
Disebuah ruang bersalin di salah satu Rumah Sakit dokter serta suster tengah mencoba menenangkan seorang wanita yang tengah menjerit bahkan ia juga terdengar mengumpat sesekali.
Bidan dan dokter yang membantunya pun di buat takjub dengan jeritan yang berpadu dengan kemarahan itu.mereka terlihat beberapa kali menepuk dada mereka karena terheran dengan wanita di depannya ini.
Beberapa jam lalu ia yang sedang berkhayal menjadi menantu keluarga ternama itu tiba tiba merasakan kram pada perut bawahnya,tak lama setelah itu ia juga merasakan perutnya sangat kencang dan sakit yang terus bertambah.
Bukan nya berpasrah pada tuhannya ia justru mengumpat,dan memaki yang ada di perutnya.ini memang belum jadwalnya ia melahirkan,karena satu minggu yang lalu dokter mengatakan masih 3 minggu lagi waktu HPL nya.
Sepuluh menit kemudian Setelah ia menghubungi seseorang datang lah pria lengkap dengan setelan jasnya sedikit berlari memasuki rumah itu,sedangkan calon ayah si bayi belum ia beri tahu.
" Tolong bu jangan berteriak." dokter mengingatkan karena bagaimana pun wanita ini memiliki riwayat tekanan darah yang tinggi beberapa waktu lalu.
" Dokter,ini sakit ! " pekiknya.
" Sabar ya bu." ujar salah satu suster.
" Keluarin dia dokter,dia menyiksaku ! " teriaknya.
Tap Tap Tap
Derap suara langkah sepasang suami istri membuat beberapa orang yang berada di koridor menoleh ke arah mereka,karena wajah mereka bagai sedang mengalami sebuah duka.
" Zal ? " gimana ? " tanya Alisha.Reza yang mendapat telpon dari Rizal soal Davina yang tiba tiba kram dan berada di rumah sakit langsung membangunkan sang istri untuk ikut ia ke Rumah Sakit.
" Gak tahu bu." Rizal menggeleng.
" Itu kok ! " suara teriakan Zal ! " Alisha sedikit kawatir,karena yang ia tahu dari sang suami bahwa Davina akan melahirkan bulan depan bukan bulan ini.
" Saya juga gak tahu bu,setibanya disana Nona Davina sudah duduk di bawah lantai dengan teriakan yang cukup membuat para tetangga terusik." ujarnya.
Cek lek
" Siapa suami atau walinya ? " tanya perawat yang keluar.
" Kami ! " Alisha menarik lengan Reza untuk menghadap sang dokter.
" Bayi ibu Davina sungsang,tekanan darahnya cukup tinggi jadi kami akan melakukan tindakan darurat.tolong lengkapi semua persyaratan dan tanda tangan di setiap tanda yang kami lingkari ya."Alisha mengambil kertas kertas itu dan membacanya dengan seksama.
" Mas tanda tangan ! " Reza hanya menoleh namun tak mengambil pulpen itu.
__ADS_1
" Mas ! " ini darurat lo ! " Alisha mencoba merayu.Reza akhirnya mengambil pulpen itu dan membubuhkan tanda tangannya.
Setelah persyaratan di penuhi kini Davina di pindahkan ke ruang operasi,Reza dan Alisha pun menuju kesana sebagai wali Davina sedangkan Rizal mengurus administrasi dan tes selanjutnya.
Reza nampak tenang,bukan ia tak ingin anak itu namun karena memang ia tak antusias jika mengingat karena ia dan Alisha nya kini berada di ujung jalan karena permasalahan ini.
Beda dengan Reza,Alisha justru gugup ia takut terjadi sesuatu karena bagaimana pun yang ada di dalam sana adalah anak dari suaminya dan wanita itu adalah ibu yang akan melahirkan penerus keluarga Pratama,sebagaimana pun ia mengelak kenyataan itu tetap harus ia jalani.
" Mas,gak hubungi keluarga Davina di Jogja ? " tanya Al.
" Rizal sudah menghubungi Ayahnya beberapa minggu lalu sesuai keinginanmu,namun apa yang kami dapat ayahnya tak peduli." Reza mejawab dengan malas
" Tapi mas jika terjadi sesuatu gimana,Al takut ! " Alisha meremat kedua tangannya
" Kalau terjadi sesuatu mungkin sudah takdir mereka,mas sudah berusaha mengurusnya dengan semua fasilitas yang memadai,bahkan kebiasaan ia belanja melebihi kamu sayang,dasar tak tahu diri." ketus Reza.
" Tapi anak itu anak mu mas ! " jangan keterlaluan." Alisha tak setuju dengan pendapat Reza.
" Sudah ya.mas gak mau berdebat masalah ini lagi dengan mu,oke ! " Alisha hanya bisa menarik nafasnya pelan.
Satu jam berlalu namun masih belum ada tanda tanda dokter beserta jajarannya itu keluar dari ruang operasi.Alisha yang gugup menjadi cemas,ia mondar mandir takut terjadi sesuatu pada Davina,ia juga terus melantunkan doa untuk memohon yang terbaik kepada sang Maha Pencipta.
Cek lek
" Keluarga nyonya Davina ? " teriak salah satu suster.Alisha berjalan sedikit cepat.
" Gimana sus ? "
" Selamat anak nya laki laki,persisi ayahnya berat 3 kliogram dan panjang 52 cm ! " Reza menoleh mendengar penjelasan suster tersebut.
" Lalu bagaimana dengan ibunya ? "Tanya Alisha.
" Ibunya memang sempat kritis namun sekarang kondisinya stabil dan sedang di bersihkan,sebentar lagi akan kami antar kerawat inap.namun bayi nya masih harus di ruang perawatan bayi ya." tuturnya menjelaskan ke Alisha.
" Baik sus ! " Alhamdulillah." Benak Alisha,ia bersyukur semua sesuai apa yang seharusnya.
" Kamu kenapa bengong mas ? " Alisha terheran karena Reza hanya duduk dengan pandangan kosong.
" Tadi suster bilang mirip ayahnya kan ? " Alisha mengangguk.
__ADS_1
" Apa yang dia maksud adalah mas ? " ia bertanya pada Alisha,memastikan pendengarannya tidak salah.
" Seperti nya begitu,selamat ya mas.kamu jadi ayah ! " Alisha tersenyum.
" Aku memang mendapatkan sesuatu,tapi aku juga akan kehilangan sesuatu." batin Reza memandang Alisha yang tersenyum disampingnya.
" Bisakah aku kembali serakah sekarang! " lanjutnya dalam hati
***
Pagi menjelang,Davina yang masih dalam kondisi lemas masih belum kuat membuka matanya karena ia merasa bahwa tubuhnya bagai di jatuhkan dari ketinggian,tak bisa di bayangkan jika melahirkan sesakit ini pikirnya.
" Davina ? " panggil Alisha.
" Biarkan jika ia masih ingin tidur,kalo perlu selamanya." cicit Reza.
" Mas ! " geram Alisha.Davina yang lamat lamat mendengar kata kata Reza mengumpat kesal dalam hatinya.
" Klek " pintu dibuka oleh seorang suster dengan serta membawa kereta bayi di dalam tangannya.
" Selamat pagi ibu Davina ! "
" Masih belum respon banyak sus." tukas Alisha
" Gak apa nona,memang membutuhkan waktu dalam kondisi nyonya Davina ini." ujarnya
" Apa ini bayinya sus ? " tanya Alisha memandang takjub anak di dalam box bayi itu.
" Iya,apa tuan ini ayah nya ? " memandang ke arah Reza meneliti dengan seksama.
" Iya sus,dia ayahnya ! " Alisha yang menjawab.
Reza yang dalam posisi antara percaya atau tidak masih enggan melihat bayi laki laki yang katanya mirip dengannya itu.
" Mas kamu gak mau lihat ? " Tanya Alisha.
" Nona,ini takaran susu nya dan airnya ya ! " Alisha mengangguk.
" Saya permisi." Terima kasih suster.
__ADS_1
Alisha nampak antusias apa lagi anak laki laki itu benar benar mirip dengan ayahnya,tak ada satupun milik Davina yang menempel padanya.rambutnya sedikit coklat serta pipi yang merah,mirip dengan foto ketika Reza masih bayi yang pernah mami Nadine perlihatkan padanya.