
Disebuah ruangan yang cukup luas Si pria cantik yang kini makin tampan dan gagah karena terlihat dari beberapa tonjolan otot di kedua lengannya,surai nya yang selalu ia biarkan panjang selalu menjadi ciri khasnya.
Pandangan nya lurus kedepan melihat sang asisten yang sedang menjelaskan tentang sebuah event yang akan di selenggarakan di kota pelajar bulan depan,event tahunan dalam pencarian bakat calon desainer masa depan ini selalu menjadi hal yang sangat penting bagi Vier,walau dia tak selalu ikut dalam penyelenggaraannya namun ia selalu di dapuk menjadi salah satu contoh desainer yang bertalenta.
Vier yang menjalani karirnya dari nol selalu menjadi contoh untuk para pemula di dunia fashion tersebut.di jakarta sendiri Vier selalu menjadi buah bibir karena kehebatannya dalam mendesain dan berbisnis,walau terkadang ia terseret kabar tak sedap karena penampilannya itu.
" Bagaimana bos ? " seperti biasa saya akan menunjuk karyawan yang berbakat untuk ikut.
" Gak zay ! " Zayyan mendongak.
" Maksudnya bos ? "
" Kali ini saya yang akan datang secara langsung ! " semua karyawan begitupun Zayyan menoleh menatap tak percaya,event ini berjalan sudah bertahun tahun namun tak sekalipun Vier mau datang langsung ketempat diadakannya acara,ia selalu meminta satu karyawan yang memang berbakat dalam dunia fashion untuk menjadi perwakilan yang akan datang bersama asisten Zayyan.
" Anda yakin bos ? " Vier mengangguk.
" Siapkan saja namun seperti biasa karyawan berbakat juga akan ikut di event ini ! "
" Yes ! " ucap salah satu karyawan Vier yang di tunjuk sebagai perwakilan.
" Kau senang danis ? " ujar Vier.
" Heee ! " Danis nyengir karena ketahuan.
" Senang bos,akhirnya bisa ikut dan nambah pengalaman ! " Vier mengangguk mendengarkan penjelasan Danis.
" Ya sudah,kita tutup saja rapat ini." Zayyan mengangguk.
***
Hujan membuat jalanan di berbagai tempat tergenang air,wanita berhijab yang sedang mengayuh sepedanya itu sedikit kuwalahan dengan aliran air yang cukup deras.terlihat beberapa kali ia berhenti karena batu batu yang larut kejalanan.sesekali ia juga membetulkan jas hujannya agar hijab nya tak terlalu basah.
" Assallamualaikum ! "
" Walaikum salam ! " jawab wanita paruhbaya itu.
" Kok gak nunggu hujannya reda to nduk ! " bude warti membantu Alisha membuka jas hujannya.
__ADS_1
" Kalau nunggu hujan reda bisa mahgrib sampe rumah bude." Alisha mengambil handuk yang tergantung di depan kamar mandi untuk mengusap wajahnya yang terkena air hujan.
" Kok sendiri bude,dimana juni dan juna ? " tanya Alisha yang tak melihat keponakan kembarnya itu.
" Mereka ada kerja kelompok di tempat gurunya,habis mahgrib katanya pulang." tukas bude warti.
Alisha yang mengerti langsung masuk ke dalam kamar dan mengambil baju ganti untuk segera mandi,karena sebentar lagi waktu menunjukan pukul 5.30.
Selepas mahgrib Alisha yang kini memiliki banyak waktu luang selalu mengaji menyelesaiakan lembar demi lembar kitab suci agamanya itu sampai khatam.
Seminggu sekali Alisha juga mengikuti kajian yang diselenggarakan di masjid tempat ia tinggal untuk menambah wawasan agamanya.
" Makan malam sendiri lagi ! " gumam Alisha,bude warti hanya akan di rumah Alisha sampai waktu isya saja selepas itu ia akan pulang kerumahnya sendiri.
" Ia menikmati makanan itu sembari mengingat kata kata linggar yang ingin ikut acara fashion di kota pelajar,linggar yang dari kalangan biasa tak mampu membayar biaya masuk yang cukup mahal," kalo untuk bazar sih gratis masuk mba,tapi untuk acara fashionnya harus bayar karena memang acara eksklusif." ujar linggar
" Apa aku diem diem beli tiket nya ya,sekalian ajak anak anak jalan jalan toh masih bulan depan." benak Alisha.
Tanpa menunggu lama Alisha membuka laptopnya dan melihat website event tersebut untuk memesan tiketnya.
" Widih,bener aja Linggar gak bisa beli tiketnya ! " Alisha melongo melihat tarif tiket yang ada di beranda web tersebut.
***
Malam yang indah,bintang berserakan di langit hingga memenuhi lembaran hitam itu,bahkan jika kita menghitungnya hingga ujung usia tak akan pernah ada habisnya.
Pria tampan blesteran itu kini hampir tiap malam ia gunakan untuk melamun jika sang anak sudah tidur,sejak sang mantan pergi ia membawa sang anak untuk tinggal bersamanya.
Walau sang ibu kandungnya melarang namun ia tetap memaksa dengan dalih secara hukum Ghaisan sudah menjadi anak angkat keluarga Pratama.
Reza yang tak ingin dan tak beniat menikahi Davina hingga satu tahun kepergian Alisha akhirnya meminta Papi dan Mami Nadine mengadopsi Ghaisan sebagai anak mereka.
Ia tak ingin berurusan terlalu banyak dengan wanita itu karena ia sudah mencium gelagat tak baik dari Davina,ia tak mau terjebak dua kali walau ia adalah ibu kandung dari sang anak.
" Apa kabar kamu disana sayang ? " Apa sekali saja kamu merindukanku ? " gumamnya.
" Apa masih ada kesempatan itu,maaf jika aku melanggar janjiku,aku tak bisa menggantikanmu dengan siapapun." Reza mengingat janjinya pada Alisha jika akan menikahi Davina secara sah agar sang anak memiliki orangtua yang utuh.
__ADS_1
Hingga kini Reza masih sendiri ia semakin menikmati kehidupan barunya sebagai duda beranak satu,baginya Ghaisan sudah lebih dari cukup untuk mengisi hari harinya,ia tak perlu seorang wanita karena baginya hanya Alisha lah wanitanya.
" papa ! " Ghaisan menangis terbangun karena sang papa tak ada disampingnya.Reza yang mendengar tangis sang anak langsung bangun dari duduknya sedikit memepercepat langkah.
" Hay sayang ! " kenapa bangun em ? " Reza langsung mengusap kepala Ghai lembut.
" ucu ! " Reza tertawa kecil,anak lelakinya ini sangat suka sekali dengan susu,jika tidak di alihkan Ghai bisa minum susu beberapa botol dalam satu waktu.
" Oke,papa buatkan ya.Ghao ikut ? " sang anak mengangguk kecil.
Reza dengan tlaten mengurus Ghai sendiri di apartemennya,karena Tira hanya akan datang ketika ia bekerja atau ia keluar kota.
Setelah membuat susu Reza langsung kembali ke kamar dan ikut mengarungi mimpi bersama sang anak tercinta.
***
" Mba Al ! " panggil Wati.
" Kenapa sih Wat ? " ujar linggar yang masih memegang sapu untuk membersihkan teras depan toko milik Alisha.
" Ini bukannya tiket buat acara fashion tahunan itu ! "Seru Wati,linggar yang mendengar seruan Wati langsung membuang sapunya dan masuk kedalam toko.
" Endi endi ? " Linggar langsung menyenggol pundak wati dengan tubuh tingginya.
" Biasa aja Linggar ! " Wati hampir terjatuh karena gerakan Linggar yang mendadak.
" Aarrgghh ! " Linggar memekik karena terkejut tak menyangka Alisha akan membelikan tiket dengan harga cukup mahal itu.
" Tapi ! " ucapan Linggar tertahan melihat jika tiket itu hanya dua.
" Opo ? " ujar wati.
" Memang dua bocah,mba gak ikut masuk nanti mba tunggu kalian sambil keliling kota pelajar." Alisha datang dari arah belakang membawa air mineral di tangannya.
" Kenapa mba ? " tanya Wati.
" Kalian yang masih muda,masih butuh banyak wawasan.kalo mba udah bosen ikut acara seperti itu,dulu mba waktu masih jadi sekretaris sering ikut acara besar,jadi sudah biasa gak kaget." ujarnya jumawa.
__ADS_1
" Wih,mba Alis sombong deh ! " ujar Linggar.
" Haha ! " Alisha tertawa di ikuti Wati dan Linggar.