Love For My Teacher

Love For My Teacher
Kepergian Ka Maki


__ADS_3

Aku tahu kalonya ka Maki dan Ayata sudah jadian aku senang mendengar nya dan sudah aku tebak sebelumnya


" Tuhkan kalian jadian aku sudah menebaknya kalian itu serasi kerjanya debat ujung-ujungnya cinta "


" iya deh yang benar kali ini " ka Maki menarik hidungku


" Sakit tau liat Ayata pacar baru mu ini "


" tukang ngadu "


" ka Maki jangan lupa ya dengan janji nya "


" iya kalian juga ya terutama kamu Ayata awas jika macam-macam "


" kalian bicara saja dulu aku keluar sebentar "


Aku memberi mereka berdua waktu untuk bersama karena aku tidak ingin mengganggu mereka.


Ayata sangat beruntung bisa mendapatkan ka Maki pria yang sangat baik dan perhatian.


" kau akan kembali lagi kan "


" bukankah aku sudah berjanji padamu "


" aku akan menunggu dan merindukanmu "


" aku tidak akan mengecewakanmu "


Ka Maki mengambil sebuah kotak kecil dan memberikannya pada Ayata


" simpan kotak ini baik-baik kotak ini aku kunci dan kuncinya aku simpan apa bila kita bertemu lagi kau akan tahu isinya "


" pergilah "


" tidak aku tidak akan pergi tapi kamu yang pergi susul Rari aku tidak ingin meninggalkanmu "


Ayata seketika memeluk ka Maki yang kini menjadi pacarnya


Ayata berbalik dan sedikit menoleh kebelakang pria tampan dan baik hati yaitu ka Maki yang sedang melambaikan tangannya


" Ayata apa ka Maki sudah masuk pesawat "


" iya "

__ADS_1


" apa kamu sedih Ayata "


" tidak, aku senang dirinya pergi untuk mimpinya dan aku akan menunggunya dengan keyakinan dirinya pasti kembali "


" ya ka Maki pasti kembali dia pria baik "


" kita pulang Rari "


Aku memanggil taksi dan langsung pulang kerumahku Ayatapun ikut mampir kerumahku mungkin kami akan main bersama menghabiskan libur panjang.


" ini foto kamu selagi kecil ya Rari " Tanya Ayata yang melihat gambar bayi di kamar ku


" iya itu foto aku selagi bagi "


" lucu sekali rambutmu kemana ini Rari kamu gundul haha " Ayata tertawa melihat foto ku yang selagi bayi gundul tanpa rambut


" tapi aku lucu kan dulunya "


" iya lihat saja pipimu itu besar sekali rasanya ingin aku cubit "


" kita seumuran kali "


" aaaaaa " teriakku Ayata mencubit pipiku


" gemes Ri "


" awas kamu ya " aku membalas Ayata dengan mencubit pipinya dan menggeritiki Ayata


Kami saling menyerang aku tertawa lepas tidak tahu kapan terakhir aku bisa tertawa seperti ini


" sudah tertawanya Rari nanti kecapean ayo turun kita makan siang sekalian Ayata juga makan ya tante masak banyak sekali "


" iya tante "


" kamu nyaman-nyaman saja disini anggap rumah sendiri jangan canggung ya Ayata "


" terimakasih tante baik sekali "


" sini sayang " ibuku memeluk Ayata ibuku sangat hangat terhadap temanku apa lagi Ayata sudah dianggap seperti anak sendiri karena Ayata anaknya sangat sopan dan baik


" ayo kita turun makan sekarang " ibu menarik tanganku dan Ayata


Aku duduk disamping Ayata dan juga ka Ari

__ADS_1


" Ayah nanti kita liburan ya ayah mumpung libur panjang "


" mau liburan kemana "


" kita ketempat Ayata Loksado "


" kamu dari Loksado ya Ayata om tidak tahu "


" iya om "


" makanya Rari mau kesana ayah kita liburan kesana Ayata juga ya ayah "


" tanya Ayata bersedia tidak "


" Ayata mau ya "


" iya "


" terimakasih sahabatku "


" habiskan dulu makananmu bocah " ka Ari yang ada disampingku merasa terganggu karena aku paling ribut dimeja makan


Aku duduk-duduk di taman belakang bersama Ayata


" aku merasa iri dengan kamu Ri "


" kenapa "


" hidup kamu sangat beruntung keluargamu lengkap dan semua yang kamu inginkan bisa dengan mudah kamu dapatkan "


" kamu kenapa "


" aku merindukan ayahku "


" anggap saja ayahku ayahmu juga "


" kamu sempurna Ri aku iri denganmu "


" justru aku yang iri denganmu Ayata "


" apa yang membuatmu iri padaku aku tidak memiliki apapun untuk dibanggakan "


" kebebasan hidup aku ingin hidup seperti orang normal biasa aku lelah Ayata hidup bergantung dengan obat aku bisa saja kehilangan nyawaku karena satu batang rokok bukankah itu konyol "

__ADS_1


Seperti itulah hidup terkadang kita perlu banyak-banyak bersyukur jangan hanya terus menerus mengeluh


__ADS_2