
Sudah satu hari sejak Vier meninggalkan rumah,namun Alisha masih tak ingin memberitahu suaminya tentang kedatangan Davina.Ia tak ingin membuat Vier gundah dan tak tenang dalam mengikuti segala kegiatannya jika mengatakan hal itu sekarang.
Ia mulai memohon kepada yang maha kuasa,agar segala keputusan yang akan ia ambil nanti adalah keputusan yang paling baik.
" Tok tok " suara ketukan pintu terdengar tergesa.
Alisha bangun dari atas sajadahnya dan melangkah menuju pintu.
"Klek".ada apa mi ? " tanya Alisha kepada ibu mertuanya yang nampak sedikit panik.
" ponselmu kemana Al ? " tanya nya.Alisha yang mengerti dengan raut wajah ibu mertuanya langsung mencari keberadaan ponselnya.
Ia membuka kunci ponselnya ternyata ada 10 panggilan tak terjawab dari sang suami.Ia yang lupa mengganti mode diam ke mode suara jelas tidak tahu jika Vier hampir frustasi karena tak mendengar suara istrinya malam ini,di tambah dengan kondisinya sekarang ia semakin kawatir.
Tanpa menunggu Alisha langsung menghubungi suami cantiknya itu.
" tut tut "
Alisha mondar mandir,sedangkan mami Widya sedang duduk disisi ranjang Alisha.
" Assallamualaikum bu Alisha." bukan Vier namun Zayyan sang asisten yang mengangkat telponnya.
" Walaikumsalam,kok kamu yang angkat Zay ? "
" Bos Vier sedang tidur bu,emm..ada sedikit insiden tadi." Alisha menukikkan alisnya dan memandang ke arah ibu mertuanya.
" Insiden apa ? " Tanya Alisha dengan tangannya tak lepas dari perut buncitnya.
" Bos Vier terkena lampu sorot yang terjatuh bu," Ucap Zay hati hati.
Alisha terdiam,apa karena suaminya tak bisa menghubunginya dan membuatnya tak berhati hati sehingga ia mengalami itu.pikiran Alisha di penuhi rasa tak nyaman.
" Lalu bagaimana kondisi nya Zay ? "
" Tidak apa apa bu,hanya luka di lengan saja sedikit,sekarang beliau sedang istirahat,mungkin efek obat yang bos minum.
Alisha kembali terdiam,sedangkan mami Widya yang tahu jika Alisha kawatir,mengusap punggungnya dan mengatakan jika semua akan baik baik saja.
" Ya sudah Zay,kasih kabar jika kakak sudah bangun ya ? "
" Baik bu." Alisha menutup sambungan telponnya setelah mengucapkan salam.
Alisha duduk di samping ibu mertuanya," bukan karena ada orang yang mau jahatin kak Vier kan mi ? "
__ADS_1
Mami Widya tersenyum," inshaallah tidak sayang,tadi Zay juga menceritakan hal yang sama ke mami,dan mengatakan jika kejadiannya enggak sengaja."Alisha menganggukkan kepalanya serta terus memanjatkan doa untuk Vier,agar sang suami di beri keselamatan dan selalu baik baik saja.
***
KOTA SURABAYA
Xavier suami tercinta Alisha kini tengah merebahkan tubuhnya setelah meminum obat anti nyeri yang dokter berikan setelah insiden kecil yang menimpanya,Vier yang sedang sibuk memghubungi sang istri,tanpa sengaja melihat lighting atau lampu sorot yang berada di atas panggung terlihat seperti akan terjatuh.
Dan ternyata di bawahnya ada beberapa desainer dan satu model wanita,salah satu model sebenarnya sangat Vier hindari,namun karena hatinya tak nyaman,akhirnya ia sedikit berteriak dan meminta orang orang itu menyingkir.
Tapi,sayangnya Vier terlambat,akhirnya tak sengaja lampu yang cukup berat itu jatuh dan sedikit menyenggol bahunya.
Mereka yang melihat kejadian itu spontan berteriak,Zayyan yang baru saja kembali dari luar langsung berlari ke arah Vier untuk membantu sang atasan.
Vier meringis kesakitan sembari memegang bahu kanan nya yang terdapat luka robek itu.
Para kru yang ada disana langsung mendekat begitu juga dengan teman desainer yang mengundangnya.Mereka sangat kawatir dikarenakan ada darah yang merembes dilengan kemeja Vier.
Zayyan langsung menghubungi panggilan darurat agar ambulance segera datang untuk menolong sang atasa.
Setibanya di rumah sakit,Vier langsung dibawa ke UGD untuk pemeriksaan yang lain.Hampir satu jam Zayyan menunggu dan ternyata,dari hasil pemeriksaan ada retakan sedikit di tulang bahu Vier.
Dokter sebenarnya menyarankan Vier agar dirawat,namun Vier menolak.ia beralasan akan melanjutkan pengobatan di Jakarta saja.Dokter yang menanganinya pun hanya bisa mengiyakan,serta melengkapi data dan hasil pemeriksaan agar Vier mudah untuk pindah rumah sakit.
Zayyan yang tengah tertidur mengerjapkan matanya mendengar panggilan Vier." Ada apa bos ? "
" Apa Alisha menghubungiku ? " tanyanya.
Zayyan mengangguk," tadi bos jam 7,sekarang sudah pukul 9 malam." Jawab Zayyan.
Viee bangun dari tidurnya sambil meringis menahan perih karena lukanya," tolong ambilkan ponselku Zay." Zayyan segera berdiri dan mengambil ponsel Vier.
Vier membuka kunci ponselnya dan langsung terpampang jelas,foto sang istri yang sedang tertawa.
" Tut tut "
" Assallamualaikum Kak ! " Alisha yang sedari tadi memegang ponselnya langsung mengangkat panggilan di ponselnya.
" Walaikum salam Sayang."
" Bagaimana kabar mu,si,kecil tak merepotkanmu kan ? " tanya Vier sambil terkekeh.
" Dia dan aku baik kak,justru kakak bagaimana sekarang ? apa luka nya parah ? " tidak baby,hanya luka kecil saja.
__ADS_1
" Benar ? " Iya Sayang." Jawabnya.
" Apa kamu merindukan kakak ? " Alisha tersenyum di seberang sana.
" Al kangen banget,Apa lagi sama tubuh kakak." Ujar Alisha malu malu." Vier yang mendengar itu ingin rasanya pulang malam ini saja dan langsung menerkam sang istri.Namun apalah daya tangan tak sampai,apa lagi kepulangannya esok ia akan merahasiakan dulu dari sang istri,mengingat jika luka di lengannya mengharuskan ia langsung ke rumah sakit untuk melanjutkan pemeriksaan yang lebih lanjut,Karena Vier tak mau membuat Alisha kawatir.
" Tidur lah,sudah malam." Apa kakak akan tetap pulang lusa ? "
Vier terdiam sebentar," iya sayang,karena memang besok adalah acara puncak nya kan.
" Ya sudah,kalau begitu.kabari Al jika terjadi sesuatu ya.maaf tadi Al enggak langsung angkat waktu kakak telpon,Al lupa untuk mengubah mode suara nya." Ujar Alisha menjelaskan.
Vier tersenyum mendengar nada bicara Alisha yang tampak sekali menyesal." its ok sayang,yang penting kamu baik baik saja.
" Ya sudah,Al istirahat ya kak.I miss you.
" I love you sayang." Balas Vier." tut "
Panggilan terputus bersamaan dengan ketukkan di pintu kamarnya.
" Sebentar bos," Vier mengangguk.
Cek lek
" Miss patricia ! " Sapa Zayyan pada wanita cantik yang merupakan teman Vier sekaligus yang mengundang Vier ke acaranya.
" Apa bos mu baik baik saja ? " Zayyan langsung mempersilahkan wanita cantik bergaun hitam tanpa lengan itu masuk.
Namun ternyata,ia tak sendiri.ada salah satu model yang ikut bersamanya.
" Bagaimana apa ada yang serius,maaf baru kesini,pesta itu sungguh membosankan?" keluhnya.
Vier menatap sang teman sebentar,lalu wanita disebelahnya.jika Vier biasa saja,namun tidak dengan wanita itu,ia nampak canggung.
" Aku enggak apa apa,tapi sesuai permintaan ku,besok pagi aku akan pulang." Ujarnya.
" Oke enggak masalah,aku juga minta maaf karena kelalaian para kru kamu jadi begini." Ucap Patricia dengan nada menyesal.
" Aku juga berterima kasih,jika kamu tadi tidak berteriak mungkin kami yang akan kejatuhan lampu itu." Ujar wanita berpakaian sexy di sebelah Patriacia.
Vier hanya tersenyum sekilas menanggapi ucapan terima kasih dari sang model papan atas yang merupakan kawan lama nya itu.
...💜💜💜💜💜💜💜...
__ADS_1