
Kedatangan Elen rupanya membuka luka lama untuk Citra.
" Citra maafkan aku " Elen menemui Citra setelah membuat janji bertemu pada sebelumnya, meski sebelumnya Citra sangat keberatan tapi ia mencoba untuk menemui Elen untuk sebuah kejelasan.
" Apa hanya itu " ucap Citra dengan mimik wajah datar meski di geluti rasa sesak menahan rasa kesal dan juga kecewa akibat hatinya yang tersakiti oleh rasa cinta.
" Aku tahu kamu membenciku untuk itu aku minta maaf pada mu Citra, dan aku minta maaf karena sudah melukai hatimu "
" Kenapa kalian kembali lagi ".
Citra berdiri membelakangi Elen yang berusaha untuk meminta maaf pada Citra.
" Citra aku mohon maafkan aku dan juga Dion agar kami tenang dalam hidup kami "
" Kenapa baru sekarang "
" Citra aku tahu kamu marah tapi kamu juga harus mengikuti tentang kami "
" Mengerti heh, apa kau juga mengerti tentang rasa sakit ku selama ini "
Citra memang sangat sulit dalam hal cinta, dirinya dan perasaan nya sudah terlanjur jatuh dalam rasa cinta yang berlebihan.
" Aku dan Dion akan menikah " ucap Elen membuat tubuh Citra kaku.
" Pergi kamu dari sini " teriak Citra pada Elen
" Citra " niat baik Elen mendekati Citra yang sedari tadi berdiri membelakangi nya.
" Aku bilang pergi " Citra semakin marah, rupanya hati Citra sangatlah hancur.
__ADS_1
" Maaf Citra " Elen pergi meninggalkan Citra.
oh Tuhan semoga ini semua berakhir dengan baik-baik saja, aku tidak ingin ada sesuatu hal buruk terjadi Citra.
Senja dan jembatan masih menjadi tempat singgah Citra, entah apa yang ingin di lakukan nya mungkin sedang menenangkan hatinya.
" Itu tidak cukup tinggi untuk bunuh diri "
Suara seorang pria dengan santainya berkata demikian.
" Pergilah aku juga tidak ingin bunuh diri " ucap Citra tanpa membalikkan tubuhnya untuk melihat pemilik suara itu.
" Aku pikir kau sedang patah hati dan ingin bunuh diri ternyata tidak "
" Aku bilang pergi " meninggikan suara
" Pergi atau aku loncat "
" Sudah aku katakan tempat ini terlalu buruk untuk bunuh diri, jika kau ingin bunuh diri aku punya tempat yang sangat pas untuk bunuh diri "
Oh Tuhan mungkin Citra harus terjun dari jembatan itu dari pada harus mengikuti pria aneh itu.
" Kau " Citra berbalik
Betapa terkejutnya setelah melihat orang yang sedari tadi berbicara dengannya.
" Kau, apa yang kau lakukan disini "
__ADS_1
" Aku hanya kebetulan lewat sini dan aku lihat kau sedang patah hati "
" Pergilah "
" Tadi nya aku ingin pergi tapi aku ingin melihat kelanjutan nya "
" Apa maksudmu "
" Kau tahu orang yang sedang patah hati itu sangat mudah untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri jadi aku disini untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, jika kau ingin bunuh diri tolong beritahu aku agar aku bisa mengabadikan lewat ponselku "
" Aku sudah cukup baik dengan adik mu jadi tolong jangan ganggu aku "
" Ah aku tahu itu, Rari sering bercerita bahwa iparnya sangat baik dan sangat pengertian padanya "
" Aku baik karena dia istri dari kembaran ku "
" Aku berterimakasih untuk itu "
" Pergi " teriak Citra.
Citra berdiri di penyangga jembatan,
" Tunggu, tunggu apa kau ingin bunuh diri tunggu aku mencari ponselku dulu "
Oh ya Tuhan, apa yang terjadi dengan ka Ari apa dia tidak peduli dengan nyawa seseorang.
" Cepat ambil ponselmu dan rekam agar kau puas "
" Oh ya ampun ponselku ketinggalan, bisa aku pinjam ponselmu "
__ADS_1
Ka Ari mendekati Citra dan langsung menarik nya turun dari.