
" Rari tadi ada pak Chandra kesini apa kamu bolos sekolah "
" maafkan Rari ka iya Rari bolos karena Rari sakit hati melihat pak Chandra ciuman dengan Nata "
" maksud kamu apa Ri "
" tapi ka Lia jangan ngadu pada ibu "
" iya "
Aku cerita dari awal kejadian sampai akhir hingga aku bolos sekolah ka Lia terlihat kaget dan mukanya menampakan raut geram dan emosi.
" jadi pak Chandra ada main dengan Nata "
" sepertinya "
" kurang ajar aku mendukungnya tapi malah mengecewakan dan berbuat hal yang sangat tidak pantas dilakukan seorang guru "
" kaka " aku memeluk ka Lia dengan bening kristal di mata ku
" sudah jangan menangis air matamu terlalu berharga untuk itu mulai sekarang kamu jangan pernah dekat lagi dengan gurumu itu "
Ka Lia benar-benar marah yang sebelumnya sangat mendukung ku dengan pak Chandra kini menjadi benci
tok...tok...tok...
" ada yang mengetuk pintu Ri kaka keluar dulu " ka Lia keluar untuk melihat siapa yang datang
" ah kamu ada apa lagi " nada marah
" maaf mbak Lia ada Rari nya saya mau bicara "
__ADS_1
" Rari tidak ada "
" kemana "
" bukan urusan anda "
" mbak kenapa "
" anda pikir saya tidak tahu apa yang anda lakukan pada Rari, guru macam apa kamu ini melakukan hal rendah seperti itu "
" mbak saya bisa jelaskan ini hanya salah paham mbak saya tidak tahu jika Nata berani mencium saya "
" tapi suka kan di cium, cepat pergi "
" saya mau menjelaskan ini pada Rari "
" Rari tidak ada dirumah "
" terserah "
Ka Lia menutup pintu dan langsung masuk kerumah seperti itulah jika ka Lia marah
" siapa ka "
" pak Chandra, kaka bilang kamu tidak ada dirumah dia tetap diluar menunggu kamu jangan keluar tetaplah dikamar "
" mau apa pak Chandra kesini "
" menjelaskan ciuman nya dengan Nata geram kaka mendengarnya "
Aku masuk ke kamar ku namun aku sedikit mengintip dibalik jendela kamarku apakah pak Chandra masih dibawah.
__ADS_1
Pak Chandra masih dibawah berdiri menunggu ku, aku tidak tega melihatnya seperti itu berdiri apa lagi tadi baru hujan pasti sangat dingin.
Aku menguatkan hatiku untuk tidak keluar karena aku terlalu sakit melihat pak Chandra dan Nata ciuman.
Maaf pak seandainya kesalahan bapak tidak bisa maklumi rasanya terlalu sakit padahal Rari sudah terlanjur mencintai bapak dan ingin memperjuangkannya tapi kenapa bapak mengecewakan Rari apa bapak hanya ingin mempermainkan Rari
Sudah berjam-jam pak Chandra berdiri diluar menungguku rasanya aku benar-benar tidak tega melihat pak Chandra berdiri seperti itu apa lagi sudah malam seperti ini.
" Rari kamu belum tidur ini sudah malam " ka Lia masuk ke kamar ku karena lampu kamarku belum dimatikan yang menandakan aku belum tidur
" lihatlah ka Lia pak Chandra masih di bawah "
" apa dia gila sudah berapa jam dia disitu "
" Aku kasian ka melihatnya "
" sudah biarkan saja nanti pulang sendiri, kamu tidurlah "
Ka Lia mematikan lampu kamarku langsung menutup pintu kamarku.
Aku tidak bisa tidur jika pak Chandra masih ada diluar berdiri disana ini sudah malam dan pak Chandra sudah terlalu lama berdiri bisa-bisa pak Chandra sakit.
Aku turun dan keluar membuka pintu aku tidak sanggup melihat pak Chandra berdiri seperti mayat hidup dibelai angin malam
" Rari bapak mau menjelaskan ciuman tadi itu hanya salah paham tidak seperti apa yang kamu pikirkan "
" bapak pulanglah saya turun bukan untuk mendengarkan penjelasan bapak tapi karena saya punya rasa empati dan saya tidak mungkin membiarkan guru saya berdiri seperti ini jadi tolong bapak pergi dari sini "
" Rari bapak mohon dengarkan dulu "
" Jika bapak tidak pergi besok saya akan keluar dari sekolah " ancamku penuh keyakinan berharap pak Chandra pulang
__ADS_1