
Pak Chandra benar-benar telah pergi aku dibangunkan oleh kenyataan sebenarnya bahwa aku telah kehilangan cinta pertamaku dan aku tidak tahu apakah pak Chandra akan kembali aku tidak ingin terlalu berharap namun aku mengharapkan pak Chandra kembali seperti janjinya bahwa dirinya akan kembali nantinya setelah urusan selesai.
" Ayata apa kamu pernah merasakan cinta "
" pernah "
" bagaimana dengan cintamu itu "
" aku tidak tahu "
" mengapa bisa tidak tahu "
" aku sudah kehilangannya "
" maksudmu "
" iya dia pergi "
" iya "
" mengapa "
" mungkin aku bukan jodohnya "
Aku merasa bahwa aku juga akan seperti Ayata tapi mengapa Ayata biasa saja ditinggal pergi seperti itu.
" apa kamu masih mencintainya "
" masih "
" mengapa kamu bersikap biasa saja "
" jika dia jodohku pasti kembali "
Apa maksud Ayata dia tidak peduli dengan cinta apa dia sepasrah itu temanku ini terlewat santai dan biasa saja soal cinta mungkin aku harus belajar padanya.
Benar juga kata Ayata jika jodoh pasti kembali dan pasti akan bertemu namun jika bukan jodoh tidak mungkin akan bertemu lagi begitu pula seharusnya aku jika pak Chandra jodohku aku tidak perlu khawatir jika bukan jodohku mungkin Tuhan akan memberiku satu ciptaannya yang lain yang lebih baik untuk mendampingiku lagi pula aku baru SMA mengapa terlalu memikirkan perkara jodoh.
__ADS_1
Aku menghela nafas panjang-panjang aku harus kembali pada diriku sebelumnya dan aku harus bersikap biasa saja mungkin sekarang Tuhan sedang merancanakan hal yang lebih indah dari pada kisah percintaan.
Baiklah Rari mulai sekarang kamu harus mulai terbiasa lagi jangan pikirkan tentang pak Chandra jodoh pasti akan bertemu, kamu tidak boleh lemah hanya karena perpisahan
Aku meyakinkan diriku penuh keyakinan dan sangat yakin bahwa aku bisa dan akan terbiasa lagi tanpa ada pak Chandra.
" Kau baik-baik saja " ka Maki duduk di samping ku
" ya aku baik-baik saja "
" pak Chandra pasti kembali aku yakin "
" kenapa ka Maki seyakin itu "
" karena aku percaya pada guru tampan ku itu "
" apa kau dibayar "
" aku tidak perlu di bayar untuk itu "
" sama manisnya " ka Maki sedikit bercanda kebiasaannya seperti itu
" manis dari mananya "
" dari mana-mana sisi sini dan sisi sini nya lagi " menunjuk kearah pipinya dan senyumnya kaka kelasku itu memang manis namun sangat aneh dan konyol
" biasa saja "
" kau becanda kau tidak lihat kemanisanku "
" sudahlah ka percaya dirimu berlebihan itu sangat menggelikan "
" biarin "
Sepertinya aku akan cepat terbiasa dengan suasana tanpa pak Chandra aku punya kaka kelas yang baik dan juga teman baru yang baik
" Ri bukankah itu teman baru mu siapa namanya "
__ADS_1
" apa ingin aku kenalkan "
" tidak perlu "
" tidak perlu malu dia anak yang baik " aku menarik tangan ka Maki
" aku bilang tidak perlu " ka Maki melepaskan tanganku
" kenapa kau terlihat malu "
" ti-tidak " sedikit terbata
" ayo cepat akan aku kenalkan " Aku tidak tahu mengapa ka Maki terlihat malu dan sangat manis jika dirinya malu-malu seperti ini aku jadi ingin mengerjai kaka kelasku ini
" Ayata "
" iya Rari "
" Ayata kenalkan ini ka Maki dia kelas XII Ipa 2 "
ka Maki menutup mukanya dengan buku aku jadi ingin tertawa ada apa sebenarnya apakah dia takut dan malu kenalan dengan perempuan sangat menggelikan melihat tingkah ka Maki "
" kenalkan aku Ayata " Ayata menjulurkan tangannya disambut ka Maki namun tetap mukanya ditutup dengan buku
" iya senang kenal denganmu Ayata, aku Maki "
" kenapa muka nya ditutup ka " Ayata bertanya karena bingung dan aneh melihat ka Maki seperti itu aku langsung mengambil buku yang jadi penutup muka ka Maki
" kamu " kata Ayata
" Apa kalian kenal "
" dia pria pembawa sial "
" kamu cewek sial "
Sekarang aku yang kebingungan melihat mereka berdebat
__ADS_1