
Hari senin,hari dimana sebagian orang selalu mengeluh tentang hari ini,ah udah senin lagi,aduh senin,dan lain sebagainya.
Begitu pun Vier hari ini,ia mengeluh namun bukan karena hari nya tetapi karena ia harus melakukan perjalanan ke Surabaya untuk menghadiri peragaan busana yang diadakan oleh salah satu temannya.
Vier yang mendapatkan undangan secara exclusive,mau tak mau harus berangkat demi menghormati sang teman.Acara yang akan diadakan siang hari mengharuskan Vier harus berangkat pagi ini.
Alisha sang istri yang melihat sang suami mengekorinya sedikit bingung,seharusnya ia yang rewel karena di tinggal suami pergi,namun ini sebaliknya.
" Kak,udah ih ! " di lihat tuh kopernya,ada yang ketinggalan apa enggak." Alisha kesal.
" Sayang" Alisha menghela nafasnya panjang,dari semalam kak Vier manjanya bukan main," gerutnya.
" Kakak sayang,acaranya kan cuma hari ini sama besok,lusa juga sudah pulang,jadi apa yang bikin begini sih ? "
" Tapi janji,jangan jauh jauh sama ponselnya."Vier memeluk Alisha posesif.
Alisha mengernyit,ya kali itu ponsel sampe harus dibawa ke kamar mandi juga.suaminya ini ada ada saja.
" Tok tok "
Vier yang mendengar suara ketukan pintu langsung beranjak dari atas ranjang dan melepaskan pelukannya.
" Ah,lega." Alisha tertawa kecil Vier melepaskan pelukannya.
Zayyan sang asisten sudah berdiri di depan pintu dengan cengiran khasnya.
" Sudah jam 7 bos,kita harus berangkat sekarang jika tidak ingin ketinggalan pesawat."Ujarnya,karena sang bos ternyata belum mengganti bajunya.
" Tunggu di bawah." pinta Vier." Zayyan hanya mengangguk kecil,karena melihat ekspresi sang bos yang tak bersahabat.
Vier kembali menutup pintu dan meraih baju yang sudah Alisha siapkan.ia memakai pakaiannnya,serta merapikan sedikit rambutnya,ia berdiri didepan kaca namun matanya tak lepas dari pandanngannya kepada sang istri.
" Kakak hati hati,nanti kalau ponsel Al enggak bisa di hubungi,telpon mami atau hubungi ke telpon rumah."Alisha memeluk suami lembutnya itu dari belakang.
Vier resapi tiap sentuhan sang istri,karena dua hari ini ia akan tidur sendiri tanpa memeluk Alishanya.sungguh ia sangat gundah.
.
.
__ADS_1
.
" Dah kakak,hati hati ! " Alisha melambaikan tangannya sampai mobil zayyan hilang dari pandangannya.
Alisha terseyum lucu,jika mengingat tingkah sang suami bagai anak yang akan di tinggalkan ibunya,ia yang seharusnya merajuk,namun justru Vier yang rewel dari semalam.
" Alisha "
Seorang wanita memanggilnya pelan dari luar pintu gerbang.Alisha yang masih sangat mengenal suara itu menoleh perlahan.
" Davina." Ucap nya lirih.
" Apa aku boleh masuk ? " Davina sedikit memohon.
Alisha yang melihat mata Davina akan syarat memohon tak tega,ia melangkahkan kaki nya mendekat ke pintu gerbang dan kembali membukanya.
" Masuk lah." Davina masuk dengan raut wajah sendu dan sedikit lelah.
Alisha membawa Davina masuk kedalam rumah dan membawanya langsung keruang tengah,di mana sang ibu mertua tengah melihat siaran televisi.
" Mami." panggil Alisha.mami Widya menoleh,ia mengernyit melihat Alisha membawa seseorang,tapi setelahnya kedua mata nya membola,terkejut.
" Davina ! " Ujarnya.
" Silahkan duduk Davina." Alisha mempersilahkan Davina duduk walau sebenarnya situasi ini sungguh sangat canggung bagi Alisha.
" Kamu bukannya di Malaysia Dav ? " tanya mami Widya.
" Iya tan,Davina mencuri waktu untuk melihat kondisi Ghai dan Reza.
Alisha dan ibu mertuanya saling pandang," mencuri waktu ? " batin keduanya.
" Satu minggu lalu,saya menghubungi Rizal untuk menanyakan kondisi Reza dan Ghai,saya tidak tahu jika apa yang saya lakukan bisa membuat Reza seperti itu,dan saya juga membuat Ghai kehilangan kasih sayang kedua orangtuanya sekaligus.
Davina mengatakan itu semua dengan kepala tertunduk,ia merasa bersalah.keputusan sepihaknya ternyata membuat sang anak harus menjadi korban.
" Apa kah orangtuamu tahu kamu datang ke Jakarta ? " tanya mami Widya.
Davina menggeleng," saya kabur dari rumah ibu saya tan,karena saya tak di beri ijin oleh ayah untuk berkunjung kesini.Sebenarnya memang itu sudah menjadi kesepakatan saya dengan ayah,setelah ayah membantu saya untuk menyebarkan berita itu ke media,ayah yang tak ingin menjadi bulan-bulanan media,meminta saya untuk langsung ikut ibu,dan tak di ijinkan datang ke Indonesia lagi.
__ADS_1
" Lalu apa tidak bahaya bagi kamu jika ayah mengetahui ini ? "
Davina tertawa kecil," mungkin saya akan diseret kembali ke rumah di Jogja dan di kurung selamanya.Karena bagaimana pun saya sudah mencoreng nama baik ayah saya dan membuat usaha nya rugi.
" Jadi,ada apa kamu kesini ? " tanya Alisha.
" Bisakah aku meminta tolong,apa kamu mau menjadi ibu sambung untuk Ghai,karena aku dengar dari Rizal tante Nadine tak pernah mau mengurus Ghai secara langsung,semua Tira yang melakukannya." Ujarnya.
Alisha tertegun,menjadi ibu sambung dari anak mantan suami dan wanita yang pernah menghancurkan perikahannya,tak pernah terbesit walau hanya sekejap.
Ia memang menyayangi anak itu,namun jika untuk menjadi ibu sambung nya,Alisha tak pernah memikirkan itu dari awal hingga sekarang.
" Alisha ? " Sang ibu mengusap telapak tangan menantunya.
" Aku enggak tahu Dav,aku memang menyayangi Ghai,tapi jika untuk mengurusnya dan menjadi ibu dalam konteks yang sebenarnya,aku tidak tahu sanggup apa tidak." tutur Alisha.
Karena bagi Alisha,walau Ghai merupakan keponakannya sekarang,tapi ia tetap anak mantan suaminya.Alisha takut jika suatu saat akan menimbulkan masalah yang sama.
" Tolong ! " jika aku bisa memperbaiki ini dengan caraku,aku akan melakukannya,tapi pada kenyataannya aku tak bisa.Keadaan tak pernah mendukungku Al,jadi aku memintamu secara langsung.Aku yakin tante Nadine pasti akan memberikan Ghai jika kamu yang meminta,dan aku juga yakin Reza pasti setuju dengan hal ini.
Alisha menghela nafasnya,ia benar benar tidak tahu langkah apa yang harus ia ambil.disisi lain ia juga sangat kasian dengan balita itu namun jika mengingat ia adalah anak mantan suaminya,ia menjadi tak bersemangat.
" Aku akan bicarkan ini dengan kak Vier dulu,jadi apa kamu bisa menunggu,karena bagaimana pun hal ini harus di bicarakan dengan seluruh keluarga." Alisha menoleh ke arah ibu mertuanya.
" Iya dav,Alisha benar." tante harap kamu bisa bersabar." sambungnya.
Davina mengangguk," aku tunggu kabarnya,aku harap kamu bersedia Al." Alisha hanya bisa tersenyum seadanya menanggapi perkataan Davina.
Setelah pokok perbincangan itu selesai,Davina pamit.Ia mengatakan akan menunggu hingga satu minggu kedepan.
" Semoga kamu bersedia,jika Ghai di asuh oleh tante Nadine aku yakin suatu saat anak itu akan benar benar melupakanku." gumam Davina memandang pintu gerbang yang tertutup itu.
...🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎...
Maaf jika ceritaku sedikit membosankan...😔😔
Aku sedih,kemarin ada yang unfav 😭😭
Untuk yang masih setia,thanks bangeettt...🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya,terima kasih untuk hadiah,like,komen serta Vote kalian itu semua membuatku lebih semangat lagi...😊😊
Thanks a lot Guys...I Lope you pulll.....