Love For My Teacher

Love For My Teacher
Hari Baru


__ADS_3

Selamat pagi ucapkan pada dunia untuk memulai hariku ditahun ajaran baru liburan telah usai aku tidak sabar dengan kelas baruku aku harap aku akan menemukan teman baru lagi seperti Ayata teman terbaik sedunia yang pernah aku temui apa lagi kami tetap satu kelas sekarang.


" pagi tunanganku " pak Chandra pagi-pagi datang kerumahku untuk menjemputku sekolah


" pagi juga tunangan ku " aku tersenyum manis untuk pak Chandra rasanya aku selalu ingin seperti ini setiap pagi pasti aku selalu semangat


" siap memulai hari baru "


" sangat siap "


" cepatlah naik tunanganku kita pergi sekarang "


" masih terlalu lagi "


" naiklah ada yang ingin bapak perlihatkan "


" apa itu "


" jika ingin tahu naik sekarang "


" baiklah bapak tampan ku "


Pak Chandra membawaku ke buah tempat yang sangat aku khatam tempat itu dimana lagi jika bukan taman sehati yang menjadi saksi atas dua hati yang saling menyatu.


Pak Chandra mengambil memainkan gitar dan menyanyikan sebuah lagu mungkin lagu ciptaan pak Chandra sendiri disana ada terselip namaku. Pak Chandra sangat romantis ternyata dan aku menikmati lagu indah itu aku yakin jika semua orang mendengarnya pasti mereka juga akan menyukai lagu romantis dari pak Chandra apa lagi disaat pak Chandra menyanyi dirinya terlihat sangat tampan dengan lesung pipit di pipinya ketika senyumnya merekah.


Aku harap tirai hujan tak datang lagi diantara kisah ku dan pak Chandra sebab air mata sudah tidak cukup untuk membayar tangis aku harap warna pelangi bersedia hadir di lembut nya langit-langit cinta karena hujan disertai tangis sudah cukup lama mampir dan singgah diantara cinta ku dan pak Chandra.


" terpesona ya melihat tunanganmu ini "


" biasa saja "


" apa biasa saja lihat itu matamu tidak berkedip melihat tunanganmu ini menyanyi "


" iya terserah bapak "


" apa kamu suka "


" iya suka "


" nanti setiap malam akan bapak nyanyikan untukmu sebagai pengantar tidur "


" berjanjilah " aku menggenggam tangan pak Chandra


" janji asal tunangan kecilku ini berhenti memanggil dengan sebutan pak Chandra kita ini sudah tunangan "


" sudah terbiasa "


" panggil sayang "


" eeemm "


" Rari "


" sayang... sayang... sayang... sayang " teriakku pak Chandra langsung menutup mulutku

__ADS_1


" hentikan itu terlalu banyak nanti diambil orang lain "


Aku tertawa melihat pak Chandra bertingkah seperti anak kecil


" Rari harus sekolah pak "


" baiklah tunanganku " pak Chandra mengantarku sampai gerbang sekolah aku lihat semua anak terlihat bersemangat dihari pertama masuk sekolah terutama anak baru terlihat paling bersemangat.


" ka Rari " sapa seorang anak baru padaku


" maaf siapa " tanyaku bingung aku tidak pernah mengenalnya


" aku Widia biasa dipanggil Wiwid aku sering baca puisi ka Rari "


" benarkah "


" iya aku suka puisi ka Rari sangat bermakna "


" apa kamu juga suka menulis "


" iya ka tapi tidak sebagus tulisan ka Rari "


" bisa saja kamu "


" aku serius ka bahkan aku punya 2 buku ka Rari dan ada foto ka Rari hehe " sepertinya Wiwid ini anak yang sangat ceria dan baik entah mimpi apa aku tadi malam sehingga aku punya penggemar seperti ini seumur hidup aku tidak pernah memiliki seorang penggemar


" ka apa puisi ka Rari lahir dari perasan kaka langsung "


" iya "


" sangat menarik aku jadi penasaran " adik kelasku ini terlalu banyak bicara dari tadi dirinya tidak ada hentinya bicara


" pagi ka " Wiwid mengucapkan selamat pagi penuh keceriaan


" pagi juga adik manis siapa kamu "


" aku Widia biasa dipanggil Wiwid kaka sendiri siapa "


" kamu manis sekali, aku Ayata teman Rari kamu siapa Rari "


" aku adik kelas ka Rari " jawabnya polos


" sudah dulu ya Wid nanti kita ngobrol lagi "


" iya ka Rari " aku dan Ayata berjalan meninggalkan Wiwid adik kelas yang sangat ceria padahal baru kenal sudah banyak bicara


" Ri anak itu terlalu ceria aku suka melihat keceriaannya dirinya sama denganmu manis sekali apa kalian saudara "


" iya dirinya anak yang sangat manis tapi kami bukan saudara dia hanya pembaca dari puisiku "


" oh sepertinya ada yang punya penggemar nih "


" penggemar yang sangat heboh "


" sepertinya baik Ri "

__ADS_1


" iya "


Hari baru ini akan menjadi hari terbaik ku mengapa aku menjadikan hari ini sebagai hari terbaik karena Agra tidak menjadi pengacau dan aku bahagia memiliki pak Chandra sebagai tunangan ku dan yang terakhir aku punya teman seperti Rari yang selalu ada untuk ku apa lagi dihari pertamaku ini aku bertemu adik kelas yang sangat ceria dan lucu.


" kita duduk disini saja Ri " Ayata menaruh tasnya dimeja pertama dekat dengan papan tulis dan guru


" pintar kamu Ayata mencari tempat duduk "


" kamu suka duduk paling depan kan "


" iya kamu tahu itu "


" kita sudah satu tahun bersama mana mungkin aku tidak tahu tentang dirimu Rari kamu sahabat terbaik Ri "


" kamu juga Ayata terimakasih sudah menjadi teman sekaligus sahabat terbaik ku " Pelukan pun tak terelakan bersyukur nya aku mempunyai sahabat seperti Ayata semoga saja persahabatan kami tak terpisahkan untuk selamanya.


" selamat pagi " seorang guru masuk kelas


" pagi bu " serentak semua murid berdiri mengucapkan selamat pagi


" silahkan duduk " ibu guru yang kini menjadi wali kami merupakan guru idolaku karena ciri ketegasan dan kedisiplinannya yang ku suka sehingga membuat para murid lebih disiplin dan taat pada peraturan namun idolaku ini tidak menjadi idola murid lainnya karena mereka lebih mengidolakan seorang guru yang santai apa lagi tampan seperti pak Chandra namun bagiku guru yang mengajar tanpa ada ketegasan itu tidak akan menjadikan muridnya disiplin dan sering mengacuhkan pelajaran itu berbeda dengan guru yang tegas dan terkesan kejam justru guru dengan karakter itulah yang akan menumbuhkan karakter hebat tapi semua orang tidak ada yang mengharapkan muridnya gagal pasti ingin anak didiknya berhasil dan mampu berdiri diatas sebagai generasi anak muda dengan keberhasilan gemilang.


Sepulang sekolah aku bertemu lagi dengan Wiwid dirinya terlihat sangat manis dengan tas merah mudanya


" menunggu jemputan ya Wid "


" iya ka Rari, apa ka Rari juga sedang menunggu "


" iya Wid "


" ka aku punya coklat apa ka Rari mau "


" sepertinya enak "


" ini buat ka Rari " Wiwid memberiku sebatang coklat


" sudah lama menunggunya tunangan ku " pak Chandra datang menjemput ku


" tidak pak Rari sedang mengobrol dengan Wiwid dia murid baru pak "


" dia tunangan ka Rari "


" iya Wid "


" ka Rari sangat beruntung tunangan ka Rari sangat tampan apa masih ada sisanya yang seperti ini ka "


" kamu pikir makanan ada sisanya " pak Chandra menyahuti


" hehe " Wiwid cengengesan


" anak kecil ini sama seperti kamu Ri "


" iya dong kan aku penggemar ka Rari "


" penggemar haha " pak Chandra tertawa

__ADS_1


" malah tertawa sudahlah aku pamit ya ka Rari ayah ku sudah menjemputku "


" dah Wid "aku melambaikan tangan pada Wiwid


__ADS_2