
Belum selesai rasa pening kepalaku atas benturan bola tadi siang sekarang kelapaku terbentur pintu sungguh hari yang sial untuk kepalaku entah mengapa pak Chandra mampir kerumahku sehingga aku kaget dan tidak memperhatikan jalanku sehingga terjadilah tabrakan antar pintu dan kepalaku
" eh ada pak Chandra ada apa pak "
" hanya mampir saja bolehkan bapak mampir "
" tapi dirumah tidak ada orang pak "
" apa kamu bukan orang "
"maksud saya yang lainnya "
Ada apa dengan guruku yang satu ini apa dirinya sakit yang terbentur bukan kah kepalaku mengapa pak Chandra yang otaknya pindah beberapa cm
" bapak hanya ingin tahu keadaan kamu, apa kepalamu tidak sakit lagi "
" kepala saya baik-baik saja pak masih dalam posisi aman " aku menjawab dengan sedikit bumbu becanda
" siapa diluar Rari kenapa tidak disuruh masuk " ibuku keluar dari rumah dan melihat siapa yang datang
Aduh kenapa ibu keluar tadi kan aku bilangnya pada pak Chandra bahwa dirumah tidak ada orang selain aku
" maaf bu mengganggu saya Chandra wali kelas Rari, saya kesini mau tahu keadaan Rari tadi kepala nya kebentur bola "
" Astaga Rari itu guru kamu kenapa tidak langsung dipersilahkan masuk "
Ibu ku mempirsilahkan pak Chandra untuk masuk kerumah, ibuku memang orang sangat hangat dalam menerima tamu
" Rari bilang tadi ibu tidak ada dirumah jadi Rari tidak mempersilahkan saya masuk "
" aduh maafkan anak saya ya pak Chandra, Rari memang seperti itu anaknya mungkin dia takut membawa tamu masuk kerumah "
ibuku memberi penjelasan pada pak Chandra atas kelakuan ku yang tidak mempersilahkan pak Chandra
__ADS_1
Karena ibuku sosok ibu yang selalu ingin tahu tentang kegiatan anak nya disekolah ibu langsung mempertanyakan kelakuan ku seperti apa jika disekolah
" Rari disekolah gimana pak apa dia nakal jika nakal hukum saja pak " ibuku terlihat sangat antusias bertanya pada pak Chandra
" Rari anaknya baik bu hanya saja sedikit malas ikut jam pelajaran saya yaitu seni musik "
" Ya ampun Rari kamu ini kenapa "
Aku tidak bisa membela diriku kenapa juga dengan pak Chandra ini apa dirinya datang untuk membuatku diceramahi ibuku namun aku hanya bisa berkata maaf
" ya sudah ibu tinggal dulu ya ibu mau kedapur, Rari bersikap baik terhadap guru kamu "
" iya bu " sahutku sambil menatap ibuku yang sudah berjalan meninggalkan kami berdua
Aku menatap pak Chandra dengan tatapan sedikit kurang suka atas kedatangannya yang tak di undang
" saya baik-baik saja pak "
" apa kamu tidak ingin membuatkan bapak minuman "
" Assalamualaikum "
Terdengar suara salam diluar aku membukakan pintu ternyata Nata dan Alana ini gawat didalam ada pak Chandra aku yakin Nata pasti salah paham dan cemburu
" Eh kalian, ada apa " aku membukakan pintu untuk mereka berdua
" Ri itu seperti motor pak Chandra " tanya Nata sambil menunjuk kearah motor yang memang milik pak Chandra
Belum sempat aku berkata pak Chandra keluar aku melihat tatapan Nata begitu marah padaku dan langsung pergi meninggalkan rumahku begitu pula dengan Alana menyusul Nata
Aku tidak ingin ada kesalah pahaman lagi dan aku ingin menjelaskan pada Nata aku langsung lari menyusul Nata namun pak Chandra terlihat bingung tapi tetap mengikutiku dari belakang
" Nata dengar dulu kenapa kamu lari "
__ADS_1
" untuk apa aku mendengar alasan dari orang munafik "
pak Chandra yang melihat kami berseteru kebingungan matanya seakan bertanya-tanya akan kejadian yang sedang dilihatnya
" Kau sebenarnya juga sukakan dengan pak Chandra jika tidak mengapa pak Chandra ada dirumahmu, kamu memang teman terburuk Rari menusuk dari belakang "
" Aku bisa menjelaskan Nata coba dengar dulu "
" plaak " Nata menamparku aku berdiri kaku temanku menamparku hanya karena seorang lelaki tak terasa air mataku terjatuh bukan karena rasa sakit atas tamparan tapi karena kecewa terhadap temanku
Pak Chandra langsung menengahi dan tidak tinggal diam atas perlakuan Nata yang baru saja di lihatnya
" begitukah kau pada temanmu sendiri sungguh memalukan " pak Chandra terlihat sangat marah namun Nata hanya diam dengan air matanya
Alana ikut bicara dan perkataannya mengagetkan pak Chandra
" apa bapak tidak sadar Nata mencintai bapak apa bapak tidak menghargainya sedikit saja "
" mencintai bapak haha lalu apa boleh menampar temannya sendiri karena merasa cemburu seperti itu kah "
" Tapi setidaknya bapak hargai "
" untuk apa bapak tidak bisa memberi harapan pada orang yang tidak bapak cintai lebih baik lupakan saja, dan satu lagi jaga baik-baik tanganmu itu Nata terhadap Rari "
Nata terbelalak mendengar perkataan pak Chandra dan itu membuat emosinya terpancing
" apa bapak mencintai penghianat ini " Nata menunjuk ku dengan penuh amarah
" haha penghianat siapa penghianat justru kau Nata penghianat itu memanfaatkan teman sendiri "
" kenapa bapak membela Rari "
" Karena saya mencintainya "
__ADS_1
Apa aku tidak salah dengar apa yang di katakan pak Chandra, Nata terlihat sangat malu dan marah lalu meninggalkanku dan pak Chandra