
Setelah perjalanan yang cukup melelahkan,sampailah Alisha di bandung.kota dimana sang kakak tinggal,dan sekaligus menjadi tempat ia pertama kali sah menjadi seorang istri,beberapa waktu lalu.
" Puk "
Tepukan lembut seseorang membuat Alisha menoleh ke samping.ia mendongak dan tersenyum setelah melihat wanita cantik menggendong anak balita yang tak lain adalah sang kakak.
" Kakak kangen ! " Anisa memeluk erat sang adik hingga membuat balita kecil itu merengek.
" Kakak,anakmu ke genjet ! " Anisa langsung melepas pelukannya.dan tertawa.
" Hai Al ? " Sapa praja kakak iparnya.
" Hai kak ? " Alisha mengambil telapak tangan itu menyalami Praja.
Setelah temu kangen singkat itu,Praja sang kakak ipar menyarankan dua wanita itu untuk segera pulang dan melanjutkan sesi obrolan di rumah,mengingat mereka membawa si kecil dan ini sudah cukup malam.
Alisha di sambut sangat baik oleh kedua mertua sang kakak,bahkan ibu mertu sang kakak menangis jika mengingat rumah ini menjadi tempatnya menikahkan Alisha.
Alisha ikut trenyuh,karena keluarga sang kakak sangat mendukung semua hal yang ia putuskan,dari masalah menikah hingga perpisahaannya.
" Kamu baik baik saja kan nak ? " tanya tuan Wisma.
" Al baik kok yah,terima kasih selama ini selalu dukung Alisha." ujarnya sendu.
" Jangan katakan terima kasih,kamu juga anak kami sama dengan Anisa." Anisa mengangguk.
" Tinggalah disini sementara waktu jangan buru buru pulang ke solo ya ? " ujar ibu mertua Anisa.
" Inshaallah bu Al gak bisa janji,karena Al juga gak mungkin lama lama ninggalin toko Al,maklum toko baru jadi masih perlu perjuangan sedikit keras agar bisa lebih baik lagi.
" Lalu toko mu bagaimana,jika kamu tinggal kesini ? " tanya Tuan Wisma.
" Al ada dua karyawan yang sudah ikut Al dari awal merintis toko itu,dan sekarang mereka sudah cukup mengerti tentang keuangan serta masalah yang lain." Alhamdulillah kalau begitu." tutur tuan Wisma.
Obrolan itu mengalir begitu saja,hingga tanpa mereka sadari waktu sudah menunjukkan tengah malam,ibu mertua Anisa pun meminta Al berisitirahat dahulu dan melanjutkan obrolan itu esok hari.
*****
__ADS_1
Gerimis menghiasi pagi Alisha di kota Bandung,Alisha yang sengaja bangun pagi karena ingin jalan jalan pun mengurungkan niatnya,dari arah depan ia menuju ke dapur untuk melihat ibu mutia mertua sang kakak memasak untuk melihat apa ada yang bisa ia bantu.
Harum masakan langsung menyeruak masuk ke indera penciuman Alisha sesampainya di dapur,ia mendekati ibu mutia dan menyapanya.
" Pagi bu ! " Alisha memegang pundak ibu mutia lembut.
" Loh,gak jadi jalan jalan Al ? " gerimis." Ujar Alisha.
" Apa yang bisa Al bantu ? " Lanjutnya.
" Kamu duduk saja,ini sudah selesai." Ujarnya,Alisha pun mengambil mangkuk di rak piring dan menyerahkannya kepada sang ibu.
" Makasih sayang ! " Bu Mutia mengambil mangkuk itu dan menaruh cumi Asin sambal hijau itu kedalam nya.
" Em mas Praja biasa berangkat jam berapa bu ? "
" Seperti biasa jam tujuh sayang,mungkin sekarang sedang bersiap.Ada apa Alisha ? " Apa ada yang penting dengan Praja ? "
" Em Alisha ingin bicara dengan semua nya bu,Al ingin meminta pendapat kalian." ibu Mutia mengerutkan dahinya,ada apa benak nya.
Alisha yang merasa canggung akhirnya memanggil sang kakak terlebih dahulu agar ia memiliki keberanian untuk mengutarakan isi hati dan kegundahannya,berharap mendapat jawaban yang pas.
Sang kakak yang sedang menyusui sang anak pun terpaksa bangun dan keluar kamar membawa serta si kecil.
" Ada apa nak ? " Tanya tuan Wisma setelah mereka semua berkumpul dengan pandangan sang kakak tak lepas dari Alisha.
" Khem ! " Alisha ...
" Kenapa ? " Tanya Praja penuh selidik.
" Kak Anisa tahu kan sepupu mas Reza yang jadi desainer itu ? " Anisa mengangguk,sejurus kemudian ibu mutia mengatakan sesuatu yang cukup membuat dua pria itu tercengang.
" Yang di kabarkan punya kekasih sesama jenis itu ? " Tuan Wisma dan Praja langsung tersedak kopi mereka.
" Uhuk..uhuk...! " Ya ampun bu,kalau ngomong yang bener ! " Tuan Wisma mengusap lelehan kopi itu di bibirnya.
" Masa iya sih,Reza punya sepupu yang begitu ? " Praja mengucapkannya dengan nada sedikit rendah,sembari menepuk nepuk dada nya.
__ADS_1
Allahu akbar aku baru bilang sedikit tentang kak Vier mereka sudah bereaksi begini,bagaimana jika aku mengatakan kalau kak Vier ingin meminangku ? " Alisha terus meremat kedua tangannya dan bergumam dalam hati.
" Teruskan Alisha ! " Anisa meminta sang adik meneruskan kata kata nya.
" Kak Vi er me meminta Alisha untuk menjadi is istrinya kak ! "
Hening....
Semua terdiam,mereka terpaku menatap Alisha,apa kah Alisha sedang dalam kondisi putus asa sehingga mau di pinang oleh pria setengah wanita itu ? " benak ibu Mutia,sedangkan tuan Wisma dan Praja membayangkan jika Vier adalah pria yang seperti sang ibu jelaskan membuat mereka sedikit begidik.
" Kamu kalau mau bercanda jangan serius begitu dong mukanya Al ! " sang kakak mengira jika Alisha sedang bergurau.
" Ini serius kak ! " ujarnya.
Dalam sekejap,mata Anisa membola,bahkan tanpa sadar ia meremas paha sang suami yang ada disampingnya hingga membuat Praja meringis.
" Kamu sadar siapa dan bagaimana gosip tentangnya kan Al ? " Ibu Mutia berusaha membuat Alisha tersadar,namun sayangnya Alisha sudah lebih banyak mengetahui hal hal terkait dengan Vier.
" Al sadar bu,siapa dia bagaimana dia Al mengetahui segalanya.maka dari itu Al meminta pendapat kalian semua ? " Alisha melihat seluruh wajah wajah keheranan itu.
Tak lama,Tuan Wisma selaku kepala Rumah Tangga pun memeberikan pendapatnya,bahwa kita tidak boleh mengira ngira tentang status atau perkara seseorang,bahkan ia menjelaskan pada Alisha jika memang dia,Pria itu benar benar dalam niat yang baik,Tuan Wisma meminta nya segera datang ke bandung agar semuanya jelas serta bisa menilai sendiri setelah bertemu secara langsung.
Anisa yang tadinya meragukan pun ikut menyetujui saran dari sang ayah mertua,ia tak mau menilai seseorang jika belum bertemu secara langsung dengannya,dulu waktu dengan Reza Anisa pun bersikap sama,lagipun ia percaya sang adik pasti sudah sangat lama memikirkan masalah ini sebelum ia mengatakannya secara gamblang.
Alisha cukup lega,sang kakak beserta keluarganya mau menimang masalah ini dengan bijak tanpa melihat dari penampilan Vier atau gosip yang beredar.
Setelah perbincangan itu,Alisha langsung menghubungi Vier dan memintanya ke Bandung untuk bertemu sang kakak beserta keluarganya.Vier cukup terkejut,ia tak menyangka jika kabar yang ia tunggu lebih dari skedar bayangannya,Alisha benar benar memberinya kesempatan itu kepadanya.
"Mih ! " seru Vier yang baru saja tiba di rumah.
" Apa sih,berisik Vier ! " pulang tuh salam dulu,main teriak aja.
" Ada apa ? " Vier berlari menaiki tangga dan langsung memeluk sang ibu dan mencium pipinya.
" Sore ini kita ke bandung mih,mami masih ingat rumah mertua kakaknya Al kan ? " Mami Widya seketika mengangguk pelan.
" Mami bawa baju ganti,Vier sudah pesan hotel untuk tempat tinggal kita selama disana,Vier mau mandi dan siap siap." Vier langsung menuju kamarnya meninggalkan sang ibu dalam kebingungan.
__ADS_1