
Hatiku begitu hancur dengan kedatangan Agra yang tidak disangka dirinya bisa senekat itu dan atas perbuatannya bukan hanya dirinya yang malu aku juga sangat malu belum lagi hatiku yang terluka dan juga pak Chandra begitu kecewa karena cincinnya aku lepas
" harusnya kamu tidak melepas cincin itu Ri " pak Chandra terlihat marah
" apa bapak mau kita mati hanya karena kekonyolan Agra "
" dirinya tidak akan melakukan itu "
" bagaimana tidak mungkin apa bapak tidak melihat kenekatan Agra "
" lalu kau akan menerima nya "
" a-aku " aku tidak bisa menjawabnya aku hanya tidak ingin semua orang terluka
" bapak kecewa Ri bapak pikir kamu akan berjuang bersama tidak akan melepas cincin itu "
" maafkan Rari pak "
" kamu tahu mati pun bapak rela jika demi cinta kita "
" maaf pak jangan marah bukan seperti itu maksud Rari "
" bapak lelah kamu pasti juga lelah bukan istirahat lah kita lihat drama apa lagi besok yang akan terjadi "
Aku menggenggam tangan pak Chandra tidak ingin melepasnya aku takut jika pak Chandra akan pergi meninggalkanku lagi
" Ri lepaskan tangan bapak "
" tidak bapak pasti akan pergi lagi kan "
" tidak akan "
" Rari takut bapak akan meninggalkan Rari lagi "
" kita akan berjuang sama-sama kita harus berjuang untuk cinta kita mungkin sekarang Tuhan ingin menguji seberapa besar cinta kita "
Pak Chandra melepaskan genggamanku dan langsung pergi meninggalkanku
__ADS_1
" Rari kamu jangan bersedih lagi kami kaka ada disini untukmu lihatlah semuanya ada untuk mu " ka Lia menghiburku dan mendekapku dalam pelukannya
" Rari takut ka Agra akan menyakiti pak Chandra "
" tidak akan kamu harus berjuang demi cintamu dan juga pak Chandra kaka yakin kamu pasti kuat "
" aku lelah ka mengapa Tuhan menguji cinta kami seperti ini "
" karena Tuhan ingin tahu seberapa besar cinta kalian dan mungkin Tuhan ingin melihat perjuangan cinta sejati jadi kamu harus berjuang Agra bukanlah penentu "
Malam yang indah berubah menjadi sangat mengerikan dengan kedatangan Agra dan juga kegilaannya.Tidurku tidak cukup nyenyak merasa terganggu dengan kejadian sebelumnya pertunangan ku jadi gagal total dan hancur begitu.
Mungkin inilah yang disebut dengan the never ending story cerita cinta yang tidak pernah selesai dan ini sangatlah melelahkan dan menguras tenaga mengapa drama cintaku tidak pernah berhenti mengapa selalu saja ada kejutan tanpa terduka seperti selalu saja ada drama baru tentang cinta baru bahagia bangkit dan jatuh lagi sudah tidak terhitung lagi banyaknya luka dan air mata membasahi pipi ini mengapa cinta kami kami harus di ikuti melodi yang sangat menyedihkan ini aku benar-benar tidak sanggup lagi dan mengapa Agra datang sebagai pengacau yang berlaga membawa cinta dan pembuktian cinta ini jelas bukan cinta tapi penyiksaan dengan cara yang sangat gila rela memberi namun juga menghancurkan kebahagian dan impian apa dirinya sudah gila aku sangat membenci kehadiran Agra.
Aku sudah menjatuhkan hati ini pada pak Chandra seorang dan aku tidak mungkin bisa dan tidak mungkin berpisah dan mungkin konsekuensi yang aku dapat akan ada banyak tangis dan air mata dalam mencintai pak Chanda karena dalam cinta kami ada batu penghalang yang sangat besar dalam kisah kami dengan keinginan Tuhan yang menambahkan peran Agra dengan karakter yang sangat gila bahkan kegilaan tingkat tinggi sehingga yang menjadi korban hati dan perasaan tak lupat dari situ ada kecewa syukur-syukur
akan ada bahagia yang akan menjadi bonus tambahan mungkin aku harus belajar menguatkan hati agar aku sanggup dengan drama menyedihkan ini semoga saja akan kutemui kebahagiaan dan tidak ada lagi air mata dan rasa sesak di dada.
" Temui aku di taman sehati " pesan masuk dari Agra
" aku sibuk " balasku singkat aku tidak ingin menemui Agra
" kenapa kau sangat suka menjadi pengacau "
" karena aku tidak ingin melihatmu bersama orang lain "
" bukan seperti itu caranya "
" temui saja aku jika kau tidak datang aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan pada guru kesayanganmu itu "
Agra selalu saja mengancam seperti itu tapi aku takut jika dirinya benar-benar akan menyakiti pak Chandra aku tidak rela jika pak Chandra disakiti Agra dan aku tahu betul jika Agra bukanlah manusia waras dia sudah kehilangan akalnya harusnya dia di keluarkan dari kesatuan tentara karena Agra ini bukannya melindungi malah membinasakan sungguh memalukan
Aku cepat menuju taman sehati tanpa pamitan pada ibuku ataupun yang lainnya jika aku pergi menemui Agra pasti tidak akan kudapat kan izin dari mereka aku hanya takut jika Agra akan menyakiti pak Chandra ataupun berbuat sesuatu diluar nalar manusia bukan tidak mungkin dia akan kehilangan akal sehatnya buktinya saja di acara pertunanganku dan pak Chandra dirinya datang dengan kekacauan
" Apa yang ingin kau bicarakan cepatlah aku tidak punya banyak waktu dan aku harap kamu hentikan permainan ini "
" permainan apa "
__ADS_1
" apa kau tidak sadar Agra "
" aku melakukan itu karena aku mencintaimu "
" cara kamu salah Agra "
" aku mohon Rari kamu terima aku dan lupakan pak Chandra apa istimewa pak Chandra dibanding aku "
" haha kamu membandingkan pak Chandra dan dirimu yang sangat menyedihkan ini apa kamu tidak sadar Agra " aku terbawa emosi dan aku sangat marah rasanya sangat lelah ikut dalam permainan Agra
" jangan membuatku melakukan hal yang akan menyakitimu Rari "
" apa kamu akan memukulku jika aku mengatakan bahwa kamu tidak waras "
" bleeep " mulutku ditutup Agra menggunakan sapu tangan yang sudah tercampur dengan obat bius sehingga pandanganku jadi buram perlahan mulai gelap sampai aku hilang kesadaran.
Aku terbangun dan aku sudah terbaring di kasur yang sangat empuk disisi kamar itu begitu banyak gambar tergantung itu semua gambar ku dan aku melihat kebingungan sebenarnya aku ada dimana bukankah tadi aku bersama Agra tapi dimana Agra.
Aku berjalan kearah pintu dan mencoba membukanya namun terkunci dari luar aku berteriak keras
" tolong...tolong...tolong..." teriakku minta tolong aku yakin pasti diluar sana ada seseorang dab aku sangat yakin ini pasti olah Agra dirinya benar-benar sudah gila.
Pintu terbuka ada sosok pria tinggi dengan tubuh ideal berdiri didepan pintu membawa makanan dia lah Agra pria yang sangat menyedihkan
" apa yang kau inginkan "
" makan dulu "
" tidak mau aku mau pulang "
" aku tidak ingin kau bersama pak Chandra "
" kau menculik ku "
" Apa tanganmu ku ikat tidak bukan "
" kamu tidak waras Agra " aku membanting buku kearah Agra
__ADS_1
" kau makanlah jika tidak ingin sakit dan aku harap kamu tidak berisik "
Agra pergi meninggalkanku dan sudah pasti ia mengunci pintu kamar yang didalamnya ada aku