
Ayata dengan kata tegar yang harus digaris bawahi nya untuk mencoba mengulang kata iklas dan di praktekan dalam kehidupan selanjutnya namun aku tahu betul itu hanya sketsa wajah yang sedang menyembunyikan seribu kata luka.
Aku tahu sangatlah sulit ditinggal kekasih pasti pada awalnya tidak bisa hidup tanpanya dan sudah pasti akan ada rasa bahwa segalanya terasa tidak adil namun langkah dan hidup tetap harus terus berjalan yang pergi biarlah pergi dan yang sudah tiada biarlah disimpan dalam kisah masalalu.
" Ayata kamu sekolah " tegurku pada Ayata
" iya aku tidak boleh sedih terlalu lama itu hanya akan membuatku masuk kedalam lembah kesedihan yang terdalam " kata-katanya menyakinkan dirinya meski aku tahu bahwa sebenarnya Ayata masih sangat bersedih
" aku akan ada untuk mu Ayata "
" terimakasih Ri "
" apa kamu mau makan "
" kamu saja Ri aku tidak lapar "
" apa kamu sudah makan "
" makanan yang masuk rasanya hambar "
" bagaimana jika kita beli coklat kamu suka coklat kan "
"aku hanya ingin kamu diam saja disini "
" baiklah "
Bagaimana bisa kau sembunyikan kesedihan mu itu Ayata sementara kenyataannya kau sedang berpura-pura tegar bahkan didepan sahabatmu pun kau berpura-pura seakan paling tegar.
" kita masuk kelas Ayata "
" seperti nya aku tidak jadi sekolah aku pulang saja "
" kenapa apa aku mengganggu kamu Ayata "
" tidak Ri aku hanya ingin sendiri kamu masuklah bilang aku izin "
" Ayata " aku mencoba memanggil Ayata yang sudah berbalik meninggalkanku tanpa menoleh sedikitpun.
" heeem sudahlah biarkan saja mungkin Ayata butuh waktu untuk sendiri aku yakin Ayata pasti bisa melewati semua ini " gumamku sambil melangkah menuju kelasku aku berharap Ayata baik-baik saja.
Ayata berjalan meninggalkan sekolah tatapan nya terlihat kosong entah kemana pergi menerawang, berjalan terus berjalan tanpa arah tujuan membawa hati yang sedang menangis akan duka kehilangan kekasih.
" bruuuk " Ayata terjatuh karena keserempet mobil yang didalamnya ada seorang pria
" maafkan aku apa ada yang luka "
" tidak ada " Ayata menoleh pria itu
" Ayata kamu "
" Agra "
" kenapa kamu ada diluar bukankah harusnya kamu sekolah "
" aku membolos "
" kau membolos haha " Agra tertawa karena merasa tidak mungkin gadis seperti Ayata membolos
" kenapa kau tertawa "
" tidak aku hanya merasa tidak yakin kau membolos "
" sudahlah tidak penting aku pergi "
" tunggu "
__ADS_1
" apa lagi, apa kau ingin bertanya tentang Rari "
" tidak, apa kau yakin tidak ada yang sakit lebih baik kita periksa dulu takutnya ada yang luka atau sakit "
" aku baik-baik saja "
" kalau begitu biar aku antar kamu pulang kerumah "
" aku tidak ingin pulang apa kamu lupa aku bilang tadi aku sedang membolos "
" oh iya kamu membolos ya baiklah jadi kamu ingin membolos kemana biar aku antar "
" tidak perlu aku bisa pergi sendiri "
" aku lihat kamu sedang ada masalah "
" bukan urusanmu pergilah "
" aku tidak akan pergi jangan-jangan kamu ingin bunuh diri ya "
" aku tidak segila dirimu "
" heeem "
Ayata pergi meninggal kan Agra namun Agra terlihat bingung gadis yang sebelumnya ceria bersama Rari kini sendiri dan terlihat dalam keadaan tidak baik-baik saja.
" aku harus mengikuti gadis itu mungkin saja dirinya akan bunuh diri " Agra mengikuti Ayata dari belakang jarak kurang lebih 100 meter.
" Pemakaman kenapa anak itu mainnya ke pemakaman apa tidak ada tempat lain untuk membolos dasar aneh " Agra mengikuti Ayata sampai pemakaman dan sangat penasaran mengapa Ayata pergi kepemakanan
" kenapa anak itu menangis dipemakaman baru itu apa dia baru saja kehilangan ibunya atau sanak keluarganya " Agra menggaruk dagunya bukan karena gatal tapi karena rasa ingin tahunya yang membuatnya penasaran.
" apa dia keluargamu " Agra menghampiri Ayata
" kenapa kau mengikuti ku "
" pergilah "
" Maki dia pacarmu "
" iya dia pacarku "
" maafkan aku lanjutkan saja aku akan ada dibelakang " Agra mundur beberapa langkah kebelakang.
Ayata masih dengan tangisnya memanggil nama Maki hatinya begitu sangat rapuh.
" Maki kau jahat kenapa kau ingkari janjimu bangun Maki dan katakan jika kau masih hidup dan aku bermimpi hik...hik...hik... "
" mana mungkin orang yang sudah meninggal bisa hidup kembali kau sangat aneh " Agra berbicara dibelakang dan Ayata langsung menoleh pada Agra
" kau belum pergi "
" lanjutkan saja sana "
" pergi kau "
" ini tempat umum jadi suka-suka aku mau pergi atau tidak "
" baiklah aku yang pergi " Ayata berjalan namun masih di ikuti Agra
" kenapa kau masih mengikuti ku "
" menurutku kamu harus pergi ke psikolog sepertinya kejiwaanmu ini bermasalah jelas-jelas orang meninggal tidak bisa hidup lagi malah kau minta bangun kau pikir ini negeri dongeng "
"apa kamu tidak bisa diam saja atau pergi saja dari sini mengapa kau mengikuti ku seperti ini "
__ADS_1
" aku takut kamu bunuh diri "
" aku tidak segila dirimu "
" mungkin saja karena akupun pernah gila karena cinta hampir saja aku mati konyol tapi jika bukan takdir sekuat apapun aku berjuang tetap saja kan "
" jangan sok bijak aku tahu betul dirimu seperti apa "
" justru itu aku mengatakan itu agar kamu tidak sebodoh tindakanku dengarkan aku hidup harus tetap berlangsung meski cinta itu telah meninggalkanmu "
" apa kau tidak bisa diam dan pergi "
" sudah aku katakan aku tidak bisa pergi meninggalkan mu jangan-jangan kamu bunuh diri lagi "
" terserah "
" aku harap kamu menerima tumpangan dariku "
" pergi saja kau "
" tidak akan "
" kau " Ayata masuk kedalam mobil Agra dan duduk disamping kiri Agra
" apa kau ingin pergi ke suatu tempat aku akan mengantarmu "
" terserah "
" aku tidak tahu arti dibalik kata terserah bisa kamu katakan langsung "
" terserah " lagi-lagi kata terserah yang keluar
" mana aku tahu tujuan terserah seperti itu "
" turunkan aku didepan situ "
" ok terserah kita pergi ketempat terserah sekarang " Agra melajukan mobilnya ketempat yang tidak tahu harus ditujunya namun dibenak Agra ada satu tempat yang menurutnya bagus untuk menghibur suasana hati yang sedang dilanda permasalahan cinta.
" sampai " Agra menghentikan mobilnya
" kenapa kamu membawaku kesini "
" kata kamu terserah kan jadi aku ajak kamu kesini dibawah sana ada tempat yang sangat indah penuh bunga dan juga kupu-kupu kamu pasti suka kamu boleh masuk kesana hanya kamu seorang yang pernah aku bawa kesana dan disana dibuka bukan untuk umum jadi kamu paham "
" sombong apa itu punya mu "
" jelasnya punya orang tuaku bukti cinta papah aku pada mamah aku makanya tidak dibuka untuk umum kamu harus bersyukur aku bawa kesini "
" bagaimana dengan Rari apa kamu pernah membawanya kesini "
" tidak pernah baru kamu "
" kenapa "
" tidak tahu masuk saja " Agra menarik tangan Ayata
" indah sekali " Ayata terpukau melihat ada begitu banyak mawar disana dan juga kupu-kupu terlihat bebas leluasa terbang.
" apa kamu suka mawar ini langsung dibawa dari Italia cium saja aromanya sangat wangi sehingga bisa dijadikan parfum "
" lalu kupu-kupu itu "
" dikembangbiakkan lihat saja kupu-kupu itu sangat indah tidak akan kamu temukan diluaran sana "
" benarkah "
__ADS_1
" iya "
Setelah beberapa hari murung dengan senyum palsu kini Ayata bisa tersenyum sungguhan dengan cara Agra