
Balada buah sirsak yang diminta Alisha langsung dari pohonnya,akhirnya membuat heboh satu kampung yang berada bersebelahan dengan komplek dimana mami Widya tinggal.
Vier sang disainer terkenal ditemani Mariani sang asisten rumah tangga menjadi bulan bulanan para ibu ibu yang memang mengenal Vier di layar kaca atau di sosial media.
Niat awal mencari buah sirsak pun harus kandas karena terganti dengan jumpa fans dadakan.
" Ibu ibu,satu satu atuh minta fotonya." Mariani mencoba menengahi para ibu ibu yang saling dorong karena ingin mendapat giliran berfoto dengan Vier.
" Kok kita baru tahu ya,mas Vier tinggal di komolek sebelah ? " Ucap salah satu Wanita paruhbaya yang ikut dalam sesi desak desakan itu.
" Mas Vier ganteng banget sih,cantik juga.ya ampun bulu mata sama rambutnya bisa selebat ini ya." Ujar salah satunya lagi.
" Iya karena dirawat ibu ibu,besok bisa datang ke butik saya,disana ada salon nya,ibu ibu bisa perawatan disana." Jawab Vier sekenanya." Ya tuhan,rusak rambut aku." Vier menangis dalam hati karena beberapa kali rambutnya tertarik bahkan ada yang sengaja membelai karena penasaran dengan rambut berkilaunya itu.
Mariani yang lelah berteriak,memilih duduk di trotoar jalan kampung yang sudah dipasang paving itu." Biar lah urusan mas Vier,Mariani capek." lirihnya.
Hampir dua jam Vier melayani para ibu ibu itu,Ia lelah,buah tak dapat justru ia harus mengkocek sakunya dalam untuk promosi yang tak sengaja keluar dari mulutnya tadi.
Namun ketika ia ingin menjalankan motornya ada salah satu ibu ibu yang kembali meneriakinya.
" Mas Vier ! " Vier dan Mariani menoleh kebelakang.
" Ini buah sirsaknya,tadi mau cari ini kan ? " ibu paruh baya itu memberikan buah sirsak matang yang masih fres dan masih ada sedikit debu karena baru di petik.
" Ya allah,Rezaki anak." Vier berseru.sedangkan Mariani menepuk dadanya lega.tak sia sia rambut kusut bahkan keringat sampai bercucuran hingga membasahi kemeja yang Vier kenakan.
Vier melajukan motornya setelah mengucapkan beribu terima kasih kepada ibu ibu itu,jika rezeki memang tak kemana,walau harus sedikit berjibaku untuk mendapatkannya.
.
.
.
" Ya Allah Vier,kamu dari mana sih ? " kok acak acakan begini." Mami Widya yang datang dari arah tangga terkejut melihat anaknya yang selalu tampan paripurna itu bagaikan gembel.
" Alisha mana mih ? " tanya Vier semabri merapikan rambutnya yang ah sudahlah.
__ADS_1
" Ini lah perjuangan calon ayah demi si jabang bayi bu." Mariani menghempaskan tubuhnya di kursi ruang makan dan langsung menenggak air putih yang tersedia di meja." Mami Widya hanya menggelengkan kepalanya dan terkikik.
" Alisha mana mi ? " Ulang Vier.
" Barusan solat Ashar,sekarang lagi dengerin murottal tuh di kamar mami habis bawain susu.
Vier langsung melangkahkan kaki nya menuju tangga karena ingin segera memberi tahu sang istri jika ia mendapatkan buah tersebut.
Cek lek
" Sayang ? " panggilnya.
Alisha yang sedang duduk di balkon kamar berdiri untuk menyambut sang suami,ia langkah kan kakinya dan..
" Ha ha ! " ya ampun kakak habis ngapain ? " kok begini ? " Alisha terbahak melihat penampilan sang suami.
" Vier hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal."
" Mandi dulu gih,muka cemong semua,rambut kaya habis disasak gitu." Alisha langsung mengambilkan handuk untuk suami tercintanya itu mandi.
Alisha melangkahkan kaki nya menuju lemari untuk menyiapkan baju untuk suami tercintanya dan menunggu di atas ranjang sampai suaminya selesai.
.
.
.
" Sayang ! " Vier keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang menutupi bawah tubuhnya.Alisha yang sigap walau perutnya sudah sangat besar tetap bangun dari duduknya dan membantu sang suami memakai pakaiannya.
" Buah sirsak nya kakak sudah dapat,mau di apain ? "
" Emm...tadi sih Al maunya buat jus saja,tapi sekarang udah enggak pengen kak,kenyang habis minum susu di bawain mami tadi.
Vier lemas,tubuhnya bagai tak bertulang.buah yang di bayar dengan perawatan komplit di salonnya itu sudah tak lagi berharga bagi sang istri.Dunia nya runtuh seketika.
" Kakak kenapa,kok manyun sih ? " Alisha yang telah selesai mengancingkan baju berkerah di tubuh sang suami,menengadahkan kepalanya.
__ADS_1
Vier tak menjawab,namun ia tatap sang istri intens.ia melihat mata bulat itu dalam,ia usap surai sebahu itu pelan dan mengecup lama kening istri tercintanya.
" Kakak enggak apa apa." Jawab Vier.
Alisha tersenyum,ia peluk tubuh itu dan ia rasai tiap harum yang menguar dari dalam tubuh sang suami.
" Nanti disimpan saja buahnya,besok bisa di buat campuran untuk es krim kak." Alisha mengerti jika keadaan suaminya ketika pulang tadi seperti itu pasti demi mencarikan apa yang ia mau,bukan ia egois,namun terkadang keinginannya memang hanya sesaat.
" Benar,kamu pintar." Vier tersenyum,ia kecup lembut bibir merah sang istri dan sedikit menjelajahinya,Alisha yang terbuai ikut larut dalam tempo yang Vier berikan.
***
Malam menjelang.
Kini keluarga sedikit besar itu tengah berkumpul di ruang makan untuk melahap masakan yang Mariani buat untuk makan malam mereka.
Mami Widya tak pernah menyisihkan makanan untuk Mariani,karena Mariani selalu ikut makan bersama mereka,di semua waktu.
Namun terkadang Mariani lebih suka makan sendiri di dapur dengan lauk yang ia buat sendiri.
Lauk sederhana yang selalu mengingatkannya pada sang ibu yang kini tengah berada di kampungnya.
" Al,mih.tadi tante Nadine menghubungi Vier,katanya kapan bisa datang ke kediaman mereka untuk jenguk Ghai lagi." Ujar Vier.
Alisha terdiam,ia bukan tidak mau sering sering menjenguk anak itu,namun Alisha masih merasa bersalah karena ia merasa Reza yang masih dalam perawatan dokter itu adalah akibat dari ulahnya.
Ia selalu merasa sedih jika melihat Ghai yang lebih banyak di asuh Tira daripada kedua orangtuanya.sedangkan Davina juga tak pernah memberi kabar kepada keluarga Pratama mengenai keberadaan dirinya.
" Kenapa sayang ? " tanya sang ibu.
" Enggak apa apa mih,hanya saja Al masih merasa bahwa gara gara Al Ghai jauh dari kedua orangtuanya." Ujar Alisha sendu ia pun meletakkan sendok yang ia pegang.
Vier sangat tahu perasaan sang istri namun ia juga sudah berjanji dengan Reza untuk mendekatkan Alisha dengan balita itu.karena Reza ingin Ghai mendapat kasih sayang dari seorang ibu yang tentu hatinya pasti tulus,seperti Alisha.
" Jangan katakan itu lagi ya,semua sudah berlalu dan mungkin memang jalannya sudah seperti ini sayang," Vier mengenggam lembut tangan sang istri.
...🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡...
__ADS_1