Love For My Teacher

Love For My Teacher
Fakultas Kedokteran


__ADS_3

Aku keluar dari mobil setelah pintu mobil di buka kan pak Chandra untuk ku, aku keluar dan melangkah anggun melenggang menuju gedung kampus tidak lupa aku merapikan pakaianku dan menyelempangkan tas kecil warna biru muda ke bahu kiri ku serta ku dekap tiga buah buku yang yang cukup tebal.


Pak Chandra melambaikan tangan kepada ku sambil teriak kecil " good luck sayang " ucapnya sambil memperhatikan ku memasuki gerbang kampus, di sisi lain ada beberapa orang melihat kami apa lagi setelah pak Chandra melambaikan tangannya kepadaku.


" Tampan sekali " aku menoleh ke sumber suara dari siswi yang memperhatikan pak Chandra, aku sedikit kesal ternyata punya suami tampan akan menjadi pusat perhatian semua orang tapi aku berjalan dengan santainya karena aku tahu mereka merupakan senior ku.


Baguslah pak Chandra sudah pergi karena aku tidak suka jika pak Chandra berlama-lama berada di kampus karena aku suasana hati ku jadi sangat terganggu saat pak Chandra jadi pusat perhatian wanita lain.


Aku berjalan dengan santainya sambil melihat-lihat sekitar area kampus


Bruk !!!


Tiba-tiba saja tiang reklame roboh karena saat itu sedang ada perbaikan dan hampir saja mengenai ku namun untung saja ada seseorang yang langsung menarik tubuhku untuk menghindari robohnya tiang tersebut.


" Ka Dion " menoleh setelah terhindar dari kecelakaan roboh nya tiang reklame dan ternyata ka Dion yang menarik tubuhku tadi, mengapa ka Dion ada di kampus yang sama denganku bukan kah dia sudah menjadi dokter saat ini


" Kamu Ri, kamu kuliah disini " tanya Dion


" Eem iya ka, Ka Dion sendiri "


" Ada sosialisasi menyambut siswa baru " terang ka Dion


" Oh gitu " aku mengangguk


" Selamat ya Ri saya dengar kamu salah satu orang yang berhasil masuk lewat SNMPTN kan "


" Iya ka terimakasih "


" Hebat kamu Ri pasti orang tua kamu sangat bangga "


" Ka Dion juga hebat ka Dion sudah jadi dokter yang hebat " puji ku


" Jodoh mungkin "


" Uhuuk " aku terdesak


" Maaf... maaf... " ka Dion memberi ku air


" Tidak perlu ka tidak apa-apa " tolak ku


" Maaf ya padahal hanya bercanda "

__ADS_1


" Iya tau, maaf ya ka harus masuk kelas " ucap ku.


Aku tahu jika pak Chandra tahu pasti Pak Chandra tidak akan menyukainya makanya aku sedikit jaga jarak untuk menghindari kesalahpahaman, tahu sendiri kan hubungan pak Chandra dan Dion tidak cukup baik sejak dulu.


" Permisi boleh saya duduk di sini " aku mengambil bangku kosong di depan yang di belakang nya ada salah seorang perempuan muda kalem berparas cantik yang sedang sibuk mengunyah permen karet di mulutnya


"Duduk saja " ucapnya cuek namun aku sedikit tertarik siapa tahu nantinya kami akan menjadi teman baik seperti pertemanan ku dengan Ayata


" Saya Rarium biasa di panggil Rari, nama kamu siapa " menjulurkan tangan bersikap ramah memperkenalkan diriku


" Syua " jawabnya singkat


Sudahlah mungkin dirinya tidak ingin berteman denganku, aku berbalik menghadap papan tulis.


Beberapa saat kemudian ...


" Kamu asli suku Dayak " tanya Syua padaku sehingga aku membalikkan tubuhku lagi


" Kamu tahu "


" Iya nama kamu Rarium yang artinya tersenyum bukan "


" Benar apa kamu juga dari suku Dayak tapi seperti nya bukan


" Aku hanya pernah membaca sebuah buku "


" Oh, kamu asli Indonesia tapi paras kamu seperti wanita Meksiko "


" Ayah ku dari Meksiko aku besar di Meksiko tapi aku lahir di Indonesia dan baru saja pindah ke Indonesia " ucapnya


" Senang kenalan dengan mu "


" Ya " jawab nya singkat


Seperti nya Syua ini merupakan orang pendiam tidak banyak bicara namun terlihat sangat baik semoga nantinya kami bisa menjadi teman.


" Kamu tidak keluar kita akan ikut sosialisasi " Ucap Syua


" Ah iya " lantas aku langsung berdiri dan mengikuti Syua


" Syua apa kita bisa menjadi teman " ucap ku setelah tidak ada bahan pembicaraan karena aku bingung Syua sangat berbeda

__ADS_1


" Aku tidak terlalu suka berteman tapi jika kamu mau menjadi temanku silahkan "


" Oh " aku berjalan santai sambil memainkan tali tas ku


" Cepatlah " ucap Syua menarik tangan ku


Ya ampun aku sangat tidak mengerti dengan Syua ini dia tadi bilangnya tidak suka berteman tapi mengapa sekarang dia menarik tanganku.


Kami duduk dan ikut berkumpul masuk kedalam aula tempat sosialisasi akan di gelar.


Setelah beberapa menit ada salah seorang pria dengan 3 orang lainnya datang dengan pakaian rapi mengenakan kemeja putih polos dan di lehernya tergantung stetoskop salah seorang itu adalah Dion.


" Selamat pagi semuanya dan selamat datang untuk kalian, perkenalkan saya Dion Vicro Carloza saya dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah kalian bisa memanggil saya dengan sebutan ka Dion tidak perlu bapak karena umur saya belum terlalu tua " sambutan dari Dion dengan sedikit candaan renyah


" Ka Dion jantung saya bermasalah setelah melihat ketampanan ka Dion " ucap salah seorang siswi centil yang ada di pujuk aula


" Huuuu !!! " teriak mahasiswa lain nya


" Disini saya akan berbagi pengalaman sedikit tapi sebelum nya saya ingin melihat kalian memasang infus sesuai ketentuan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang benar dan kalian akan mencobanya dengan lengan teman kalian " ucap Dion


Aku jadi ragu apa kah aku bisa dan teman yang ada di dekat ku saat ini adalah Syua apa dia bisa bekerjasama denganku.


" Syua apa kamu bisa "


" Jujur saja aku belum pernah melakukan nya dan masuk kedokteran bukanlah keinginan ku tapi kita coba saja "


" Apa " aku sedikit ragu


" Kamu duluan ya Ri " ucap Syua mengulurkan tangannya


Aku pergi mencuci tangan ku dengan bersih dan mengambil peralatan yang akan aku gunakan nantinya seperti cairan infus sesuai kebutuhan catheter, lester kassa yang sudah steril, alkohol dll


" Syua kamu berbaring ya, mungkin akan sedikit sakit " ucap ku meminta nya untuk berbaring.


Aku menyiapkan cairan dengan menyambung botol cairan yang aku ambil tadi dengan selang infus dan langsung aku gantung pada standar infus lanjut dengan tindakan menekan area vena yang akan di tusuk dan memasang alas dan aku sedikit ragu karena ini pertama kalinya aku memasang infus pada orang lain, tetap fokus aku pasang tourniket dan aku pakai sarung tangan yang sudah tersedia dan juga sudah steril.



" Syua jika sedikit sakit kamu tahan ya " ucap ku lagi


" Cepatlah lakukan saja "

__ADS_1


Lanjut desinfeksi area yang akan aku tusuk nanti dengan diameter 5 cm aku sedikit berkeringat karena rasa raguku namun tanganku tetap aku kondisi kan dengan menusukan IV catheter ke vena yang jarum nya menghadap ke arah jantung sampai setelah jarum masuk ke vena langsung aku sambungkan dengan selang infus dan aku melakukan fiksasi ujung jarum IV ditempat insersi yang aku lanjutkan dengan menutup area insersi dengan kassa kering yang aku siapkan sebelumnya dan yang terakhir aku beri plester.


" Akhirnya selesai Syua " aku melepas sarung tangan ku dan langsung cuci tangan


__ADS_2