Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 88 - Ekstra part 2


__ADS_3


Daniyal,sedang menggoda sang bunda karena ia tak mau memakan sayur berwarna hijau yang penuh dengan Zat besi itu.


"Niyal cuma uka woltel umda."Dengan tawa khasnya,gigi mungil itu selalu ia perlihatkan.


"Tapi bayam juga bagus Niyal,Alisha terus mencoba menarik perhatian sang anak dengan menceritakan manfaat bayam kepada Niyal.tetapi karena memang Niyal tidak suka dengan Bayam,alhasil tetap saja ia berlari menghindar karena Alisha terus membawa sendok yang penuh dengan nasi dan sayur bayam diatasnya.


Daniyal yang tak melihat dengan benar karena terus berlari,iapun menabrak seorang pria tampan yang dulu sangat mencintai ibunya.


"Bruk"


"Daniyal."Seru Alisha karena Daniyal menabrak Reza yang datang dari arah pintu depan.


Reza dengan sigap langsung menggendong Daniyal dan mencubit kecil hidung anak menggemaskan itu."Kenapa lari dari bunda,boy ?"


"Endak,mau bayam."Daniyal menutup mulutnya mengisyaratkan bahwa ia tidak mau makan sayuran dengan warna hijau kesukaan salah satu tokoh kartun itu.


Reza menggendong Daniyal dan mendudukan ia di atas karpet bulu yang ada di ruang tengah rumah besar itu.Sedangkan Alisha menuju dapur meminta Mariani untuk membuatkan Reza minuman.


Setalah Reza pulang dari tempat ia direhab waktu itu,ia mulai menerima jika Alisha kini adalah istri dari sepupunya dan bukan lagi wanita yang bisa ia miliki sesuka hati,dan sekarang ia memandang Alisha hanya sebatas saudara iparnya serta wanita yang sangat disayangi oleh anaknya.tak ada lagi kata atau keinginan menggebu di dalam dirinya seperti beberapa tahun lalu.


"Di minum mas."Alisha datang dengan segelas jus yang ia letakkan di atas meja kaca yang ada disitu.


Reza mengangguk dan tersenyum,sembari kembali menceritakan sesuatu yang membuat Daniyal terdiam dan fokus.


Alisha yang mendengar Reza menceritakan kehebatan popeye yang bisa menjadi kuat dalam sekejap hanya karena bayam tersenyum dan mengelengkan kepalanya,karena ia tahu Vier hampir berkali kali menceritakan itu kepada Niyal.Dan....


"Itu yang biasa ayah celitain ke Niyal om Za,Niyal tahu."Daniyal langsung memotong perkataan Reza setelah ia paham bahwa yang Reza ceritakan adalah cerita yang sama dengan yang biasa Vier utarakan kepadanya.


Reza terkekeh,Niyal sama persis dengan Vania kecil selalu bisa membantah jika ia merasa benar dan tahu.

__ADS_1


"Niyal main sama kak Desi dulu ya ?"Niyal mengangguk,ia langsung turun dari pangkuan Rez dan berlari ke arah dapur.


"Selalu lari."Gumam Alisha.


"Bagaimana kabarmu Al ?" Tanya Reza.


"Baik dan bahagia.Bagaimana dengan Davina ?"


Reza hanya bisa mengedikkan bahunya dan mengeleng.Davina ibu dari Ghaisan mengidap kanker rahim sudah 3 tahun ini,Reza yang kala itu berkunjung ke Malaysia untuk menemui Davina karena Ghai merengek ingin sekali berjumpa dengan ibu kandungnya setelah ia di bully di sekolah karena tak memiliki ibu justru harus mendengar kabar buruk jika Davina sakit dan sudah cukup parah.


kedatangan Davina beberapa tahun lalu ketika meminta Al menjadi ibu angkat dari Ghaisan,ternyata wakti itu ia sedang dalam kondisi sakit,namun ia menutupinya bahkan dari ibu nya sendiri.


"Ia hanya memintaku untuk sering sering membawa Ghai kesana."Ucap Reza.


"Bawalah mas,siapa tahu Ghai bisa menjadi obat walau hanya untuk jiwanya saja,tapi pasti itu sangat membantu untuk Davina.Lalu ada apa mas kesini ? "lanjut Alisha.


"Aku kesini justru ingin memberi tahumu jika Davina memintaku membawamu kesana."Alisha nampak terkejut."Untuk apa mas ?"


"Terserah padamu Al,mas hanya menyampaiakan keinginannya saja."Reza mengambil gelas di meja kaca itu,duduk kembali dan meminumnya.


***


Malam hari di kamar sejoli yang selalu di mabuk asmara setiap saat,kini mereka sedanh saling diam tanpa memeluk.


Vier serta Alisha sedang memikirkan kata kata Reza tadi pagi,jika Alisha ragu namun tidak dengan Vier.ia justru mengijinkan sang istri kesana untuk menengok Davina.


"Sayang,kenapa ragu ?" Tanya Vier.


"Bukan ragu kak,tapi aku takut jika Davina meminta sesuatu yang mungkin nanti enggak bisa Al penuhi."Alisha menghela nafasnya dalam.


Vier melepas kacamatanya,berdiri dan berjalan ke arah ranjang hangat mereka.Vier masuk kedalam selimut yang sama dengan sang istri,ia jadikan paha Alisha sebagai bantal dan memeluk pinggang ramping istri tercintanya.Alisha yang merasa geli hanya tertawa renyah karena Vier mengusap usap hidungnya ke atas pahanya.

__ADS_1


"Jika Davina meminta sesuatu kita usahan,tapi kalau permintaannya memang sulit untukmu,ya kamu tidak boleh menjanjikan apapapun sayang,Nanti kakak akan cari hari untuk menemanimu kesana,atau sekalian kita bulan madu gimana ?"Kita kan enggak pernah bulan madu lo !"Rengek Vier.


Ya ampun enggak usah pakai bulan madu juga,di rumah enggak ada puasnya,Alisha merotasikan bola matanya malas.jika orang orang perlu bulan madu hingga entah kemana,Alisha selalu merasa berbulan madu jika sedang berdua seperti sekarang.


"Enggak perlu bulan madu,dirumah saja kakak enggak ada puasnya kalau lagi berenang,ih!"Vier terbahak,karena perkataan Alisha benar adanya.


"Lalu gimana mau kamu,baby."Vier mengusap usap perut Alisha dengan wajahnya.


"Geli kak !"Seru Alisha mencoba menjauhkan kepala Vier dari perutnya.namun Vier justru menggelitik perut Alisha hingga sang istri terbahak dan terlentang di atas ranjang.


Vier tak mau menyinyiakan kesempatan emas yang sudah ia lakukan,tanpa aba aba,Vier melepaskan gelitikannya dan melepas kancing piyama Alisha satu persatu.


"Kakak mau apa sih ?"terpampang lah apa yang menjadi kegemaran Vier dan Daniyal dulu.


"Sudah 2 hari Baby,otak kakak enggak bisa berpikir jernih jika lama lama berdiam."Alisha tertawa.Begini mau bulan madu,di rumah aja udah lebih dari kata bulan madu."Gumam Alisha masih dengan tawanya karena Vier mulai melucuti yang lain.


Dan bergeraklah tangan serta seluruh indera Vier tanpa terkecuali agar bisa membawa sang istri terbang ke nirwana bersamanya.


.


.


Hampir dua jam mereka bergulat di atas ranjang,tak ada nya Daniyal di tengah tengah mereka membuat Vier puas menjelajah tanpa rasa takut dan sungkan.


Ia sibakan selimut,ia gendong Alisha seperti ia sedang menggendong Daniyal.mereka masih saling bertukar saliva hingga sampai di kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka dari sisa sisa pertarungan tadi.


"Pinggang Al kebas kak."Alisha mengeluh.


"Sepertinya kamu harus kembali ikut senam dan yoga sayang,apa kakak perlu memanggil instruktur mu itu lagi ?" Tanya Vier sembari membersihkan tubuh sang istri.


Sepertinya ia,aku harus banyak olahraga buat ngimbangin Kak Vier,otot tubuhnya makin besar tenaga nya makin wau,aku seperti bergulat bukan bercinta.kekehnya memandang Vier yang mulai mengguyur air hangat itu ketubuhnya.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


__ADS_2