
Vier memeluk Alishanya erat serta mengusap pipi dan meniup niup nya seakan Alisha anak kecil,dan semua itu tak lepas dari pandangan semua orang yang ada disana.Mami Widya pun juga ikut menenangkan Alisha dengan memgusap usap punggungnya.
Bahkan Vier mencium pipi merah bekas lima jari itu beberapa kali dengan kelembutan sikap Vier.ia tak memperdulikan jika tatapan mata sang tante siap menerkamnya.Karena baginya kini hati Alisha dan senyum Alisha adalah yang paling penting untuknya.
" Jika tante menjadikan sikap Vier sebuah alasan untuk membandingkan ia dan Reza,tante salah besar.memang Vier pernah terjerumus,tapi asal kalian berdua tahu hatinya masih tetap lembut dan baik,seperti dulu.apakah kebiasaan kalian membully nya hingga kini tak berubah,jaman saja berubah ! " Sarkas Viana.
" Alisha,percaya mami Vier tidak tulus mencintaimu ? " Ujar mami Nadine ingin membuat Alisha goyah,dia pasti cuma manfaatin kamu agar citra nya baik dan terhindar dari berita berita miring itu ! " Buka mata kamu ! " Lanjutnya menggebu.
" Kak Nadine ! " Pekik sang adik Ipar.
" Cukup menjelekan Vier,kenapa dari dulu hingga sekarang Vier tak pernah baik di mata kalian,apa salahnya ! " Widya sang adik sudah hilang kendali.
" Salahnya dia lahir dengan bentuk seperti itu,ia tak pernah sama dengan Reza dan Ryan ! "Ucap nyonya Subrata sinis,Viana yang mendengar itu sudah mengepalkan tangannya,ingin sekali ku robek mulut wanita wanita ini." Benak nya menggerutu.
" Kak,boleh Al bicara ? " bisik nya di telinga Vier,Vierpun mengangguk.
Vier melepaskan pelukannya,sedangkan Alisha mulai berjalan mendekat ke arah para nyonya besar itu.
" Tante,anak anak akan selalu sempurna di mata orang tua mereka,sedangkan anak orang lain walau hanya satu titik saja kesalahannya sudah sangat buruk di mata orang tua yang lain,Al tahu bagaimana kak Vier dengan semua berita tentangnya,tapi tidak ada seorang lelaki paket komplit seperti dia.
" Dia,mencintai Alisha bukan karena Alisha tapi karena Allah,jika kak Vier mau,dia bisa saja menawarkan cintanya ketika Al sedang dalam kondisi goyah ketika tahu kenyataan Mas Reza menghianati Al.
Tapi dia,tidak pernah menawarkan itu,Justru dia memawarkan banyak bantuan ke Al,tanpa pamrih.
Alisha mulai berkaca kaca,ia sungguh sedih suaminya di pojokkan seperti itu.Vier pun menyeka titik air itu agar tak menetes jatuh ke lantai.
" Jika suami tante datang membawa hasil USG wanita lain,dan kenyataannya bahwa janin itu adalah miliknya,apa yang akan tante lakukan ? " Alisha menatap lembut ke arah Mami Nadine.
Mami Nadine menoleh ke arah Alisha dan menatapnya nyalang,apa maksud nya mengatakan jika suaminya seperti itu.
" Apa maksud mu ? " tanya nya.
" Jawab saja pertanyaam Alisha,gampang kan ! " Sarkas Vania
__ADS_1
Mami Nadine diam,karena dia tentu tak akan sanggup jika itu terjadi padanya,walau hanya sebuah insiden ' kecelakaan '.
" Ta pi,ka kamu bisa pertimbangkan Ghai kan,dia bisa memiliki ibu dan keluarga yang utuh ! " Mami Nadine beralasan,ia mengucapkannya dengan sedikit terbata.
" Yah,Alisha mungkin saja melakukan itu menjadi sosok peri yang akan di agung agungkan di keluarga Pratama,karena mau menerima anak orang lain,dan menutupi aib keluarga.
" Tapi apakah tante tak pernah berpikir bagaimana hati Alisha menjalani hari Alisha berpura pura baik,berpura pura mencintai suami bagai dewa,yang ternyata sudah menaruh racun di hati Alisha,yang bisa membunuh Alisha kapan pun ? " Ujar Alisha seolah bertanya.
" Maaf jika rasa kecewa Alisha lebih besar dari pada rasa cinta Alisha untuk mas Reza,maaf jika mungkin tante selalu menganggap Alisha bagai malaikat,namun nyatanya Al hanya manusia biasa.semua orang memiliki pilihan,jadi tolong hormati keputusan Al." Alisha langsut beringsut ke dekapan sang suami.
" Sudah jelas penjelasan Alisha kan ? " jadi bisa kan kalian pulang saja ! " Ujar mami Widya.
" Kamu ngusir kami ? " Nyonya Subrata tak terima.
Namun ibu dari Reza itu justru menarik pelan tangan sang Nyonya besar subrata mengisyaratkan untuk menyudahi semua ini.
" Baik kami akan pulang,tapi kami tak akan melupakan penghinaan ini ! " Nyonya Subrata menatap tajam sang Adik.
Kedua paruhbaya itu pun mulai beringsut berjalan menjauh menuju pintu untuk keluar dari kediaman sang adik.Sedangkan mami Widya langsung terduduk menarik nafasnya dalam dalam agar lebih tenang.
" Sayang kamu hebat ? " Bisa bungkam Kak Nadine seperti itu,terima kasih sudah membela Vier." Mami Widya sangat tulus mengucapkan itu.Alisha tersenyum menatap suaminya.
" Bagaiamana kak ? " Apa sudah cukup membuktikan bahawa Al tahan banting ? " Vier tersenyum ke arah Vania.
" Dia lebih kuat dari yang kakak kira," Ujar Vania.Cocok dengan mu," Lanjutnya.
Alisha menatap Vier,apa yang di maksud dengan tahan banting ?,Vier yang tahu jika sang istri bingung pun menjelaskan sebenarnya skenario ini sudah disusun oleh Vania.
Ia mengatakan pada Vier,lebih baik mengadakan siaran langsung dulu pada orang orang ' Besar ' itu sebelum melakukan pernyataan kepada wartawan.
Vania melakukan ini dengan maksud agar Alisha lebih percaya diri lagi mendampingi Vier sang adik.Karena bagaimanapun Kita hidup di apit dua keluarga yang cukup terkenal.bukan tubuh saja,namun mental yang kuat akan membantu untuk menangani apapun.
****
__ADS_1
Pagi hari di kediaman Reza masih dalam kondisi tenang,ia masih belum tahu kabar terbaru yang membuat keluarganya porak poranda.
" Tira sepertinya ada yang datang ! " Iya pak,saya buka pintu dulu." Reza mengangguk dan meneruskan suapan itu pada sang anak.
Cek lek
" Reza masih ada ? " Mami Nadine sudah tidak sabar
" Tira mengangguk,iya nyonya." Jawabnya.
" Reza ! " Serunya,hampir saja kelakuan sang oma itu membuat Ghai terlonjak karena suara yang menggelegar.
" Ada apa sih mi ! " Ghai kaget nih.namun tak seperti biasa mami Nadine tak memperdulikan sang cucu.
Reza yang paham jika ada hal penting yang akan di bicarakan sang ibupun,meminta Tira mengajak Ghai main di kamar yang khusus Reza sediakan untuk sang anak bermain.
" Ada apa mi ? " Tanya Reza santai.
" Kamu enggak tahu,atau pura pura enggak tahu ? " Reza mengernyit,tahu apa pura pura apa." Benaknya.
" Gosip jika Vier sudah menikah itu benar adanya,dan kami tahu siapa yang menjadi istrinya sekarang ? "
Perasaan Reza mulai tak nyaman,apakah yang ia duga adalah benar.Tidak,itu tidak mungkin.hatinya terus berbisik.
" Reza ! " pekik sang ibu.
" Kamu tahu ...
" Jangan katakan mi,Reza enggak mau dengar ! " Reza menutup kedua telinganya dan berjalan sedikit cepat menuju kamarnya.
" Reza ! " Mami Nadine terus memanggil sang anak hingga Reza masuk kedalam kamar.
" Kamu harus tahu kenyataannya,Reza ! " Mami Nadine Mengetuk pintu itu.Namun Reza tetap tak membukanya.
__ADS_1