
Rizal yang mengira Reza akan marah atau mengamuk padanya,nyatanya kini Reza masih tetap diam tak menyahut omongan Rizal sama sekali walau Rizal sudah mengakui segalanya.
Rizal terus bergumam dalam hatinya mengucapkan kata maaf kepada sang atasan yang kini lebih mirip seperti mayat hidup itu.
Terhitung sudah tiga hari Reza seperti itu,entah apa yang sebenarnya ada dalam benaknya.
Vier yang mengetahui kabar Reza dari Rizal setiap harinya mencoba untuk mencari jalan keluar,karena bagaimana pun keluarga besarnya kini tengah terseret dalam arus yang Reza buat.
Sedangkan di perusahaan,Ryan juga menjadi jubir dadakan untuk para awak media yang terus mencari keberadaan Reza serta meminta klarifikasi tentang benar atau tidaknya berita itu.
Ryan yang takut salah bicara,hanya mengatakan jika Reza masih membutuhkan sedikit waktu untuk bertemu para awak media.
Namun sayangnya para awak media itu seakan tidak sabar,mereka ingin Reza secepatnya mengklarifikasi berita itu dan menyatakan pernyataannya.
Tuan besar Subrata yang memgetahui kondisi ini bisa menyebabkan masalah juga untuk perusahaannya,secara pribadi dia memecat Reza sebagai Wakil CEO di perusahaan nya yang kini di pimpin oleh sang anak Ryan.
Ryan yang mengetahui kabar tersebut dari asisten sang ayah sangat terkejut,bahkan ia sampai memohon agar sang ayah mempertimbangkan keputusannya kembali.
Namun apalah daya,paruhbaya itu tetap tak bergeming,ia tetap melakukannya.
.
.
.
Malam hari di kediaman Ryan nampak riuh dengan keributan yang terjadi antar sahabat itu,Ryan dan juga sang istri tak tahu harus bersikap bagaimana.
Sedangkan sang nyonya besar hanya duduk dan sesekali menarik nafasnya karena ia tak bisa melakukan apapun walau Nadine ibu Reza meminta pertolongannya.
" Kenapa kamu pilih kasih Malik ! " Seru Raja.
" Pilih kasih pada siapa maksudmu ? " Tanya nya.
" Vier ! "
__ADS_1
Tuan Subrata yang tahu jika hal ini akan di ungkit oleh Raja,sudah menyiapkan jawaban nya yang akan membungkam mulut sahabat baiknya itu.
" Kenapa aku membantu Vier ? " selain dia keponakanku,ia juga tak bersalah,semua ini terjadi karena anakmu yang tak memiliki perhitungan sama sekali ! " Ujarnya dingin.
Tuan Raja,hanya memandang sahabatnya itu lemah,ia tahu bahwa dari awal yang mencari masalah memang anaknya sendiri.
Tapi apakah tidak ada lagi kesempatan untunya ? benaknya terus menacari pembenaran.
" Om Raja,sebaiknya om segera melakukan klarifikasi mengenai ini sebelum berita menyebar dengan bumbu bumbu yang lain,yang akan menambah masalah untuk Reza.apa lagi kondisi Reza sekarang sama sekali tak bisa di ajak kerjasama om." Ryan mencoba memberi arahan agar keributan ini tak terus berlanjut.
" Yah betul kata Ryan,klarifikasi dan semua beres.bagaimana pun ini semua Reza lakukan dengan sadar,ia yang menyulut api dari awal,jika ia terbakar sekarang itu sudah nasibnya."timpal tuan Malik.
Raja hanya bisa terduduk lemas,Reza adalah anak semata wayangnya,jika Reza sampai terguncang mental dan emosinya karena ini,siapa lagi yang akan ia harapkan di hari tuanya.ia mulai resah,sedangkan sang istri hanya bisa menangis di samping ibu Ryan yang terus mengusap punggungnya.
Jika disini penuh dengan diskusi rumit,lain halnya di kediaman adik malik,Widya.
Mereka justru tengah berbahagia dengan kehamilan sang menantu,keluarga Alisha yang datang berkunjung pun memilih tinggal lebih lama karena Alisha merengek agar mereka tetap disini sampai ia merasa lebih baik.
Namun karena Tuan Wisma memiliki beberapa agenda yang mengharuskan kedatangannya memilih untuk lebih dulu pulang ke Bandung sehari setelah Alisha di rawat di rumah sakit.
Alisha menggaruk kepalanya dan sedikit berpikir," enggak ada kak,atau mungkin belum." Ujarnya.
" Padahal trimester pertama mau habis loh,kamu juga udah telat 1 bulan kok bisa enggak tahu sih ? " Alisha nyengir karena memang ia tak paham.
Ia pikir rasa mual nya di pagi hari serta rasa tak nyaman di perut bawahnya adalah akibat dari telat datangnya jadwal menstruasi nya,Alisha sama sekali tak terpikir jika ia sudah dalam kondisi berbadan dua.
" Baby ! " panggil Vier dari arah tangga.Vier menuruni anak tangga itu dan turun menuju dapur.
" Kenapa kak ? " Vier mendekat dan mencium pucuk kepala sang istri," kekamar sebentar yuk ada yang mau kakak bicarakan.
Alisha langsung menoleh ke arah Anisa." Kak Al kekamar dulu ya ? " Anisa mengangguk.
Vier dan Alisha berjalan beriringan menuju kamar mereka di lantai atas dengan tangan Vier yang berada di pinggang sang istri.( mesra uy)
" Ada apa kak ? "
__ADS_1
Vier menarik sedikit nafasnya sebelum mengatakan hal yang cukup serius ini." Maukah kamu menjenguk Reza ? "
Alisha mengernyitkan dahinya," Mas Reza sakit ? " Tanya Alisha.
Vier bingung,bagaimana menjelaskan kondisi Reza pada Alisha,ia tak tahu kalimat apa yang bisa menggambarkan keadaan Reza saat ini." Reza enggak sakit sayang,tapi ia butuh dukunganmu sepertinya."
" Dukungan untuk apa kak ! " Kakak ini ada ada saja." Alisha tertawa.
Vier sebenarnya tak ingin lagi jika Alisha terlibat dengan urusan yang menyangkut seorang Reza.namun apa boleh dikata,Rizal sangat memohon padanya agar mempertemukan Reza dengan Alisha walau hanya satu kali.
Karena Rizal berpikir hanya Alisha dalam kondisi nyata yang bisa membangunkan khayalan Reza saat ini.
" Sayang,Reza sedang terguncang." Vier melanjutkan pembicaraannya.
" Terguncang karena apa,apa karena masalah yang sekarang heboh itu ? " seharusnya dia enggak terguncang kak seharus nya ia marah marah atau sedang mengumpat dengan segala kekesalannya.
Alisha menyenderkan tubuhnya ke kepala ranjang,dan menaikan kakinya diatas bantal guling.
" Jika seperti itu mungkin lebih baik sayang,tapi kenyataannya tidak seperti itu.Setelah Davina meminta bantuan ayahnya untuk membuat berita ini,ia akan pergi ke malaysia untuk ikut ibu dan ayah tirinya dan tidak akan kembali kesini,jika Reza dalam kondisi yang tidak baik,lalu bagaimana dengan Ghai,sayang ? "
Alisha terdiam.ia tahu dari semua hal yang terjadi saat ini Ghai lah yang akan menjadi korban.
" Lalu apa yang bisa Al lakukan ? "
" Besok pagi kita ke apartemen Reza,jenguk dia ya ? "
" Tapi kakak janji,enggak ninggalin aku sendirian sama Mas Reza ya ? "
" Kakak janji,kakak enggak akan ninggalin kamu sama si kecil ini," Vier mencium perut Alisha dan mengusapnya.
" Bagaimana apa masih keluar flek nya ? " sepertinya enggak kak," Jawab Alisha.
" Tadi kakak cuci dalaman kamu sepertinya masih ada sisa flek nya sedikit,jangan melakukan apa apa dulu,minta kakak atau Mar jika butuh sesuatu ya ? " Alisha tersenyum ia senderkan kepalanya didada Vier,ia membayangkan jika sekarang ia bersama Reza apakah ia akan diperlakukan seperti ini.
...💙💙💙💙💙💙💙...
__ADS_1