Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 31 - Perjanjian


__ADS_3

Surya yang masih malu malu menampakan sinarnya dan bersembunyi di balik pohon membuat beberapa orang justru menikmati itu,hawa hangat serta angin yang sejuk menghiasi kedatangannya.


Wanita dengan rambut yang di ikat tinggi namun tak di rapikan itu sedang menikmati rezeki yang bisa ia nikmati kapan saja tanpa harus membayarnya.


Duduk nya yang terkadang ke kiri dan kekanan karena rasa tak nyaman tapi tak membuatnya menghentikan untuk menarik nafas menghirup udara pagi itu banyak banyak.


Pria yang masih setia berada di sampingnya ini terus memandangnya dengan senyum yang mengembang,ia bersyukur wanita yang amat di cintainya ini masih Allah berikan umur panjang.


Tak apa jika tak bisa memiliki,namun jangan engkau ambil ia pergi tanpa bisa melihatnya kembali,permohonan kecil ia sampaikan setulus hati pada sang pencipta.


" Apa kah kau menyukai ini ? " tanya si pria.


" Hem,bosen mas di kamar terus lagian juga dokter bilang aku sudah sehat kan ! "


" Sehat secara lahir iya Al,namun dokter masih menyarankanmu ke ahli jiwa kan !" tegur nya.


" Iya iya,Al tahu ! " ih di ingetin terus." kesalnya.


" Jangan gitu dong,semua demi kebaikanmu." Reza mengusap lembut surai itu dan mengecupnya.


Sudah lebih dari satu minggu Alisha berada di Rumah Sakit,setelah hampir dua hari ia tak sadarkan diri.Reza yang sangat bersyukur bahwa Alishanya sadar dengan cepat langsung memeluknya dan mengutarakan kata maaf itu hampir puluhan kali,karena tindakan bodohnya ia hampir kehilangan wanita yang sangat ia cintai itu.


Vier yang mau tak mau akhirnya memberi tahu seluruh keluarga tentang kejadian yang menimpa Alisha,mereka kembali di buat tak percaya jika Reza mampu melakukan hal seperti itu.


Namun seluruh keluarga juga sangat bersyukur bahwa Allah masih memberikan Alisha kesempatan untuk hidup.mereka yang tak ingin kejadian ini terulang atau bahkan akan ada kejadian yang lebih mengerikan dari pada ini mereka akhirnya memutuskan untuk memberi tahu anisa kondisi adiknya dan permasalahan apa yang tengah sang adik hadapi.


Awal nya Anisa syok,ia sempat terdiam dan tak melakukan apapun ketika Papi Raja menjelaskan seluruh kronologinya,Mami Nadine dan sang suami memang memutuskan untuk bertandang ke bandung untuk memberi tahu hal ini secara langsung.


Sehari setelah itu Anisa akhirnya memutuskan untuk ke jakarta menemui sang adik setelah berdiskusi bersama sang suami dan kedua mertuanya,mereka sepakat akan membawa Alisha sampai semua masalah ini teratasi dengan baik,namun setelah ia datang dan mengajak sang adik ia cukup terkejut karena Alisha menolak untuk ikut.


Alisha beralasan,kemarin ia sudah lari kenapa sekarang ia harus berlari lagi,saatnya aku melihat kenyataan kak,itu ujarnya.Anisa yang sangat tahu bagaimana sang adik akhirnya mengiyakan,ia pun tak lagi memaksa.

__ADS_1


" Mau disuapin atau makan sendiri Al ? " yang sakit tangan kiri Al mas.tangan kanan Al masih baik baik saja." ketusnya.


" Oke ! " Reza pasrah.mas akan mandi dulu kalau gitu." lanjutnya.


" Iya ! " Al mulai menyendok makanan yang sudah di siapkan oleh pihak rumah sakit.setelah matahari cukup terang Reza mengajaknya untuk kembali ke kamar karena jam seperti ini sarapan pasti sudah di antar,Alisha pun menurut.


Cek lek " Alisha menoleh ke arah pintu."


" Hai cantik ! " Pria tampan dengan polesan lipbalm yang kontras dengan warna bibirnya datang berkunjung.


" Hai kak ! " bawa apa ? " sapanya.


" Itu sudah ada makanan di depan kamu,masih tanya kakak bawa apa." Ia terkekeh.


" Ya kan biasanya kakak kalau kesini selalu bawa sesuatu." jawabnya dengan bibir mengerucut.


" Dimana Suami mu ? " mandi jawabnya singkat.


" Hem,ngambek ! " Vier terkekeh.Semenjak Alisha sadar ia memang bertingkah sedikit ke kanakan namun dokter mengatakan jika itu wajar saja,karena nona Alisha sedang mulai menata kembali hati dan pikirannya,biarkan ia melakukan apa yang ia mau asal dalam batas wajar.


" Iya,hari ini aku mau bilang jika tiga hari kedepan mungkin tak bisa berkunjung,aku mau ke singapura." ujar Vier


" Ngapain kak ? " ada urusan penting ? " tanya Alisha.


" Penting makanya kakak harus kesana ! " Jawab Vier.


" Oke,jangan lupa oleh oleh ya." Alisha mengucapkannya dengam cengiran.


" Walau sedikit terlihat aneh,namun lebih baik begini dari pada ia yang terus bersedih dan menangis." benak Vier memandang Alisha yang masih menikmati makanannya.


" Tok tok " Vier berdiri mengampiri pintu karena seseorang mengetuknya.

__ADS_1


" Pesanannya pak." ujar kang paket.Vier mengambil bag plastik yang bertuliskan nama toko kue yang cukup terkenal." terima kasih ! " ucapnya.


" Siapa Vier ? " tanya Reza sembari membereskan bekas makan Alisha.


" Nih,kesukaan istrimu." memberikan bag plastik ke Reza.


" Wah ! " Alisha berseru menatap makan manis bertabur coklat itu.


" Gak sekarang sayang,kamu habis makan." Reza mewanti wanti.


" Sedikit ! " Alisha merengek,membuat Reza dan Vier gemas.


Reza yang tak tega akhirnya memotong sedikit bagian kue itu,coklat leleh yang ada di dalamnya lah yang menjadi daya tarik bagi Alisha.


" Hem ! " enak." Alisha bagai anak kecil yang puas karena keinginannya terpenuhi.


Waktu menunjukan pukul 11 siang Vier yang banyak pekerjaan akhirnya pamit karena ia harus menyelesaiakan beberapa urusannya sebelum berangkat ke singapura.Reza yang kedatangan sang asisten juga sedang bekerja di sofa kamar itu,sedangkan Alisha ia memilih tidur dan minta di bangunkan nanti untuk solat.


****


Jika Alisha sedang nyaman dengan tidurnya,lain hal nya dengan perempuan dengan perut buncit yang semakin hari semakin besar.


Ia sedang bergumam sembari menatap televisi yang menyala,menampilkan siaran tentang kesehatan keluarga.nampak sepasang suami istri dan anak bayinya sedang di gendong untuk melakukan pemeriksaan oleh dokter.


Ia mulai membayangkan jika ia sama seperti pasangan itu,pasti ia kan bahagia pikirnya.


" His,kenapa wanita itu gak mati aja sih." gumamnya.


" Kalau dia mati kan,aku pasti bisa menggantikan posisinya.Lagian si Reza juga istri udah hampir gila seperti itu masih aja di urusin,aku yang lagi ngandung anaknya sama sekali gak pernah di peduliin." Sialan,pekiknya."


" Kita tunggu saja sampai anak ini lahir,mami dan papi pasti akan berpihak padaku,untuk apa uang jika aku bisa memilki segalanya." pikiran piciknya mulai menguasai jiwanya yang kotor.

__ADS_1


Hari ini Alisha tengah bersiap untuk pulang,ia yang sudah membuat perjanjian dengan Reza setelah ia kembali sadar dari masa kritisnya,akhirnya memutuskan untuk pulang bersama Reza ke apartemen yang memang Reza siapkan untuk membangun keluarga kecilnya itu,untuk menghabiskan sisa waktu kebersamaan mereka.


Kedua mertuanya juga datang untuk turut menjemputnya sebagai bentuk dukungan mereka terhadap Alisha dan Reza.mereka telah pasrah apapun yang akan terjadi pada hubungan anak dan menantunya itu di kemudian hari,ia serah kan semua urusan itu kepada tuhan,jika berjodoh apapun pasti terjadi namun jika tidak meraka berharap Alisha dan Reza mampu menangani semuanya dengan baik.


__ADS_2