Love For My Teacher

Love For My Teacher
Bebincang dengan pak Chandra


__ADS_3

Karena buru-buru kesekolah aku tak sempat sarapan jadi pagi ini aku sarapan di kantin kakiku melangkah dengan santainya dengan alunan musik di telingaku kebiasaanku jika aku jalan sendiri pasti aku mendengarkan lagu sambil jalan dan tanganku aku masukan kesaku jaket tebalku karena aku tak tahan dingin meskipun itu hanya dingin pagi karena asma bisa menyerangku di kala dingin. Kue puding coklat dan susu coklat hangat tersaji dengan manis di samping itu dua temanku Alana dan Nata datang untuk menemaniku sarapan meski baru jadi teman kami sudah bisa akrab.


" eh itu pak Chandra iyakan kenapa pagi-pagi sarapan di kantin ya, pengen rasanya duduk berdua dengan pak Chandra " ujar Nata dengan centilnya, memang temanku yang satu itu mengidolakan pak Chandra sejak pertama bertemu karena ketampanan pak Chandra tapi bukan hanya Nata cewek-cewek lain juga banyak yang mengidolakan sosok pak Chandra bahkan ada yang berani mengatakan cinta pada pak Chandra.


Jam pertama pagi ini seni musik sudah pasti pak Chandra masuk ke kelas aku tak ingin telat karena tak ingin di hukum berdiri di depan kelas lagi seperti hari pertama ku, aku duduk manis di bangku pertama paling depan karena aku suka duduk paling dengan lebih tenang dan lebih cepat mengerti apa yang di jelaskan guru kecuali tentang seni musik aku sulit mempelajarinya bahkan tidak ada satupun alat musik yang bisa aku mainkan. Pak Chandra memasuki kelas kami semua berdiri mengucapkan salam dan selamat pagi setelah itu di persilahkan duduk kembali pelajaranpun di mulai karena aku kurang berminat aku kurang memperhatikan malah aku menulis puisi di buku harianku yang isinya hanya ada puisi karena aku lebih tertarik akan puisi disana ada kata-kata indah yang muncul dari hati kata demi kata menjadi kalimat penuh makna. Aku hanyut dalam kalimat puisi tiba-tiba pak Chandra ada di depan meja ku " Rari kamu sedang apa dan apa yang kamu tulis " pak Chandra bertanya dan aku jawab dengan sedikit terbatab" bu...bukan apa-apa pak " namun buku itu di tarik pak Chandra " ini bukumu coba baca biar bapak bapak dan teman-teman mu yang lain tahu " hah yang benar saja kataku dalam hati aku harus membaca puisi yang kutulis tadi di depan kelas oh Tuhan kenapa aku selalu sial dari pertama ketemu pak Chandra aku hampir tertabrak dan di hukum untuk hari pertama masuk sekolah dan sekarang lagi-lagi di hukum seperti ini sungguh membuatku kesal tapi mau apa boleh buat aku bacakan saja puisi pendek yang tadi aku tulis


" Tanpa Nur "


Aku tokoh utama tanpa dialog

__ADS_1


Terdiam sendiri dengan bahasa kebingungan


Seperti panggung sandiwara kehilangan penonton


Itulah aku tanpa Nur...


Pak Chandra diam dan mempersilahkanku duduk kembali ketempatku, dua jam pelajaran selesai saatnya pergantian mata pelajaran ini lah saatnya pelajaran favorite B. Indonesia aku lebih bersemangat ketimbang pelajaran sebelumnya yaitu seni apalagi aku suka dengan ibu guru yang mengajar gurunya tegas dan disiplin meski murid yang lain kurang suka menurut mereka tidak bisa santai di karenakan sedikit saja buat kesalahan langsung di hukum atau di keluarkan dari kelas tapi aku tak pernah di hukum mungkin karena aku terlalu bersemangat dalam belajarnya.


Pak Chandra : Nomer telpon kamu masukin ke ponsel bapak Ri biar nanti gampang jika bapak menghubungimu jika ada informasi mengenai kelas kita

__ADS_1


Aku : oh iya pak sini ponsel bapak biar saya masukin no saya ke ponsel bapak


Pak Chandra : kamu suka puisi ya Ri puisi tadi untuk siapa Ri


Aku : Iya pak saya suka sekali dengan puisi, puisi tadi khusus pak hanya suka saja tapi saya ambil dari nama orang yang paling saya sayang yaitu kakak saya namanya Nurliana


Pak Chandra : oh boleh bapak juga minta buatkan puisi dari nama bapak


Aku : ah bapak bisa saja, ya sudah pak Rari balik ke kelas dulu permisi pak Rari duluan ya pak

__ADS_1


Aku lekas pergi meninggalkan pak Chandra aku tidak ingin ada pemikiran buruk dari orang lain apa lagi sampai ada omongan kakak kelas yang terkadang pedas jika ada jonior berbuat aneh aku tak ingin jadi bahan perbincangan hangat aku hanya ingin lulus dengan baik-baik dengan prestasi dan meninggalkan kenangan manis.


__ADS_2