi malam Vier harus ekstra sabar karena beberapa kali Alisha terlepas dari pelukannya,ia takut jika Alisha akan jatuh,karena ranjang yang mereka tempati memang tidak terlalu besar.
" Ada perempuan kaya kamu ya baby,tidur bisa selasak ini." Vier tertawa kecil.ia berdiri menuju meja di dekat jendela dan mengambil air.setelah itu ia kembali merebahkan tubuhnya.
Vier usap pipi merah itu lembut,ia cium lama hingga membuat Alisha mengerjapkan matanya.Alisha yang merasa pipinya seperti di tindih pun berusaha membuka mata dan merubah posisi tidurnya.
" Jangan di buka matanya kalau masih ngantuk.Vier memandang sang istri hangat.
" Kakak ngapain bangun ? " Tanya Al dengan suara paraunya.
" Kakak haus,makanya kakak bangun." Vier usap kening itu lembut hinga tangan Vier turun ke tulang selangka Alisha.
Alisha yang di pandang sedekat itu oleh sang suami merasa jantungnya ingin terbang,Alisha merasa ini masih seperti mimpi,ia yang berpacaran hampir 3 tahun dengan Reza,menikah dan akhirnya bercerai.
Sekarang..
Justru ia menikah kembali,dengan seseorang yang tak lain sepupu mantan suaminya sendiri.Alisha mengerjapkan mata nya beberapa kali,hangat...
Bibirnya menghangat kala bibir Vier menempel dan mengecupnya lembut,Alisha seketika blank,ia tersihir dengan perlakuam Vier,ia tak menyangka jika Vier bisa melakukannya.
" Apa kakak membuat mu terkejut ? " Tanya Vier,Alisha spontan mengangguk.
" Maaf ya ! " Vier mengangkat tubuhnya,namun Alisha menahannya.
" Kakak boleh lakukan apapun,tapi kakak bisa pelan pelan saja,ini pertama untuk Al ! " Vier mengerutkan dahinya.
" Maksud kamu dengan pertama ? " Vier tak mengerti,apa iya selama berpacaran dengan Reza hingga menikah ia tak pernah melakukan apapun.
__ADS_1
" Al masih tersegel ! " lirihnya.Mata Vier membola,Alisha nya masih suci.
Vier tak menyangka,ini benar benar anugrah yang Allah beri padanya,istri yang cantik,soleha dan yang utama,ia masih tersegel rapi walau ia seorang janda.
" Jadi apakah ini bisa berlanjut ? " Al mengangguk dan tersenyum malu malu,membuat Sang suami juga ikut merona.
Vier mulai memejamkan mata,ia berdoa terlebih dahulu,sebelum memulai lebih lanjut.Alisha pasrah,ia akan menyerahkan seluruh hidupnya pada pria cantik di depannya ini.Mungkin buka dulu,tapi sekarang yang ada di dekatnya ini adalah jodohnya.
Alisha mengingat segala hal,tak ada satu pun yang menghalangi semua nya,dari pertemuan yang tak terduga di kota pelajar hingga permintaan Vier agar ia mau menjadi pendamping hidupnya,serta restu keluarga bahkan pernikahan semua di mudahkan.
Vier mulai menyusuri rahang Alisha dengan hidung mancungnya,ia berusaha selembut mungkin agar Alisha tidak tegang.Ia mulai menyentuh area sensitif sang istri,Alisha sedikit memundurkan tubuhnya karena kaget.
" Relaks sayang,ini juga hal baru untuk kakak." Vier mengusap pipi Alisha dan menyarangkan bibirnya di sana.Alisha menarik nafasnya pelan,agar detak jantungnya bisa kembali normal.
" Vier mulai membuka piyamanya,dan terpampang lah dada bidang serta perut berotot itu." Kamu bisa menyentuhnya ! " Vier mengambil tangan Alisha dan menempelkan di dadanya.
Alisha mulai terhanyut dengan pemandangan di depannya,ia mulai tak bisa mengontrol degub jantungnya yang kian membuat tubuhnya memanas.
Vier menyadari jika Alisha mulai menikmati,ia mulai melancarkan aksi nya menyelami bukit bebatuan itu perlahan dan mulai merasainya dengan indera perasanya.Alisha hanya bisa menahan suaranya agar tak keluar,ini sungguh menakjubkan,benaknya.
Alisha yang berada di bawahnya hanya bisa menahan gejolak itu agar tak membuat suara suara misterius di tengah malam,Ia mulai menggeliat ketika Vier sampai pada surga dunia miliknya.
Vier sapu dengan lembut danau yang sudah penuh dengan air itu,agar memudahkannya untuk berenang.
" Maaf,Kakak ikat dulu rambut kakak ya ? " Alisha hanya bisa menahan nafasnya ketika sang suami berhenti hanya untuk mengikat rambutnya,padahal Vier sudah mengikatnya dengan jepit yang ia ambil di atas nakas tadi.
" Kakak mau ikat gimana lagi ? " Alisha mulai tak sabar,dan ternyata Vier menggulung tinggi rambutnya dan ia ikat dengan karet hitam yang selalu ada di lengannya.
" Kakak gak mau sesi selanjutnya riweh hanya karena rambut kakak yang masih tergerai." Alisha tersenyum malu mendengar penuturan suaminya.
Dan terjadi lah sesi selanjutnya,berenang di danau biru itu bersama hingga air itu membasahi seluruh tubuh mereka.hanyut mereka sangat terhanyut dengan kebersamaan ini mereguk nikmatnya dunia untuk pahala akhirat mereka.
__ADS_1
Walau Alisha harus menitikan air matanya namun,itu tak lebih dari rasa bahagianya,karena hari ini adalah awal perubahan statusnya,dari gadis menjadi seorang wanita.
Vier berdoa,semoga benih yang ia tanam bisa menghasilkan sesuatu yang akan membuat hubungannya dengan Alisha semakin erat,dan tak akan membut wanita itu berpikir walau sekalipun untuk meninggalkannya.
****
Karena sesi menyelam bersama itu ternyata tidak sebentar,membuat Alisha dan Vier tak bisa kembali tidur karena tiba tiba adzan subuh berkumamdang membuat mereka saling tatap dan terdenyum.
" Terimakasih baby,kamu sudah menyerahkan seluruhnya pada kakak,setelah ini apapun rintangan kita hadapi sama sama,kamu tidak boleh menyembunyikan apapun dari kakak.
" Iya,Al janji ! " terus ini bagaimana ? " kita harus mandi dan solat kan ? " tanya Alisha.
" Apa kamu bisa berjalan sendiri ? " Al ragu untuk mengangguk,walau Vier sangat hati hati namun bagaimana pun dinding itu robek dan terluka.
Vier langsung berdiri memakai celana panjang nya dan langsung mengendong Alisha menuju kekamar mandi.
" Pelan pelan kak ! " Sakit ya ? " perih." bisik Alisha serta menenggelamkan kepalanya di dada Vier.
Ia letakkan Alisha dan ia duduk kan sang istri di atas kloset duduk yang ada disitu,Vier membantu sang istri untuk membersihkan sisa sisa pertempuran,dan itu benar benar membuat Alisha sangat malu bahkan ia sampai menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Kenapa malu,semua sudah kakak lihat ! " tetep aja malu,tadi di bawah selimut sekarang gak ada penghalang kak," Cicitnya.
" Sudah bersih,sekarang Al lanjutin sendiri mandinya ya,kita gantian,kakak takut khilaf ? " Alisha tertawa.
Akhirnya Alisha pun mandi sendiri bergantian dengan sang suami,sesekali Alisha meringis merasakan perih di area nya,namun senyum sumringah itu tak pernah luntur dari bibirnya,begitupun dengan Vier.
Ia masih melihat sprei yang berantakan itu serta noda merah yang ada di atasnya,bukti bahwa pertempurannya dengan sang istri tadi berhasil.
" Vier bisa melakukannya pa,Vier bisa ! " gumamnya.
...💕💕💕💕💕...
__ADS_1
Aku bener bener bengek bikin adegan ini,takut khilaf ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Terimakasih untuk para readers yang tetap setia tongkrongin Alisha dan Vier,,kalian penyemangatku....😘😘😘😘