
Pesta yang sangat meriah menyambut Vier dan Alisha setelah mereka masuk kedalam mansion tersebut.Para tamu yang terdiri dari model,pengusaha,artis kenamaan Ibu Kota serta para MUA dan desainer terkenal seperti Vier semua berbaur menjadi satu.
" Kak ? " iya sayang." Jawab sang suami.
" Banyak tamu terkenal ya ? ".
" Anggap saja mereka orang biasa." Jawab Vier singkat.
Vier tanpa mau menyapa yang lain,ia langsung mengajak Alisha menemui sang pemilik mansion yang juga bintanngnya acara itu.
" Selamat malam Nyonya Mustika Wijaya,selamat ulang tahun." Sapa Vier.
Wanita paruhbaya yang sedang mengobrol dengan seorang model itu langsung mengalihkan pandangannya.
" Oh,malam.Xavier Pratama." Sapanya dengan senyum tulus.
" Well,mana mami mu ? " kenapa dia selalu tak pernah datang jika aku undang,hem ! " Gimana kabarnya sayang ? " Ia cium pipi Vier sehingga membuat Alisha membulatkan matanya." Seakrab ini,sampe nanyain mami." Benak Alisha
" Tante kan sudah tahu,mami mana suka acara seperti ini."
" Ya dia enggak pernah berubah,sudah bertemu om dan tante mu ? "
" Mereka sudah datang ? " ya,mungkin tengah dengan para geng sosialitanya." Vier tersenyum.
" Berapa bulan sayang ? " Nyonya besar itu beralih ke Alisha.
" Sudah delapan ya kan sayang ? " Ujar Vier sembari mengusap perut buncit Alisha.
" Apa yang membuat mu mau dengannya ? " tante kira selamanya dia tidak akan menikah." lanjut nya.
Alisha hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Nyonya Mustika tanpa menjawab setiap detailnya.sedangkan Vier menggelengkan kepalanya,sahabat sang ibu ini selalu ceplas ceplos.
Jika mereka larut dalam obrolan akrab bak saudara lama yang telah bertemu kembali,lain halnya dengan Wanita seksi yang di campakan begitu saja oleh sang Nyonya besar.
" Cupu,mah cupu saja." Benak nya sambil berlalu.
Vier dan Alisha di persilahkan duduk oleh sang bintang acara,mengingat perut Aliaha uang sudah besar tak mungkik bisa berdiri terlalu lama.
Nyonya Subrata yang melihat Vier dan Alisha ada di salah satu meja pun mendatanginya.
" Kalian datang ? " Sapa nya namun tetap dengan posisi berdiri.
" Iya tante,tante sendiri atau..
" Jelas sendiri,mana mau Nadine datang setelah aib anaknya tersebar seperti itu." Sarkasnya,sambil menatap Alisha dengan lirikan matanya.
__ADS_1
Alisha yang mendapat tatapan sinis itu hanya bisa terdiam,namun Vier tetap menggenggam tangan Alisha mengisyaratkan jika semua akan baik baik saja.
" Jika tante mau bergabung lagi dengan mereka,silahkan." Vier menatap teman teman sang tante dengan senyum ramahnya.
" Kamu ngusir tante ! " Vier tersenyum.
" Vier tidak mau membuat istri Vier tidak nyamam dengan tatapan tante.jadi silahkan kembali kepada dunia tante yang mungkin kami ini tidak sepadan.
Ucapan Vier yang lugas membuat istri tuan Malik Subrata itu langsung merah padam menahan kesal,dan akhirnya ia membalikkan badannya kemabali kepada teman teman sosialitanya.
" Kakak kok gitu sih ? " Alisha khawatir jika Vier akan kena masalah nanti.
" Senyum sayang,istri om Malik memang selalu begitu.sudah biasa." Vier mengusap kepala Alisha mesra.
Apa yang Vier lakukan tak lepas dari pandangan wanita bergaun hitam dengan belahan dada yang hampir menumpahkan isinya itu.
" Cih,sok mesra." Sinisnya.
" Kenapa sih lo ?" ha nyesel kan lo setelah tahu dia seorang Pratama,dan keponakan dari pemilik Perusahaan properti itu.
" Cih biasa aja." Sungutnya.
Nadia dan teman teman nya dulu memang tidak mengetahui jika Vier adalah anak dari keluarga Pratama apa lagi keponakan dari Seorang tuan Malik Subrata.
Karena selama sekolah Vier yang notabene anak orang kaya justru lebih suka bergaul dengan anak anak kelas menengah kebawah yang pasti bisa sekolah di SMK nya itu dengan ketrampilan mumpuni.
.
.
Acara pemotongan kue dan tumpeng pun di mulai,sang Nyonya besar yang merupakan asli dari kota Solo selalu melengkapi setiap pestanya dengan tumpeng yang di buat cukup mewah.
Suami serta anak nya ikut mendampingi saat saat momen bersejarah itu sekaligus menjadi orang pertama yang memanjatkan doa untuk wanita paruhbaya itu.
" Kakak,Alisha mau pipis." Kehamilan di umur ini memang membuat Alisha sering sekali buang air kecil.
" Yuk,kakak anter ? " Alisha mengeleng.
" Al bisa sendiri,kakak disini saja bawain tas Al ya kak." Ya sudah tanya pelayan ya dimana toiletnya." Tutur Vier.
Alisha bergegas berdiri dan menuju para pelayang yang sedang berjejer rapi di stand makanan.
" Mbak,dimana toilet ya ? " Tanya Alisha kepada salah satu pelayan berseragam hitam itu.
" Ibu lurus masuk ke pintu itu,terus belok kiri." Alisha yang mengerti serta sudah tidak tahan langsung saja berjalan tanpa menyadari jika ada seseorang yang mengikutinya.
__ADS_1
Alisha merasa lega setelah selesai melakukan hajatnya,ia yang takut berada di toilet itu sendiri segera bergegas mencuci tangan dan kembali ketempat dimana suaminya berada.
" Hai ? "
" Allahuakbar.. !! " Alisha terkejut dengan sapaan wanita bergaun hitam yang berada di depan pintu kamar mandi.
" Ha hai ." Jawab Alisha sedikit terbata dengan salah satu tangannya tak lepas dari dadanya.
" Kamu istri Vier ? " Alisha mengangguk.Wanita itu mendekat ke arah Alisha dan memeperkenalkan dirinya.
" Kenalkan." Ujarnya sambil mengulurkan tangannya.Alisha yang berusaha bersikap sopan menyambut uluran tangan itu.
" Nadia Sofie,wanita yang dulu di puja oleh suamimu."Alisha mengernyitkan dahinya.
" Kaget ? " Wanita itu tertawa kecil.
" Aku enggak yakin jika Vier mencintaimu dengan tulus,karena setelah penolakanku,ia jadi gay kan.aku rasa itu menjadi bukti bahwa ia belum bisa melupakan aku wanita pertama yang ia cintai.
Selama Nadia bekerja di Milan,ia juga mengikuti semua berita gosip di indonesia.Dan di Surabaya kemarin merupakan pertemuan pertama ia dan Vier setelah beberapa tahun tak berjumpa.
" Lalu maksud nona bagaimana ? " Alisha mencoba tenang dan tak terprofokasi.
Nadia tersenyum meremehkan serta memandang perut buncit Alisha," aku yakin menikahimu hanya untuk menutupi kedok nya saja,atau mungkin sekedar untuk membuat aku percaya bahwa ia bisa move on dari ku.
Alisha mulai mencerna kemana arah obrolan wanita di depannya ini,tapi karena ia tak ingin ada keributan Alisha memilih diam tak mau menggubris perkataan Nadia.
" Kenapa diam ? " Tanya Nadia.
" Saya tidak ingin menjawab apapun,karena saya rasa pernyataan anda tentang suami saya sama sekali tak ada isi nya.
Nadia mengepalkan tangannya,ia kesal wanita di hadapannya ini tak mudah untuk di hasut.
" Kalau sudah tidak ada yang di bicarakan saya permisi."Alisha mulai melangkahkan kaki nya,tetapi...
" Hei ! " Nadia menarik tangan Alisha kencang hingga membuat Alisha yang tak siap oleng dan..
" Bruk !! " Alisha terjatuh.
" Sayang ! " teriak Vier.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
Halo Gengs....
Gimana masih stay kan ya...
__ADS_1
Tungguin lanjutannya besok ya...
👋👋👋