Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 22 - Semua tahu


__ADS_3

Arav yang sudah babak belur tak mampu lagi berkata apa apa,Reza pun hanya diam setelah puas meluapkan emosinya sesekali ia juga mengusap peluh yang menetes di keningnya.


Reza yang tak mau lagi melihat wajah teman yang kini mungkin akan menjadi mantan temannya meninggalkan ia begitu saja,Rizal yang mengerti jika sang bos sedang tak baik baik saja memilih diam dan meminta anak buahnya mengurus pria yang bernama arav itu.


" Kalian bereskan dia ! "Ujar Rizal menyuruh anak buahnya.


" Baik bos ! " mereka mengangguk.Rizal pun menyusul sang atasan yang sudah lebih dulu melajukan kendaraannya.


****


Pagi hari Rizal yang datang ke perusahaan langsung di datangi oleh Ryan,karena Ryan memastikan bahwa Rizal pasti tahu di mana tuannya itu.Tanpa basa basi Ryan langsung mengatakan jika Alisha sedang di rawat di rumah sakit,ia meminta Rizal untuk mengatakannya pada Reza karena dari kemarin ia tak bisa menghubunginya.


Rizal yang mengerti ini adalah masalah darurat segera mendatangi Reza ke apartemennya.


Reza yang tak berpikir jernih melajukan kendaraannya seperti pembalap profesional,bahkan beberapa kali Reza hampir saja melanggar lampu lalu lintas,umpatan para pengendara lain pun tak ia hiraukan,karena sekarang yang ada di pikirannya hanya Alisha,istri tercintanya.


Setelah Rizal datang membawa kabar itu,Reza tak menunggu untuk membersihkan dirinya ia langsung memakai hodie nya dan keluar apartemen untuk segera ke rumah sakit.


" Permisi nona ! " saya ingin bertanya,pasien atas nama Alisha lintang ada di kamar mana ? " tanya Reza pada resepsionis Rumah sakit.


" Nona Alisha lintang,ada di ruang mawar VIP satu lantai dua pak ! " ujarnya.


" Terimakasih ! " Reza langsung menuju ruangan tersebut sedikit berlari,ia kawatir terjadi hal yang buruk pada Alishanya.sesampainya di depan pintu ruangan Reza berhenti,ia menarik nafasnya dan membuka pintu pelan.


Cek lek


" sayang ? " panggil Reza,namun bukan Alisha yang menoleh melainkan Vier sepupunya.


" Kamu kemana saja,hape mu kemana Ryan bingung menghubungi mu namun tak ada respon." Viee memberondong pertanyaan namun tak ada satupun yang Reza jawab,karena seluruh inderanya hanya tertuju pada Alisha nya yang lemah tak berdaya di atas tempat tidur.


" Dia kenapa Vie ? " Reza menyentuh pipi pucat itu.

__ADS_1


" Hasil nya belum keluar,namun dari semalam Alisha belum siuman ! " dari semalam ? " tanya Reza tanpa mengalihkam pandangannya.


" Dokter mengatakan bahwa Al sedang dalam kondisi syok berat,dan dokter juga menyarankan pemeriksaan Alisha di dampingi psikiater.


" Tes ! " satu air mata lolos begitu saja,tanpa bisa Reza bendung.ia yang membuat Alisha nya menjadi begini,ia yang salah,seluruh kesalahan ada padanya,hatinya terus bergumam menyalahkan dirinya."


" Lalu kapan dia akan siuman vie ? " Vier menggeleng,ia tak tahu.


" Ada apa sebenarnya,biarkan kami membantu." Vier menepuk pundak saudaranya itu.


" Tidak ada yang bisa membantu kami dari jurang ini,karena kami sama sama terkapar." ujar Reza yang masih memandang lekat istrinya.


Vier yang tak mengerti maksud Reza hanya terdiam di sampingnya dan memandang ke arah Alisha,ujian apa yang sedang mereka hadapi ini,pikir Vier.


Hari semakin siang,namun Reza tak beranjak sedikit pun dari sisi istrinya,walau beberapa kali telponnya berdering,Vier pun mengingatkan agar menerima telpon dahulu,namun Reza tak menggubrisnya.justru ia malah mematikan ponsel pintarnya.


" Nanti Asmitha akan kesini menggantikan aku,ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaiakan.jangan kawatir kami tidak mengabari om dan tante,aku tahu tante baru saja pemulihan tidak mungkin kita membuatnya sakit lagi." ujar Vier.


Reza tak bergeming,karena ia sendiri tak tahu harus memulai critanya dari mana,ia tak tahu akan memakai gaya bahasa seperti apa untuk menjelaskan situasi ini apa lagi terhadap kedua orang tuanya.


Vier keluar dari ruang rawat Alisha,namun baru dua langkah ia di kejutkan dengan kedatangan pria paruh baya yang merupakan kakak sang ayah.


" Om ! "


" Dimana anak itu ? " tanyanya.


" Ada di dalam om ! " Vier terbata,ia sedikit was was dengan mata tajam itu.


" Bagaimana kondisi menantu om ? " A Alisha belum sadar om ! " jawab Vier menggelengkan kepalanya.


Pagi tadi mami nadine yang terus merengek meminta bertemu menantunya karena dari kemarin Alisha tak dapat di hubungi begitupun Reza.

__ADS_1


merasa kawatir akhirnya papi Raja bertandang ke apartemen sang anak namun ia tak menemukan mereka,Papi raja langsung menghubungi Rizal asisten Reza untuk mengetahui dimana anak dan menantunya.alih alih kabar tentang liburan justru papi raja mendengar kabar jika menantunya sakit dan berada di rumah sakit.


" Sakit apa Alisha,hingga belum sadar ? " Vier menggeleng ia takut jika penjelasannya akan membuat om nya itu syok.


" Om masuk saja,ada Reza di dalam biar dia yang menjelaskan." Vier membuka pintu kamar itu agar om nya bisa masuk.Vier yang ingin ke butik pun mengurungkan niatnya,padahal dari semalam ia tak pulang.


" Reza ! " suara bariton itu benar benar mengejutkan seorang Reza fahri pratama,seseorang yang ia tak ingin temui sekarang justru datang dengan sendirinya.


" Papi ! " Reza mendongak dan menoleh ke sumber suara.


" Ada apa sebenernya,apa yang kamu tutupi dari kami ? " tanya papi raja.


" Reza hanya diam ia tak tahu harus bagaimana." dimana dokter yang menangani istrimu,kita harus tahu jelas sakitnya,jika tidak bisa di obati disini bawa keluar negeri saja." papi Raja penuh dengan penekanan mengatakan setiap kalimatnya.


" Tidak perlu ! " Ryan datang bersama sang istri,asmitha.


" Papi Raja menoleh." apa maksud mu ? "


" Om tanyakan saja pada anak om ini karena dia penyebab istrinya hingga bisa seperti ini." dengan lantang Ryan mengatakan nya,setelah mendesak Rizal bersama bagas di kantor tadi,akhirnya ia mendapat jawaban tentang apa yang terjadi pada Alisha.Sebelum datang ke sini Ryan juga mengunjungi rumah sakit dimana davina masih dirawat walau tak menemuinya secara langsung.


" Reza ? " katakan ? " papi raja menatap Reza bak rlang siap menerkam mangsanya.


" Maaf pah ! " jangan katakan maaf ! " ujar papi Raja masih dengan manik mata yang hanya tertuju pada sang anak.


" Apakah wanita yang kamu agungkan ini masih kurang menerima dan mencintaimu ? " Reza tertunduk tangis itu keluar begitu menyayat.


" Apa yang kamu lakukan hingga membuat menantu kesayangan mami mu jadi begini ? " serunya.


" Om sudah,nanti om sakit ! " Vier mencoba menenangkan,ia memegang pundak sang om dan membawanya ke tempat duduk.


Semua orang di ruangan itu hanya diam,bagaimana hal ini bisa terjadi pada mereka bedua,Ryan juga tahu bagaimana pengorbanan Alisha untuk merubah seorang Reza.namun semua sudah terlanjur,semua yang sudah terjadi tak mungkin di kemabalikan seperti sedia kala.

__ADS_1


__ADS_2