
Hari ini adalah hari dimana aku berpisah dengan sahabatku yaitu ka Maki surat kelulusan sudah ada di genggamannya aku senang kaka kelasku yang baik itu akhirnya lulus namun aku juga sedih karena aku akan berpisah dengan ka Maki dan artinya aku kehilangan sahabat terbaik dalam hidup ku.
" Selamat ya ka atas kelulusannya "
" terimakasih Rari " ka Maki memeluk ku dan aku sudah terbiasa dipeluk sahabatku ini
" apa ka Maki akan pergi ke Amerika "
" iya tapi kita masih sahabat "
" janji "
" janji "
" Ri ini untuk kamu dan ini untuk kamu Ayata "
ka Maki memberi kami kalung yang ada tulisan MRA murupakan huruf pertama nama kami bertiga
" kalung nya bagus " kata Ayata
" sudah pasti aku yang pilih buat kita bertiga kalung nya jangan sampai hilang ya kalian harus simpan baik-baik "
" siap komandan " aku dan Ayata serentak
" pelukan " ka Maki memeluk aku dan Ayata dalam pelukan itu tangis pecah baru sekejap kami tertawa terbahak dan bercanda kini waktu mengatur cerita perpisahan
" kalian cengeng " ejek ka Maki
" kau juga " Ayata
" kita tetap sahabat sampai selamanya kan "
" tentu saja "
Aku merasa hening untuk beberapa saat apakah aku bisa tertawa lepas lagi jika ka Maki pergi nanti bukankah selama ini hanya ka Maki yang bisa menghiburku dikala aku sedih.
" besok aku pergi ke Amerika jadi kalian berdua jangan macam-macam dan aku harap kalian bisa baik-baik saja tanpa aku tetaplah jadi sahabat yang saling menjaga ingat jangan mengecewakan "
" apa kau akan pergi lama " Ayata bertanya pada ka Maki
" apa kau akan merindukanku "
" kau becanda "
" aku serius, bilang saja jika kau akan merindukan ku " goda ka Maki dengan menyisir rambutnya menggunakan jari-jarinya
__ADS_1
" untuk apa aku merindukanmu apa tidak ada kegiatan lain "
" lihat saja nanti secara aku tampan, keren, manis, lucu seperti ini " ka Maki memuji dirinya sendiri dan terkadang sangat kelewat percaya diri
" jangan lupa menyebalkan "
" kau juga menyebalkan undur-undur "
Mereka memang tidak pernah bisa akur terlalu lama namun juga tidak pernah marah serius seperti apapun topik perdebatannya tetap saja aku merasa lucu menjadi penonton dalam perdebatan dua manusia yang sama-sama keras kepala.
Aku pulang duluan meninggalkan Ayata dan ka Maki sepertinya mereka masih ingin berbedat lebih panjang dan lama karena setelah ini mereka pasti tidak akan pernah berdebat setiap hari lagi karena dipisahkan oleh jarak.
" Ayata kau tidak ingin pulang Rari sudah pulang" tanya ka Maki
" nanti saja, oh iya ka jaga diri baik-baik di sana "
" iya kamu juga " ka Maki tersenyum pada Ayata
" oh iya Ayata apa kamu punya pacar "
" punya "
" oh punya kenapa aku tidak pernah melihatnya "
" kami LDR "
" tidak tahu "
" bagaimana bisa tidak tahu "
" ya aku tidak tahu yang pasti kami akan bertemu nantinya dialah jodohku yang ditakdirkan Tuhan untuk ku "
" itu artinya kamu jomblo undur-undur "
" hanya belum hadir bukan jomblo "
" kita pulang saja aku antar kamu kerumah sebentar lagi hujan turun "
" baiklah "
Ka Maki mengantar Ayata pulang namun disayangkan motor ka Maki kempis ditengah perjalanan
" ban nya kempis Ayata aku panggilkan taksi ya "
" kita dorong sampai tukang tambal "
__ADS_1
" tidak apa "
" kita kan teman " Ayata tersenyum tulus
Mereka mendorong motor sama-sama hingga alam ikut campur dengan menurunkan hujan
" Ayata hujan kita berteduh dulu "
Mereka berteduh ditempat umum yang tidak terlalu ramai karena hujan
" kita berteduh dulu ya Ayata "
" iya ka "
" Ayata apa kamu tidak akan merindukan ku nantinya "
" kenapa "
" aah tidak apa " seperti ada yang ingin di ungkapkan
" mungkin aku akan merindukan berdebat denganmu " Ayata tersenyum dan ka Maki gelabakan tidak jelas
" Ayata jika aku mencintai bagaimana "
Ayata tersedak mendengar perkataan ka Maki
" maaf "
" tidak apa, maksud ka Maki apa "
" aku suka denganmu Ayata maaf baru bisa mengatakannya karena aku tidak punya keberanian dan baru bisa sekarang dan mungkin saatnya karena aku takut tidak bisa mengungkapkannya jika aku sudah pergi "
" sudahlah jangan becanda "
" aku tidak bercanda jika kau menerima ku julurkan tanganmu dibawah hujan dan berjanjilah untuk ku "
Ayata bingung dan diam beberapa saat sehingga ka Maki menundukkan kepala mungkin itu artinya cintanya ditolak.
Ayata menarik tangan ka Maki kebawah derasnya hujan
" kita sama-sama berjanji untuk cinta itu sendiri "
" itu artinya kau menerima ku "
Ka Maki tertawa girang
__ADS_1
" Hujan jadilah saksi cintaku bahwa aku akan terus mencintai Ayata sampai maut memisahkan " ka Maki berteriak sambil menggenggam tangan Ayata