
Aku tahu kalonya ka Maki dan Ayata sudah jadian aku senang mendengar nya dan sudah aku tebak sebelumnya
" Tuhkan kalian jadian aku sudah menebaknya kalian itu serasi kerjanya debat ujung-ujungnya cinta "
" iya deh yang benar kali ini " ka Maki menarik hidungku
" Sakit tau liat Ayata pacar baru mu ini "
" tukang ngadu "
" ka Maki jangan lupa ya dengan janji nya "
" iya kalian juga ya terutama kamu Ayata awas jika macam-macam "
" kalian bicara saja dulu aku keluar sebentar "
Aku memberi mereka berdua waktu untuk bersama karena aku tidak ingin mengganggu mereka.
Ayata sangat beruntung bisa mendapatkan ka Maki pria yang sangat baik dan perhatian.
" kau akan kembali lagi kan "
" bukankah aku sudah berjanji padamu "
" aku akan menunggu dan merindukanmu "
" aku tidak akan mengecewakanmu "
Ka Maki mengambil sebuah kotak kecil dan memberikannya pada Ayata
" simpan kotak ini baik-baik kotak ini aku kunci dan kuncinya aku simpan apa bila kita bertemu lagi kau akan tahu isinya "
" pergilah "
" tidak aku tidak akan pergi tapi kamu yang pergi susul Rari aku tidak ingin meninggalkanmu "
Ayata seketika memeluk ka Maki yang kini menjadi pacarnya
Ayata berbalik dan sedikit menoleh kebelakang pria tampan dan baik hati yaitu ka Maki yang sedang melambaikan tangannya
" Ayata apa ka Maki sudah masuk pesawat "
" iya "
__ADS_1
" apa kamu sedih Ayata "
" tidak, aku senang dirinya pergi untuk mimpinya dan aku akan menunggunya dengan keyakinan dirinya pasti kembali "
" ya ka Maki pasti kembali dia pria baik "
" kita pulang Rari "
Aku memanggil taksi dan langsung pulang kerumahku Ayatapun ikut mampir kerumahku mungkin kami akan main bersama menghabiskan libur panjang.
" ini foto kamu selagi kecil ya Rari " Tanya Ayata yang melihat gambar bayi di kamar ku
" iya itu foto aku selagi bagi "
" lucu sekali rambutmu kemana ini Rari kamu gundul haha " Ayata tertawa melihat foto ku yang selagi bayi gundul tanpa rambut
" tapi aku lucu kan dulunya "
" iya lihat saja pipimu itu besar sekali rasanya ingin aku cubit "
" kita seumuran kali "
" aaaaaa " teriakku Ayata mencubit pipiku
" gemes Ri "
" awas kamu ya " aku membalas Ayata dengan mencubit pipinya dan menggeritiki Ayata
Kami saling menyerang aku tertawa lepas tidak tahu kapan terakhir aku bisa tertawa seperti ini
" sudah tertawanya Rari nanti kecapean ayo turun kita makan siang sekalian Ayata juga makan ya tante masak banyak sekali "
" iya tante "
" kamu nyaman-nyaman saja disini anggap rumah sendiri jangan canggung ya Ayata "
" terimakasih tante baik sekali "
" sini sayang " ibuku memeluk Ayata ibuku sangat hangat terhadap temanku apa lagi Ayata sudah dianggap seperti anak sendiri karena Ayata anaknya sangat sopan dan baik
" ayo kita turun makan sekarang " ibu menarik tanganku dan Ayata
Aku duduk disamping Ayata dan juga ka Ari
__ADS_1
" Ayah nanti kita liburan ya ayah mumpung libur panjang "
" mau liburan kemana "
" kita ketempat Ayata Loksado "
" kamu dari Loksado ya Ayata om tidak tahu "
" iya om "
" makanya Rari mau kesana ayah kita liburan kesana Ayata juga ya ayah "
" tanya Ayata bersedia tidak "
" Ayata mau ya "
" iya "
" terimakasih sahabatku "
" habiskan dulu makananmu bocah " ka Ari yang ada disampingku merasa terganggu karena aku paling ribut dimeja makan
Aku duduk-duduk di taman belakang bersama Ayata
" aku merasa iri dengan kamu Ri "
" kenapa "
" hidup kamu sangat beruntung keluargamu lengkap dan semua yang kamu inginkan bisa dengan mudah kamu dapatkan "
" kamu kenapa "
" aku merindukan ayahku "
" anggap saja ayahku ayahmu juga "
" kamu sempurna Ri aku iri denganmu "
" justru aku yang iri denganmu Ayata "
" apa yang membuatmu iri padaku aku tidak memiliki apapun untuk dibanggakan "
" kebebasan hidup aku ingin hidup seperti orang normal biasa aku lelah Ayata hidup bergantung dengan obat aku bisa saja kehilangan nyawaku karena satu batang rokok bukankah itu konyol "
__ADS_1
Seperti itulah hidup terkadang kita perlu banyak-banyak bersyukur jangan hanya terus menerus mengeluh